Categories: Kepulauan Meranti

Bupati Meranti Ingatkan Pilkades 2026 Jangan Sampai Picu Perpecahan

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Bupati Kepulauan Meranti H Asmar mengajak seluruh masyarakat menjadikan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026 sebagai pesta demokrasi yang damai. Ia mengingatkan agar perbedaan pilihan politik tidak berkembang menjadi perpecahan yang dapat mengganggu persatuan dan kondusivitas di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Asmar saat menghadiri rapat pembentukan Panitia Pemilihan Kabupaten, Tim Pengawas, dan Tim Keamanan Pilkades Serentak Tahun 2026 di Ruang Rapat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, Pilkades merupakan wujud pelaksanaan demokrasi di tingkat desa. Oleh karena itu, seluruh tahapan penyelenggaraannya harus dilaksanakan secara profesional, transparan, jujur, adil, akuntabel, serta berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

Asmar menegaskan, keberhasilan Pilkades tidak hanya diukur dari terselenggaranya pemungutan suara, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi.

Ia mengajak seluruh perangkat daerah, camat, dan para pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi, menjaga netralitas sesuai aturan, serta mengedepankan komunikasi dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul.

“Saya juga mengajak seluruh perangkat daerah, camat, serta seluruh pemangku kepentingan untuk membangun koordinasi yang baik, menjaga netralitas sesuai ketentuan, dan mengedepankan komunikasi dalam setiap penyelesaian permasalahan. Jangan sampai perbedaan pilihan politik di tingkat desa berkembang menjadi konflik yang dapat mengganggu persatuan dan pembangunan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti,” tegasnya.

Untuk mendukung kelancaran Pilkades Serentak 2026, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti telah membentuk Panitia Pemilihan Kabupaten, Tim Pengawas, dan Tim Keamanan. Menurut Asmar, keberadaan tiga unsur tersebut menjadi fondasi penting agar seluruh tahapan Pilkades dapat berlangsung aman, tertib, dan sukses.

Ia meminta Panitia Pemilihan Kabupaten menjalankan tugas pembinaan, koordinasi, fasilitasi, monitoring, dan evaluasi secara maksimal sehingga setiap potensi persoalan dapat dideteksi dan diantisipasi sejak dini.

Kepada Tim Pengawas, Asmar menekankan agar pengawasan dilakukan secara objektif, independen, profesional, dan penuh tanggung jawab untuk mencegah terjadinya pelanggaran administrasi maupun potensi konflik.

Sementara itu, Tim Keamanan yang melibatkan unsur TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja, serta instansi terkait diminta melakukan pengamanan secara terpadu sejak tahap persiapan, pencalonan, kampanye, pemungutan suara, hingga penetapan kepala desa terpilih.

Menjelang pelaksanaan Pilkades, Bupati kembali mengajak seluruh masyarakat menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Kita mengharapkan pelaksanaan Pilkades aman-aman semua. Kita satu daerah, satu Kabupaten Kepulauan Meranti. Mari kita sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban supaya pelaksanaan Pilkades berjalan dengan baik dan lancar,” ajaknya.

Selain itu, Asmar juga meminta para camat terus memberikan pembinaan kepada pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sesuai kewenangan masing-masing agar seluruh tahapan Pilkades berjalan tertib sesuai jadwal.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut mengungkapkan rencana Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memberikan penghargaan kepada kepala desa yang berprestasi.

“Tadi saya juga menyampaikan, bagi kepala desa yang berprestasi serta tidak memiliki temuan dari BPK maupun Inspektorat, insyaallah apabila kondisi keuangan memungkinkan, pada tahun 2027 akan kita berikan hadiah umrah. Tidak banyak, paling banyak tiga orang,” ungkapnya.(wir)

Redaksi

Recent Posts

Ketua DPRD Kuansing Diperiksa KPK Selama 12 Jam, Kuasa Hukum Beberkan Materi Pemeriksaan

Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…

15 menit ago

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Uraikan Dugaan Aliran Uang Rp2,4 Miliar

Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…

21 menit ago

Nelayan Korban Serangan Buaya di Rokan Hilir Meninggal Setelah Dirawat Intensif

Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…

37 menit ago

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

24 jam ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

1 hari ago

Sempat Disembunyikan, Toyota Land Cruiser Bupati Kuansing Akhirnya Tiba di Rupbasan KPK

Toyota Land Cruiser 300 GR-S yang diduga terkait kasus suap Bupati Kuansing tiba di Rupbasan…

1 hari ago