Rabu, 28 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Abu Rokok

(RIAUPOS.CO) — Delfi (bukan nama sebenarnya) sedang dalam perjalanan menuju kantornya. Tak ingin terlambat dan gajinya dipotong, ia langsung membawa laju sepeda motornya.Dalam perjalanan, di tengah kemacetan, ia melihat seorang pria dewasa dengan santai membawa kendaraannya sambil sesekali menghisap rokok. Delfi hanya bisa geleng-geleng kepala.
Kendaraan melaju dengan lambat karena macet pagi itu. Si bapak perokok tepat di depan motor Delfi.  
Nah, saat hampir di u turn, si bapak membuang abu rokok ke arah belakang. Alhasil, Delfi yang memakai helm tanpa kaca terkena dampaknya. Abu rokok itu mengenai mata Delfi hingga Delfi kelilipan.
‘’Aduh, Pak!’’ teriak Delfi sambil mengucek matanya.
‘’Kalau merokok lihat tempat dong. Bapak yang ngerokok, saya yang kebagian abunya,” kata Delfi mengomel.
Namun suara Delfi yang cukup keras itu tak diacuhkan pengendara itu. Saat kemacetan sedikit terurai, ia langsung membelokkan motornya dan melaju kencang tanpa rasa bersalah.
‘’Alamaak, sudah salah, nggak minta maaf pula,’’ kata Delfi sambil menghela nafas dan kembali fokus membawa motornya menuju ke kantor.(*1)
Baca Juga:  Paling Lama 2030, Apple Janji Seluruh Jaringan Bisnisnya Bebas Emisi Karbon
(RIAUPOS.CO) — Delfi (bukan nama sebenarnya) sedang dalam perjalanan menuju kantornya. Tak ingin terlambat dan gajinya dipotong, ia langsung membawa laju sepeda motornya.Dalam perjalanan, di tengah kemacetan, ia melihat seorang pria dewasa dengan santai membawa kendaraannya sambil sesekali menghisap rokok. Delfi hanya bisa geleng-geleng kepala.
Kendaraan melaju dengan lambat karena macet pagi itu. Si bapak perokok tepat di depan motor Delfi.  
Nah, saat hampir di u turn, si bapak membuang abu rokok ke arah belakang. Alhasil, Delfi yang memakai helm tanpa kaca terkena dampaknya. Abu rokok itu mengenai mata Delfi hingga Delfi kelilipan.
‘’Aduh, Pak!’’ teriak Delfi sambil mengucek matanya.
‘’Kalau merokok lihat tempat dong. Bapak yang ngerokok, saya yang kebagian abunya,” kata Delfi mengomel.
Namun suara Delfi yang cukup keras itu tak diacuhkan pengendara itu. Saat kemacetan sedikit terurai, ia langsung membelokkan motornya dan melaju kencang tanpa rasa bersalah.
‘’Alamaak, sudah salah, nggak minta maaf pula,’’ kata Delfi sambil menghela nafas dan kembali fokus membawa motornya menuju ke kantor.(*1)
Baca Juga:  Cari Solusi Kelangkaan Daging
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

(RIAUPOS.CO) — Delfi (bukan nama sebenarnya) sedang dalam perjalanan menuju kantornya. Tak ingin terlambat dan gajinya dipotong, ia langsung membawa laju sepeda motornya.Dalam perjalanan, di tengah kemacetan, ia melihat seorang pria dewasa dengan santai membawa kendaraannya sambil sesekali menghisap rokok. Delfi hanya bisa geleng-geleng kepala.
Kendaraan melaju dengan lambat karena macet pagi itu. Si bapak perokok tepat di depan motor Delfi.  
Nah, saat hampir di u turn, si bapak membuang abu rokok ke arah belakang. Alhasil, Delfi yang memakai helm tanpa kaca terkena dampaknya. Abu rokok itu mengenai mata Delfi hingga Delfi kelilipan.
‘’Aduh, Pak!’’ teriak Delfi sambil mengucek matanya.
‘’Kalau merokok lihat tempat dong. Bapak yang ngerokok, saya yang kebagian abunya,” kata Delfi mengomel.
Namun suara Delfi yang cukup keras itu tak diacuhkan pengendara itu. Saat kemacetan sedikit terurai, ia langsung membelokkan motornya dan melaju kencang tanpa rasa bersalah.
‘’Alamaak, sudah salah, nggak minta maaf pula,’’ kata Delfi sambil menghela nafas dan kembali fokus membawa motornya menuju ke kantor.(*1)
Baca Juga:  Dian Sastro Minta Mahasiswa Bawa Kantong Plastik

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari