Minggu, 11 Oktober 2026
- Advertisement -

Terkait Penyekatan, Polri Diminta Kedepankan Pendekatan Persuasif

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi meminta aparat kepolisian yang bertugas di lapangan dalam melakukan pelarangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021, dapat mengedepankan pendekatan persuasif kepada seluruh masyarakat.

Langkah itu, menurut dia, agar tidak terjadi kesalahpahaman saat bertugas dalam melakukan pencegahan mudik Lebaran 2021.

"Jangan sampai ada gesekan dengan masyarakat, jika perlu lakukan pendekatan dengan kultur budaya setiap daerah yang akan dituju. Tentunya budaya masyarakat yang menuju Pulau Jawa dan Sumatera pasti berbeda," kata Andi Rio, di Jakarta, Jumat (7/5/2021).

Dia juga meminta kepolisian dapat mengatur arus lalu lintas bagi para pengendara yang hendak putar balik, agar tidak terjadi penumpukan jumlah kendaraan.

Baca Juga:  Instruksi Mendagri untuk Kepala Daerah

Selain itu, menurut dia, untuk menghindari terjadinya penumpukan di rest area ketika hendak kembali ke rumah masing-masing.

"Kepolisian harus mengantisipasi hal itu, langkah ini upaya menghindari kelelahan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ujarnya.

Andi Rio berharap masyarakat dapat mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak melakukan mudik Lebaran demi kebaikan sanak keluarga.

Menurut dia, jangan sampai kehadiran pemudik di tengah keluarga di daerah justru membuat kekhawatiran dan penyebaran Covid-19.

"Jangan sampai Indonesia seperti Malaysia dan India yang mengalami ledakan jumlah penyebaran Covid-19 secara signifikan," katanya pula.

Politisi Partai Golkar itu mengajak masyarakat membantu pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, agar Indonesia dapat segera bangkit, ekonomi pulih dan masyarakat sejahtera.

Baca Juga:  Tim Hukum PDIP Minta Harun Masiku Segera Serahkan Diri ke KPK

Sumber: JPNN/News/Antara/JPG
Editor: Hary B Koriun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi meminta aparat kepolisian yang bertugas di lapangan dalam melakukan pelarangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021, dapat mengedepankan pendekatan persuasif kepada seluruh masyarakat.

Langkah itu, menurut dia, agar tidak terjadi kesalahpahaman saat bertugas dalam melakukan pencegahan mudik Lebaran 2021.

"Jangan sampai ada gesekan dengan masyarakat, jika perlu lakukan pendekatan dengan kultur budaya setiap daerah yang akan dituju. Tentunya budaya masyarakat yang menuju Pulau Jawa dan Sumatera pasti berbeda," kata Andi Rio, di Jakarta, Jumat (7/5/2021).

Dia juga meminta kepolisian dapat mengatur arus lalu lintas bagi para pengendara yang hendak putar balik, agar tidak terjadi penumpukan jumlah kendaraan.

Baca Juga:  Delon Thamrin-Aida Putuskan Bulan Madu ke AS

Selain itu, menurut dia, untuk menghindari terjadinya penumpukan di rest area ketika hendak kembali ke rumah masing-masing.

- Advertisement -

"Kepolisian harus mengantisipasi hal itu, langkah ini upaya menghindari kelelahan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ujarnya.

Andi Rio berharap masyarakat dapat mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak melakukan mudik Lebaran demi kebaikan sanak keluarga.

- Advertisement -

Menurut dia, jangan sampai kehadiran pemudik di tengah keluarga di daerah justru membuat kekhawatiran dan penyebaran Covid-19.

"Jangan sampai Indonesia seperti Malaysia dan India yang mengalami ledakan jumlah penyebaran Covid-19 secara signifikan," katanya pula.

Politisi Partai Golkar itu mengajak masyarakat membantu pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, agar Indonesia dapat segera bangkit, ekonomi pulih dan masyarakat sejahtera.

Baca Juga:  Main Gadget Lebih dari 2 Jam Sehari Berbahaya Bagi Anak

Sumber: JPNN/News/Antara/JPG
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi meminta aparat kepolisian yang bertugas di lapangan dalam melakukan pelarangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021, dapat mengedepankan pendekatan persuasif kepada seluruh masyarakat.

Langkah itu, menurut dia, agar tidak terjadi kesalahpahaman saat bertugas dalam melakukan pencegahan mudik Lebaran 2021.

"Jangan sampai ada gesekan dengan masyarakat, jika perlu lakukan pendekatan dengan kultur budaya setiap daerah yang akan dituju. Tentunya budaya masyarakat yang menuju Pulau Jawa dan Sumatera pasti berbeda," kata Andi Rio, di Jakarta, Jumat (7/5/2021).

Dia juga meminta kepolisian dapat mengatur arus lalu lintas bagi para pengendara yang hendak putar balik, agar tidak terjadi penumpukan jumlah kendaraan.

Baca Juga:  Waduh! Pria Ini Telan Earphone saat Tidur

Selain itu, menurut dia, untuk menghindari terjadinya penumpukan di rest area ketika hendak kembali ke rumah masing-masing.

"Kepolisian harus mengantisipasi hal itu, langkah ini upaya menghindari kelelahan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ujarnya.

Andi Rio berharap masyarakat dapat mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak melakukan mudik Lebaran demi kebaikan sanak keluarga.

Menurut dia, jangan sampai kehadiran pemudik di tengah keluarga di daerah justru membuat kekhawatiran dan penyebaran Covid-19.

"Jangan sampai Indonesia seperti Malaysia dan India yang mengalami ledakan jumlah penyebaran Covid-19 secara signifikan," katanya pula.

Politisi Partai Golkar itu mengajak masyarakat membantu pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, agar Indonesia dapat segera bangkit, ekonomi pulih dan masyarakat sejahtera.

Baca Juga:  Instruksi Mendagri untuk Kepala Daerah

Sumber: JPNN/News/Antara/JPG
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari