bangkai-dugong-ditemukan-di-pantai-pulau-bungkuk
DUMAI (RIAUPOS.CO) — Bangkai dugong atau ikan duyung kembali ditemukan di perairan Dumai. Tepatnya 10 meter dari pesisir pantai Pulau Bungkuk, Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Ahad (7/2).
Penemuan bangkai hewan mamalia laut itu bukan pertama kali terjadi di Kota Dumai. Pada 2019 lalu, juga pernah ditemukan bangkai hewan yang kini mulai terancam punah itu. Kondisi bangkai sudah mulai membusuk. Karena diduga dugong tersebut sudah mati sebelum ditemukan warga.
Kepala Bidang (Kabid)Wilayah II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau, Heru Sutmantoro mengatakan, pihaknya sudah turun ke lokasi dan mengidentifikasi hewan tersebut. "Berdasarkan identifikasi, kami menduga dugong tersebut tidak mati di perairan Dumai. Karena memang bukan habitatnya. Jadi, hanya bangkainya yang terdampar di Dumai. Paling mungkin habitatnya ada di Rupat Utara," ujarnya.
Ia menuturkan, awalnya, ada warga bernama Yudha yang menemukan bangkai dugong tersebut. Setelah mengetahui adanya bangkai dugong tersebut, Yudha memberitahu BKSDA Riau melaporkan kejadian tersebut dan tim BKSDA Riau bersama Komunitas Pencinta Alam (KPA) Jenggala langsung turun ke lokasi.
" Jadi, kami menduga -dugong itu mati akibat cuaca yang ekstrim dan perubahan air laut, sudah kami kubur di dekat ditemukannya bangkai tersebut, " terangnya.
Berdasarkan laporan, dugong ini memiliki panjang sekitar dua meter dengan diameter perut sekitar 40 cm, berat sekitar 140 kilogram. Ditemukan oleh salah satu pemuda setempat berjarak tak jauh dari bibir pantai kira-kira 10 meter. "Dugong termasuk salah satu hewan yang dilindungi oleh Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah nomor 7 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa," terangnya.
Sementara itu, Komunitas Pencinta Alam (KPA) Jenggala Kota Dumai, Tengku Rozali mengatakan, pihaknya terus berusaha mensosialisasikan kepada masyarakat, jika menemukan hewan langka yang lindungi, untuk segera dilaporkan ke BKSDA. "Penemuan dugong di Dumai ini, memang bukan pertama kali. Seingat saya sudah ada tiga kali," tutupnya. (hsb)
PUPR Kuansing mulai memperbaiki Jalan Pasar Modern Telukkuantan yang rusak dan berlubang menjelang Iduladha.
JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.
Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.
Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…
PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…
Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…