Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif tidak terima dengan pernyataan beberapa pihak yang membela Sukmawati Soekarnoputri setelah membandingkan ayahnya Bung Karno dengan Nabi Muhammad S.A.W.
Menurut dia, PA 212 telah menggelar rapat konsultasi dengan sejumlah ahli hingga pengurus pusat MUI. Dari rapat itu menyatakan, Sukmawati diduga menistakan agama.
"Kami, kan, lihat konteksnya. Konteks isinya dipelajari. Kami sudah konsultasi dengan berbagai ulama, ahli bahasa, termasuk minta pendapat beberapa pengurus MUI, menyatakan bahwa itu masuk dalam ranah penodaan agama," kata Slamet ditemui usai menghadiri Reuni Akbar 212 di Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/12).
Menurut Slamet, kepolisian perlu memproses ucapan Sukmawati yang membandingkan Soekarno dengan Nabi Muhammad S.A.W. Dari situ bisa diketahui terjadi atau tidaknya pelanggaran oleh Sukmawati.
"Yang terpenting adalah proses dahulu, bagaimana bisa mengatakan tidak melanggar hukum kalau tidak pernah dipanggil. Panggil dulu, proses dulu, kemudian kalau memenuhi unsur, dijadikan tersangka," ucap dia.
Selain itu, lanjut Slamet, proses hukum ke Sukmawati membuat publik tidak hilang kepercayaan dengan kepolisian. Proses hukum menandakan kepolisian tidak tebang pilih memperkarakan seseorang.
"Jangan sampai kepercayaan umat Islam, kepercayaan anak bangsa terhadap penegak hukum jadi tidak ada. Oleh karenanya, jangan sampai yang kali ini tidak diproses. Bahaya kalau kepercayaan umat luntur kepada penegak hukum," timpal dia. (mg10/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal
Disnaker Pekanbaru memperketat pengawasan UMK 2026 dengan menyidak hotel dan rumah sakit untuk memastikan gaji…
Menjelang Riau Pos Fun Bike 2026, antusiasme peserta perorangan terus meningkat. Iven gowes massal ini…
RSUD Arifin Achmad berhasil menangani kasus langka pasien tersedak paku hingga ke paru-paru tanpa operasi…
Polres Bengkalis menggerebek rumah di Bandar Laksamana yang diduga jadi penampungan PMI ilegal. Empat terduga…
Puluhan siswa SMP Global Andalan mengikuti outing class ke Riau Pos untuk belajar jurnalistik, mengenal…
Pemko Pekanbaru menyegel New Paragon KTV usai viral video pesta waria. Pemeriksaan masih berlangsung, izin…