PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Gedung Lipat Kain Kajang yang berada di komplek Perkantoran Wali Kota Pekanbaru di Tenayan Raya terbakar Jumat (20/9) kemarin. Sementara Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, menyerahkan sepenuhnya penyelidikan ke pihak kepolisian terkait sumber api yang menghanguskan gedung.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa SSTP MSi mengatakan, hingga kini belum bisa dipastikan dari mana sumber api yang membakar gedung yang dihuni tiga organisasi perangkat daerah (OPD) yaitu Dinas PUPR, Dinas Perkim, dan Dinas Dishub tersebut.
Dirinya meminta agar masyarakat atau pihak lain agar tidak memunculkan isu-isu negatif terkait musiba kebakaran yang menghanguskan gedung yang ada di Kompleks Perkantoran Tenayan Raya. Orang nomor satu ini tidak ingin ada pihak yang berspekulasi atas sumber api dalam kebakaran itu.
Apalagi sampai mengeluarkan spekulasi negatif atas kejadian kebakaran di Komplek Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru ini.
”Jangan ada isu ada hal-hal negatif, ngga ada. Kan teman-teman media melihat sendiri kejadian dan proses pemadamannya,” ujar Risnandar Mahiwa, Rabu (25/9).
Dikatakan dia, sumber api yang menyebabkan kebakaran masih belum dipastikan. Tim Inafis Polda Riau masih melakukan penyelidikan. ”Dari sisi penyebab kebakaran, Tim Inafis Polda Riau sedang menyelidiki,” sambungnya.
Pj Wako menyebut, kerugian belum dipastikan karena masih dalam perhitungan tim yang menyelidiki kebakaran itu. Ia bakal mengevaluasi SOP penanganan kebakaran di komplek perkantoran pemerintah itu.
Apalagi kebakaran di Gedung Lipat Kajang adalah kebakaran kedua dalam komplek perkantoran tersebut. Api sempat membakar Kantor BPKAD Kota Pekanbaru pada 2023 silam.
Risnandar juga menyambut positif rencana pembuatan pos damkar dalam area kantor di komplek Tenayan. Dirinya bakal memeriksa standar pengamanan gedung dari kebakaran. Ia menyebut setiap gedung harus punya hydrant.
Setiap lantai gedung mesti punya alat pemadam berupa APAR. Ia mengaku bakal koordinasi terkait penanganan kebakaran di komplek perkantoran itu. ”Ke depan selain kita siagakan ada pos Damkar satu di sini, lalu unit damkar juga disiagakan,” tutupnya.
Sementara pantauan Riau Pos, sejak 24-25 September kemarin, masih ada beberapa orang yang berada di sekitaran gedung yang terbakar tersebut. Ada yang dari personel Satpol PP dan sebagian personel Dishub.
Sebagian yang lainnya memunguti berkas-berkas dan dokumen yang tersisa. ”Ini menurunkan dokumen yang sisa kebakaran, kita pindah ke gedung sebelah sana gabung sama Diskes,” ungkap orang itu yang mengaku bernama Andi.(ilo)
Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…
Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…
Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…
Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…