Selasa, 17 Maret 2026
- Advertisement -

KPK Periksa Dua Saksi Terkait Dugaan Korupsi DAK Dumai

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi terkait dengan pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Kota Dumai dalam APBNP tahun 2017 dan APBN 2018.

"Iya betul, hari ini KPK memanggil dua orang saksi untuk tersangka ZAS (Zukifli Adnan Singkah/Wali Kota Dumai-red)," kata Juru Bicara KPK RI, Ali Fikri kepada Riaupos.co, Senin (19/10/2020).

Kedua saksi tersebut adalah Suhadak alias Imam Suhadak yang merupakan seorang pedagang dan Juwanto alias Toto yang berprofesi sebagai wiraswasta. 

Dalam kasus ini, Fikri mengaku sudah memeriksa sekitar 50 orang saksi dari berbagai latar belakang, mulai dari pejabat maupun dari swasta. "Sudah sekitar 50-an saksi diperiksa," katanya.

Baca Juga:  Diet VLCD Bisa Bahaya tanpa Pengawasan Ahli

Seperti diketahui KPK menetapkan Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah sebagai tersangka kasus dugaan suap mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo. Selain itu, Zulkifli juga disangkakan menerima gratifikasi. 

Untuk perkara pertama yaitu suap, Zulkifli diduga memberikan Rp550 juta ke Yaya untuk mengurus anggaran dana alokasi khusus (DAK) APBN-P 2017 dan APBN 2018 Kota Dumai. 

Sedangkan untuk perkara kedua yaitu gratifikasi, Zulkifli diduga menerima gratifikasi berupa uang Rp50 juta dan fasilitas kamar hotel di Jakarta. 

Wali Kota Zulkifli As sudah menyandang status tersangka lebih dari setahun. Ia sudah beberapa kali di periksa sebagai tersangka, namun KPK belum melakukan penahanan terhadap orang nomor satu di Kota Dumai itu.

Baca Juga:  Aktris Andrea Dian Mengaku Positif Corona

 

Laporan: Yusnir (Jakarta)

Editor: E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi terkait dengan pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Kota Dumai dalam APBNP tahun 2017 dan APBN 2018.

"Iya betul, hari ini KPK memanggil dua orang saksi untuk tersangka ZAS (Zukifli Adnan Singkah/Wali Kota Dumai-red)," kata Juru Bicara KPK RI, Ali Fikri kepada Riaupos.co, Senin (19/10/2020).

Kedua saksi tersebut adalah Suhadak alias Imam Suhadak yang merupakan seorang pedagang dan Juwanto alias Toto yang berprofesi sebagai wiraswasta. 

Dalam kasus ini, Fikri mengaku sudah memeriksa sekitar 50 orang saksi dari berbagai latar belakang, mulai dari pejabat maupun dari swasta. "Sudah sekitar 50-an saksi diperiksa," katanya.

Baca Juga:  Gawat...Mulai 7 Mei Melanggar Aturan Mudik Kena Denda Rp100 Juta

Seperti diketahui KPK menetapkan Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah sebagai tersangka kasus dugaan suap mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo. Selain itu, Zulkifli juga disangkakan menerima gratifikasi. 

- Advertisement -

Untuk perkara pertama yaitu suap, Zulkifli diduga memberikan Rp550 juta ke Yaya untuk mengurus anggaran dana alokasi khusus (DAK) APBN-P 2017 dan APBN 2018 Kota Dumai. 

Sedangkan untuk perkara kedua yaitu gratifikasi, Zulkifli diduga menerima gratifikasi berupa uang Rp50 juta dan fasilitas kamar hotel di Jakarta. 

- Advertisement -

Wali Kota Zulkifli As sudah menyandang status tersangka lebih dari setahun. Ia sudah beberapa kali di periksa sebagai tersangka, namun KPK belum melakukan penahanan terhadap orang nomor satu di Kota Dumai itu.

Baca Juga:  Pencurian Pipa CPI, Empat Pelaku Diamankan Polisi

 

Laporan: Yusnir (Jakarta)

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi terkait dengan pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Kota Dumai dalam APBNP tahun 2017 dan APBN 2018.

"Iya betul, hari ini KPK memanggil dua orang saksi untuk tersangka ZAS (Zukifli Adnan Singkah/Wali Kota Dumai-red)," kata Juru Bicara KPK RI, Ali Fikri kepada Riaupos.co, Senin (19/10/2020).

Kedua saksi tersebut adalah Suhadak alias Imam Suhadak yang merupakan seorang pedagang dan Juwanto alias Toto yang berprofesi sebagai wiraswasta. 

Dalam kasus ini, Fikri mengaku sudah memeriksa sekitar 50 orang saksi dari berbagai latar belakang, mulai dari pejabat maupun dari swasta. "Sudah sekitar 50-an saksi diperiksa," katanya.

Baca Juga:  Puskesmas Diminta Sosialisasi Cegah Corona

Seperti diketahui KPK menetapkan Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah sebagai tersangka kasus dugaan suap mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo. Selain itu, Zulkifli juga disangkakan menerima gratifikasi. 

Untuk perkara pertama yaitu suap, Zulkifli diduga memberikan Rp550 juta ke Yaya untuk mengurus anggaran dana alokasi khusus (DAK) APBN-P 2017 dan APBN 2018 Kota Dumai. 

Sedangkan untuk perkara kedua yaitu gratifikasi, Zulkifli diduga menerima gratifikasi berupa uang Rp50 juta dan fasilitas kamar hotel di Jakarta. 

Wali Kota Zulkifli As sudah menyandang status tersangka lebih dari setahun. Ia sudah beberapa kali di periksa sebagai tersangka, namun KPK belum melakukan penahanan terhadap orang nomor satu di Kota Dumai itu.

Baca Juga:  Aktris Andrea Dian Mengaku Positif Corona

 

Laporan: Yusnir (Jakarta)

Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari