Minggu, 11 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Insiden KRI Nanggala Jadi Momentum Evaluasi Alutsista

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan tenggelamnya kapal laut KRI Nanggala-402 menjadi pelajaran bahwa betapa beratnya risiko prajurit militer dalam menjalankan tugasnya.

Menurut Hadi, dalam menjalankan tugasnya selain risiko berat menghadapi musuh, prajurit TNI juga harus dihadapi dengan kondisi alam.

"Insiden ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua bahwa tugas sebagai seorang prajurit TNI mengandung risiko yang sangat tinggi. Di samping untuk menghadapi musuh juga harus menghadapi kondisi alam yang bukan menjadi ruang hidupnya sebagaimana yang dialami oleh para awak kapal selam," ujar Hadi di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (6/5).

Hadi menambahkan, tenggelamnya KRI Nanggala-402 juga menjadikan pelajaran bagi TNI untuk melakukan evaluasi terhadap alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dimiliki TNI AL.

Baca Juga:  Rebbecca Tersandung Kasus Wawan sang ’Pangeran Banten’, Dikasih Mobil Terima Saja

"Saat ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi tentang kondisi alutsista TNI khusus yang dimiliki TNI Angkatan Laut dan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk melanjutkan aksi kapal selam," katanya.

Hadi mengatakan, tenggelamnya KRI Nanggala-402 ini juga membuat duka bagi keluarga besar TNI. Lantaran 53 prajurit terbaiknya harus gugur.

Oleh karena itu, pemerintah telah memberikan penghargaan atas pengabdian 53 prajurit tersebut dengan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dan tanda jasa Bintang Jalasena.

"Selain itu pemerintah turut memberikan beasiswa kepada seluruh putra dan putri prajurit sampai tingkat S-1. Seluruh hak waris juga telah diberikan kepada keluarga prajurit," pungkasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

Baca Juga:  Kegiatan Keagamaan Warnai Momen Pergantian Tahun Baru

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan tenggelamnya kapal laut KRI Nanggala-402 menjadi pelajaran bahwa betapa beratnya risiko prajurit militer dalam menjalankan tugasnya.

Menurut Hadi, dalam menjalankan tugasnya selain risiko berat menghadapi musuh, prajurit TNI juga harus dihadapi dengan kondisi alam.

"Insiden ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua bahwa tugas sebagai seorang prajurit TNI mengandung risiko yang sangat tinggi. Di samping untuk menghadapi musuh juga harus menghadapi kondisi alam yang bukan menjadi ruang hidupnya sebagaimana yang dialami oleh para awak kapal selam," ujar Hadi di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (6/5).

Hadi menambahkan, tenggelamnya KRI Nanggala-402 juga menjadikan pelajaran bagi TNI untuk melakukan evaluasi terhadap alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dimiliki TNI AL.

Baca Juga:  Mengintip Mitsubishi Outlander 2021 yang Sedang Diuji Jalan

"Saat ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi tentang kondisi alutsista TNI khusus yang dimiliki TNI Angkatan Laut dan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk melanjutkan aksi kapal selam," katanya.

- Advertisement -

Hadi mengatakan, tenggelamnya KRI Nanggala-402 ini juga membuat duka bagi keluarga besar TNI. Lantaran 53 prajurit terbaiknya harus gugur.

Oleh karena itu, pemerintah telah memberikan penghargaan atas pengabdian 53 prajurit tersebut dengan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dan tanda jasa Bintang Jalasena.

- Advertisement -

"Selain itu pemerintah turut memberikan beasiswa kepada seluruh putra dan putri prajurit sampai tingkat S-1. Seluruh hak waris juga telah diberikan kepada keluarga prajurit," pungkasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

Baca Juga:  Terungkap, Eril Selamatkan Adik dan Temannya, lalu Teriak "Help, Help"

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan tenggelamnya kapal laut KRI Nanggala-402 menjadi pelajaran bahwa betapa beratnya risiko prajurit militer dalam menjalankan tugasnya.

Menurut Hadi, dalam menjalankan tugasnya selain risiko berat menghadapi musuh, prajurit TNI juga harus dihadapi dengan kondisi alam.

"Insiden ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua bahwa tugas sebagai seorang prajurit TNI mengandung risiko yang sangat tinggi. Di samping untuk menghadapi musuh juga harus menghadapi kondisi alam yang bukan menjadi ruang hidupnya sebagaimana yang dialami oleh para awak kapal selam," ujar Hadi di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (6/5).

Hadi menambahkan, tenggelamnya KRI Nanggala-402 juga menjadikan pelajaran bagi TNI untuk melakukan evaluasi terhadap alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dimiliki TNI AL.

Baca Juga:  Terungkap, Eril Selamatkan Adik dan Temannya, lalu Teriak "Help, Help"

"Saat ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi tentang kondisi alutsista TNI khusus yang dimiliki TNI Angkatan Laut dan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk melanjutkan aksi kapal selam," katanya.

Hadi mengatakan, tenggelamnya KRI Nanggala-402 ini juga membuat duka bagi keluarga besar TNI. Lantaran 53 prajurit terbaiknya harus gugur.

Oleh karena itu, pemerintah telah memberikan penghargaan atas pengabdian 53 prajurit tersebut dengan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dan tanda jasa Bintang Jalasena.

"Selain itu pemerintah turut memberikan beasiswa kepada seluruh putra dan putri prajurit sampai tingkat S-1. Seluruh hak waris juga telah diberikan kepada keluarga prajurit," pungkasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

Baca Juga:  Gembok Motor

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari