Jumat, 16 Oktober 2026
- Advertisement -

Pindahkan Ibukota Negara, Fahri Hamzah: Rencana Berbahaya

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai rencana Presiden Jokowi memindahkan Ibu Kota Negara ke Kalimantan sangat berbahaya. Menurut Fahri, Jakarta bukan hanya sekadar ibu kota, melainkan banyak sejarah yang terkandung di dalamnya.

“Saya sudah baca kajiannya, enggak terlalu dalam kajiannya. Terutama posisi Jakarta, susah. Meninggalkan gedung (DPR) ini susah, gedung ini terlalu kuat sejarahnya. Istana terlalu kuat sejarahnya. Jadi kita pindah ke tempat yang baru, Indonesia tanpa jejak, itu berbahaya,” kata Fahri di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (16/8).

Menurut Fahri, tidak ada gunanya memindahkan Ibu Kota Negara pada saat ini. Apalagi, kata Fahri, Jokowi mengusung industri 4.0 yang serba berbasis digital.

Baca Juga:  KPK Belum Tentukan Sikap soal Vonis Kader PDIP

“Sekarang ini ruang dan waktu sudah enggak ada gunanya karena semua bisa digunakan secara digital. Jadi saya kira sekarang ini, ya, lebih penting kita memperkuat pembentukan daerah otonomi baru sebagai syarat lahirnya daerah-daerah yang lebih kuat,” kata Fahri.

Oleh karena itu, Fahri menyarankan sebaiknya rencana pemindahan Ibu Kota Negara dibatalkan. Seandai hal itu keinginan keras Jokowi, maka pemindahan baiknya dilakukan di pesisir Jakarta.

“Ini kan abad 21. Ruang dan waktu sudah mati, semua sudah digital. Kok kita bicara space lagi? Pakai space di pesisir Jakarta itu saja lebih bagus. Lebih dekat kok. Tidak membuat confuse kami sebagai bangsa Indonesia,” jelas Fahri. (tan)

Baca Juga:  Pemkab Fokus Validasi Data Bansos

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai rencana Presiden Jokowi memindahkan Ibu Kota Negara ke Kalimantan sangat berbahaya. Menurut Fahri, Jakarta bukan hanya sekadar ibu kota, melainkan banyak sejarah yang terkandung di dalamnya.

“Saya sudah baca kajiannya, enggak terlalu dalam kajiannya. Terutama posisi Jakarta, susah. Meninggalkan gedung (DPR) ini susah, gedung ini terlalu kuat sejarahnya. Istana terlalu kuat sejarahnya. Jadi kita pindah ke tempat yang baru, Indonesia tanpa jejak, itu berbahaya,” kata Fahri di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (16/8).

Menurut Fahri, tidak ada gunanya memindahkan Ibu Kota Negara pada saat ini. Apalagi, kata Fahri, Jokowi mengusung industri 4.0 yang serba berbasis digital.

Baca Juga:  Divonis Hukuman Mati, Istri Pembunuh Hakim PN Medan Ajukan Banding

“Sekarang ini ruang dan waktu sudah enggak ada gunanya karena semua bisa digunakan secara digital. Jadi saya kira sekarang ini, ya, lebih penting kita memperkuat pembentukan daerah otonomi baru sebagai syarat lahirnya daerah-daerah yang lebih kuat,” kata Fahri.

Oleh karena itu, Fahri menyarankan sebaiknya rencana pemindahan Ibu Kota Negara dibatalkan. Seandai hal itu keinginan keras Jokowi, maka pemindahan baiknya dilakukan di pesisir Jakarta.

“Ini kan abad 21. Ruang dan waktu sudah mati, semua sudah digital. Kok kita bicara space lagi? Pakai space di pesisir Jakarta itu saja lebih bagus. Lebih dekat kok. Tidak membuat confuse kami sebagai bangsa Indonesia,” jelas Fahri. (tan)

- Advertisement -
Baca Juga:  Ambon Gempa, ACT Siaga Kirimkan Bantuan

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai rencana Presiden Jokowi memindahkan Ibu Kota Negara ke Kalimantan sangat berbahaya. Menurut Fahri, Jakarta bukan hanya sekadar ibu kota, melainkan banyak sejarah yang terkandung di dalamnya.

“Saya sudah baca kajiannya, enggak terlalu dalam kajiannya. Terutama posisi Jakarta, susah. Meninggalkan gedung (DPR) ini susah, gedung ini terlalu kuat sejarahnya. Istana terlalu kuat sejarahnya. Jadi kita pindah ke tempat yang baru, Indonesia tanpa jejak, itu berbahaya,” kata Fahri di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (16/8).

Menurut Fahri, tidak ada gunanya memindahkan Ibu Kota Negara pada saat ini. Apalagi, kata Fahri, Jokowi mengusung industri 4.0 yang serba berbasis digital.

Baca Juga:  Ambon Gempa, ACT Siaga Kirimkan Bantuan

“Sekarang ini ruang dan waktu sudah enggak ada gunanya karena semua bisa digunakan secara digital. Jadi saya kira sekarang ini, ya, lebih penting kita memperkuat pembentukan daerah otonomi baru sebagai syarat lahirnya daerah-daerah yang lebih kuat,” kata Fahri.

Oleh karena itu, Fahri menyarankan sebaiknya rencana pemindahan Ibu Kota Negara dibatalkan. Seandai hal itu keinginan keras Jokowi, maka pemindahan baiknya dilakukan di pesisir Jakarta.

“Ini kan abad 21. Ruang dan waktu sudah mati, semua sudah digital. Kok kita bicara space lagi? Pakai space di pesisir Jakarta itu saja lebih bagus. Lebih dekat kok. Tidak membuat confuse kami sebagai bangsa Indonesia,” jelas Fahri. (tan)

Baca Juga:  Pemerintah Percepat Pelaksanaan PTM Terbatas

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari