Categories: Nasional

Telusuri Mafia Impor Bawang

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penahanan terhadap enam orang tersangka kasus suap impor bawang putih, Jumat (9/8). Penahanan dilakukan untuk memudahkan penyidik mendalami setiap lapis informasi yang berkaitan dengan dugaan adanya mafia impor dalam perkara suap itu.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan pihaknya menitipkan enam tersangka di tiga rumah tahanan negara (rutan). Tersangka I Nyoman Dhamantra, anggota Komisi VI DPR ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Timur. Sedangkan Mirawati Basri, Elviyanto, dan Chandry Suanda alias Afung ditahan di Rutan KPK C1. Adapun Doddy Wahyudi dan Zulfikar di Rutan Pomdam Jaya Guntur. "Para tersangka ditahan untuk 20 hari pertama," kata Febri.

Penyidik akan mendalami keterangan para tersangka terkait dengan dugaan suap terkait impor bawang putih tersebut. Khususnya sejauh mana para pengusaha bekerja sama mengurus rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian dan Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan.

KPK mengingatkan Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) agar serius melakukan pembenahan menyeluruh dalam kebijakan dan proses impor pangan. Pasalnya, kebijakan itu sangat terkait dengan kepentingan masyarakat Indonesia secara langsung.

"Apalagi suap terkait impor produk pangan dan hortikultura ini bukan kali ini saja terjadi," terang Febri.

KPK sejatinya telah melakukan kajian terhadap komoditas pangan strategis bawang putih selama tahun 2017. Lembaga superbodi itu menemukan sejumlah hal yang memerlukan perbaikan. Di antaranya, belum adanya desain kebijakan yang komprehensif dari Kementan dalam membangun swasembada komoditas bawang putih.

Selain itu, KPK juga menemukan belum optimalnya dukungan informasi atas lahan-lahan pertanian yang secara ril bisa dipergunakan dalam mewujudkan swasembada bawang putih. KPK juga menemukan belum optimalnya pengawasan Kemendag terhadap distribusi bawang putih impor. K1PK pun merekomendasikan Kementan membuat grand design menyeluruh tentang swasembada bawang putih.(jpg)

Editor: Arif Oktafian

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

56 ASN Rohul Berangkat Haji, Bupati Ingatkan Fisik dan Etika

Bupati Rohul melepas 56 JCH Korpri menuju Tanah Suci. Jemaah diingatkan menjaga kesehatan, sikap, dan…

1 hari ago

Pickup Bertanki Modifikasi Dipakai Timbun Solar, Dua Pelaku Dibekuk

Polres Siak menangkap dua pelaku penyalahgunaan biosolar subsidi dengan modus mobil tangki modifikasi dan barcode…

2 hari ago

252 Kuota Diperebutkan, SKO Riau Saring Atlet Muda Lewat Tes Ketat

Sebanyak 422 calon siswa berebut 252 kursi di SKO Riau. Seleksi ketat digelar untuk menjaring…

2 hari ago

Tanpa Dokumen Resmi, Puluhan Ton Bawang dan Cabai Dimusnahkan di Tembilahan

Sebanyak 48,39 ton komoditas pangan ilegal dimusnahkan di Inhil. Barang tanpa dokumen ini dinilai berbahaya…

2 hari ago

Bandel Jualan di Trotoar, PKL HR Soebrantas Jadi Target Utama Penertiban

Pemko Pekanbaru prioritaskan penertiban PKL di Jalan HR Soebrantas dengan pendekatan humanis demi menjaga ketertiban…

2 hari ago

PCX Ngasab Seru di Pekanbaru, Bikers Diajak Jajal Fitur Canggih Honda PCX 160 Roadsync

Honda PCX Ngasab di Pekanbaru hadirkan pengalaman touring seru sambil memperkenalkan fitur canggih Roadsync kepada…

2 hari ago