Minggu, 30 November 2025
spot_img

Polisi Lakukan Pendinginan di Lokasi Kebakaran

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kabut asap yang mengepung Kota Pekanbaru seolah tiada henti. Masyarakat pun mulai mengenakan masker guna mengantisipasi penyakit yang bakal menyerang. Sementara pemadaman dan pendinginan terus dilakukan petugas.

Beberapa wilayah kecamatan seperti Payung Sekaki, Tampan dan Rumbai pun menjadi perhatian khusus dikarenakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sering terjadi di wilayah tersebut. Kasat Binmas Polresta Pekanbaru Kompol Sumarno pun melakukan penyuluhan dan membantu pendinginan di wilayah yang rawan karhutla.

Menurutnya, wilayah yang sudah didatangi di Kelurahan Tirta Siak, Air Hitam, Labuh Baru dan Palas. “Selain membantu pendinginan pun melakukan penyuluhan kepada warga tentang pencegahan kerhutla,” ucapnya.

Menurutnya, warga yang tinggal di sekitar rawan karhutla ataupun yang dari luar agar tidak membuang puntung rokok secara sembarangan.  

Baca Juga:  Cantiknya Masjid Mahligai Minang dengan Sentuhan Pencahayaan Mumpuni

Tak hanya itu, bagi yang membakar sampah pun dipastikan api benar-benar padam. Kemudian, jangan meninggalkan sebelum api mati. Itu dikhawatirkan api akan melompat sehingga bisa menimbulkan kebakaran.

Hasil yang dicapai, kiranya masyarakat selalu dalam keadaan udara yang bersih, bebas dari polusi udara dan keadaan kondusif, serta terhindar sakit nafas atau ISPA.

Sementara dalam upaya pendinginan Polsek Payung Sekaki, turut serta membantu Manggala Agni.  Menurut Kapolsek Payung Sekaki AKP Hidayat Perdana melalui Kanit Reskrim Ipda M Aprino Tamara, sejak Rabu pekan lalu jajaran Polsek Payung Sekaki sering melakukan pendinginan di titik-titik api yang berada di tempatnya bekerja.

“Lahan yang dilakukan pendinginan berbeda-beda tempat. Sebenarnya api tidak muncul hanya asap saja. Meski demikian tetap harus tetap didinginkan,” sebutnya. Sebab, jika tidak didinginkan dikhawatirkan api kembali menyala.(*3)
 

Baca Juga:  Pemerintahan di Manokwari Dipastikan Berjalan Seperti Biasa

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kabut asap yang mengepung Kota Pekanbaru seolah tiada henti. Masyarakat pun mulai mengenakan masker guna mengantisipasi penyakit yang bakal menyerang. Sementara pemadaman dan pendinginan terus dilakukan petugas.

Beberapa wilayah kecamatan seperti Payung Sekaki, Tampan dan Rumbai pun menjadi perhatian khusus dikarenakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sering terjadi di wilayah tersebut. Kasat Binmas Polresta Pekanbaru Kompol Sumarno pun melakukan penyuluhan dan membantu pendinginan di wilayah yang rawan karhutla.

Menurutnya, wilayah yang sudah didatangi di Kelurahan Tirta Siak, Air Hitam, Labuh Baru dan Palas. “Selain membantu pendinginan pun melakukan penyuluhan kepada warga tentang pencegahan kerhutla,” ucapnya.

Menurutnya, warga yang tinggal di sekitar rawan karhutla ataupun yang dari luar agar tidak membuang puntung rokok secara sembarangan.  

Baca Juga:  Warga Bangkinang Masuk Daftar ODP Covid-19, Dinkes: Bukan Suspect

Tak hanya itu, bagi yang membakar sampah pun dipastikan api benar-benar padam. Kemudian, jangan meninggalkan sebelum api mati. Itu dikhawatirkan api akan melompat sehingga bisa menimbulkan kebakaran.

- Advertisement -

Hasil yang dicapai, kiranya masyarakat selalu dalam keadaan udara yang bersih, bebas dari polusi udara dan keadaan kondusif, serta terhindar sakit nafas atau ISPA.

Sementara dalam upaya pendinginan Polsek Payung Sekaki, turut serta membantu Manggala Agni.  Menurut Kapolsek Payung Sekaki AKP Hidayat Perdana melalui Kanit Reskrim Ipda M Aprino Tamara, sejak Rabu pekan lalu jajaran Polsek Payung Sekaki sering melakukan pendinginan di titik-titik api yang berada di tempatnya bekerja.

- Advertisement -

“Lahan yang dilakukan pendinginan berbeda-beda tempat. Sebenarnya api tidak muncul hanya asap saja. Meski demikian tetap harus tetap didinginkan,” sebutnya. Sebab, jika tidak didinginkan dikhawatirkan api kembali menyala.(*3)
 

Baca Juga:  Ngaku Terus Merugi Jadi Alasan Iuran BPJS Dinaikkan
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kabut asap yang mengepung Kota Pekanbaru seolah tiada henti. Masyarakat pun mulai mengenakan masker guna mengantisipasi penyakit yang bakal menyerang. Sementara pemadaman dan pendinginan terus dilakukan petugas.

Beberapa wilayah kecamatan seperti Payung Sekaki, Tampan dan Rumbai pun menjadi perhatian khusus dikarenakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sering terjadi di wilayah tersebut. Kasat Binmas Polresta Pekanbaru Kompol Sumarno pun melakukan penyuluhan dan membantu pendinginan di wilayah yang rawan karhutla.

Menurutnya, wilayah yang sudah didatangi di Kelurahan Tirta Siak, Air Hitam, Labuh Baru dan Palas. “Selain membantu pendinginan pun melakukan penyuluhan kepada warga tentang pencegahan kerhutla,” ucapnya.

Menurutnya, warga yang tinggal di sekitar rawan karhutla ataupun yang dari luar agar tidak membuang puntung rokok secara sembarangan.  

Baca Juga:  Insentif untuk 195 Ribu Tenaga Kesehatan Cair

Tak hanya itu, bagi yang membakar sampah pun dipastikan api benar-benar padam. Kemudian, jangan meninggalkan sebelum api mati. Itu dikhawatirkan api akan melompat sehingga bisa menimbulkan kebakaran.

Hasil yang dicapai, kiranya masyarakat selalu dalam keadaan udara yang bersih, bebas dari polusi udara dan keadaan kondusif, serta terhindar sakit nafas atau ISPA.

Sementara dalam upaya pendinginan Polsek Payung Sekaki, turut serta membantu Manggala Agni.  Menurut Kapolsek Payung Sekaki AKP Hidayat Perdana melalui Kanit Reskrim Ipda M Aprino Tamara, sejak Rabu pekan lalu jajaran Polsek Payung Sekaki sering melakukan pendinginan di titik-titik api yang berada di tempatnya bekerja.

“Lahan yang dilakukan pendinginan berbeda-beda tempat. Sebenarnya api tidak muncul hanya asap saja. Meski demikian tetap harus tetap didinginkan,” sebutnya. Sebab, jika tidak didinginkan dikhawatirkan api kembali menyala.(*3)
 

Baca Juga:  Buron Pencuri Barang di Gudang Ditangkap

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari