Rabu, 18 Maret 2026
- Advertisement -

Efisiensi, Tesla Pecat 200 Pekerja dan Tutup Kantor di California

CALIFORNIA (RIAUPOS.CO) – Tesla dilaporkan baru saja melakukan aksi PHK massal. Dikabarkan bahwa setidaknya, ada hampir 200 karyawan yang terdampak pemutusan kontrak ini. Adapun pekerja yang diputus hubungan kerjanya adalah mereka yang bertugas melabel data, untuk membantu melatih sistem autopilot dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) perusahaan.

Menurut Bloomberg, perusahaan memberi tahu staf tentang langkah tersebut pada hari Selasa lalu. Seperti sudah disinggung di atas, banyak dari karyawan yang terpengaruh layoff ini adalah spesialis anotasi yang pekerjaannya melibatkan evaluasi dan pelabelan data autopilot yang diperoleh dari pelanggan.

Tidak hanya itu saja, seiring dengan PHK massal tersebut, Tesla juga menutup kantornya yang berada di San Mateo. Bloomberg melaporkan apa yang tersisa dari 350 orang tim dipindahkan ke kantor terdekat lainnya.

Baca Juga:  Hanura Gelar Konvensi Kandidat Bacalon Bupati/Wabup

Sementara itu, Tesla tidak segera menanggapi permintaan komentar Engadget. Pabrikan mobil itu tidak mengoperasikan departemen hubungan masyarakat sejak 2020.

 

Pemutusan hubungan kerja tersebut hampir pasti merupakan bagian dari upaya yang lebih luas oleh CEO Tesla Elon Musk untuk mengurangi biaya di perusahaan menjelang potensi resesi. Pada awal Juni, Musk memberi tahu karyawan dalam email di seluruh perusahaan bahwa dia memiliki “perasaan yang sangat buruk” tentang ekonomi dan bahwa PHK akan datang.

Dia kemudian mengatakan kepada Bloomberg bahwa dia berencana untuk mengurangi tenaga kerja yang digaji Tesla sekitar 10 persen selama tiga bulan ke depan. Pengakuan itu muncul setelah Musk mengatakan kepada pekerja jarak jauh untuk kembali ke kantor atau kehilangan pekerjaan mereka sama sekali.

Baca Juga:  Kesembuhan Pasien Covid-19 Meningkat

Hal ini menyusul informasi bahwa Tesla mengacaukan rencana back-to-office-nya, dengan The Information melaporkan bahwa banyak karyawan yang kembali ke fasilitas mereka di Fremont, menemukan tidak ada cukup tempat parkir dan meja kerja.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

CALIFORNIA (RIAUPOS.CO) – Tesla dilaporkan baru saja melakukan aksi PHK massal. Dikabarkan bahwa setidaknya, ada hampir 200 karyawan yang terdampak pemutusan kontrak ini. Adapun pekerja yang diputus hubungan kerjanya adalah mereka yang bertugas melabel data, untuk membantu melatih sistem autopilot dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) perusahaan.

Menurut Bloomberg, perusahaan memberi tahu staf tentang langkah tersebut pada hari Selasa lalu. Seperti sudah disinggung di atas, banyak dari karyawan yang terpengaruh layoff ini adalah spesialis anotasi yang pekerjaannya melibatkan evaluasi dan pelabelan data autopilot yang diperoleh dari pelanggan.

Tidak hanya itu saja, seiring dengan PHK massal tersebut, Tesla juga menutup kantornya yang berada di San Mateo. Bloomberg melaporkan apa yang tersisa dari 350 orang tim dipindahkan ke kantor terdekat lainnya.

Baca Juga:  Alhamdulillah, di Turki Kasus Covid-19 Turun Tanpa Kematian Usai Disuntik Sinovac

Sementara itu, Tesla tidak segera menanggapi permintaan komentar Engadget. Pabrikan mobil itu tidak mengoperasikan departemen hubungan masyarakat sejak 2020.

 

- Advertisement -

Pemutusan hubungan kerja tersebut hampir pasti merupakan bagian dari upaya yang lebih luas oleh CEO Tesla Elon Musk untuk mengurangi biaya di perusahaan menjelang potensi resesi. Pada awal Juni, Musk memberi tahu karyawan dalam email di seluruh perusahaan bahwa dia memiliki “perasaan yang sangat buruk” tentang ekonomi dan bahwa PHK akan datang.

Dia kemudian mengatakan kepada Bloomberg bahwa dia berencana untuk mengurangi tenaga kerja yang digaji Tesla sekitar 10 persen selama tiga bulan ke depan. Pengakuan itu muncul setelah Musk mengatakan kepada pekerja jarak jauh untuk kembali ke kantor atau kehilangan pekerjaan mereka sama sekali.

- Advertisement -
Baca Juga:  Anwar Ibrahim Ditelikung Mahathir, Muhyiddin Dapat Berkah

Hal ini menyusul informasi bahwa Tesla mengacaukan rencana back-to-office-nya, dengan The Information melaporkan bahwa banyak karyawan yang kembali ke fasilitas mereka di Fremont, menemukan tidak ada cukup tempat parkir dan meja kerja.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

CALIFORNIA (RIAUPOS.CO) – Tesla dilaporkan baru saja melakukan aksi PHK massal. Dikabarkan bahwa setidaknya, ada hampir 200 karyawan yang terdampak pemutusan kontrak ini. Adapun pekerja yang diputus hubungan kerjanya adalah mereka yang bertugas melabel data, untuk membantu melatih sistem autopilot dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) perusahaan.

Menurut Bloomberg, perusahaan memberi tahu staf tentang langkah tersebut pada hari Selasa lalu. Seperti sudah disinggung di atas, banyak dari karyawan yang terpengaruh layoff ini adalah spesialis anotasi yang pekerjaannya melibatkan evaluasi dan pelabelan data autopilot yang diperoleh dari pelanggan.

Tidak hanya itu saja, seiring dengan PHK massal tersebut, Tesla juga menutup kantornya yang berada di San Mateo. Bloomberg melaporkan apa yang tersisa dari 350 orang tim dipindahkan ke kantor terdekat lainnya.

Baca Juga:  Perbankan Bantu Pemulihan Ekonomi Masyarakat

Sementara itu, Tesla tidak segera menanggapi permintaan komentar Engadget. Pabrikan mobil itu tidak mengoperasikan departemen hubungan masyarakat sejak 2020.

 

Pemutusan hubungan kerja tersebut hampir pasti merupakan bagian dari upaya yang lebih luas oleh CEO Tesla Elon Musk untuk mengurangi biaya di perusahaan menjelang potensi resesi. Pada awal Juni, Musk memberi tahu karyawan dalam email di seluruh perusahaan bahwa dia memiliki “perasaan yang sangat buruk” tentang ekonomi dan bahwa PHK akan datang.

Dia kemudian mengatakan kepada Bloomberg bahwa dia berencana untuk mengurangi tenaga kerja yang digaji Tesla sekitar 10 persen selama tiga bulan ke depan. Pengakuan itu muncul setelah Musk mengatakan kepada pekerja jarak jauh untuk kembali ke kantor atau kehilangan pekerjaan mereka sama sekali.

Baca Juga:  Terdakwa Pembakar Istri Dituntut 20 Tahun Penjara

Hal ini menyusul informasi bahwa Tesla mengacaukan rencana back-to-office-nya, dengan The Information melaporkan bahwa banyak karyawan yang kembali ke fasilitas mereka di Fremont, menemukan tidak ada cukup tempat parkir dan meja kerja.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari