Pengendara melintas di Jalan Soekarno-Hatta depan lokasi pembangunan Pasar Induk Pekanbaru yang belum selesai, Rabu (24/1/2024). Pemko Pekanbaru menargetkan pembangunan Pasar Induk akan selesai tahun ini. (MHD AKHWAN/RIAUPOS.CO)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Setelah sempat mengalami konflik dengan warga sekitar, di awal tahun 2024 ini pembangunan Pasar Induk yang ada di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Tuah Madani masih belum rampung 100 persen.
Pantauan Riau Pos, Kamis (25/1) masih tampak sejumlah bangunan pasar yang belum dipasang atap. Bahkan pagar pembatas antara Pasar induk yang ada di depan jalan protokol masih dipasangi pagar seng yang dikelilingi rumput liar yang cukup tinggi.
Tak hanya itu, beberapa bangunan kios lainnya juga belum dilakukan plester disetiap di dinding bangunan kios yang ada, meskipun beberapa bangunan lainnya sudah terlihat rampung.
Menurut Kepala Disperindag Pekanbaru Zulhelmi Arifin, pemko terus mendorong pihak pengelola PT Agung Rafa Bonai (ARB) untuk segera merampungkan bangunan yang sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu.
Zulhelmi optimistis pembangunan Pasar Induk rampung tahun ini. Di mana saat ini, progres pembangunan sudah mencapai 80 persen. ”Kemarin saya cek sudah 80 persen progresnya,” ucapnya.
Lanjut Zulhelmi, nantinya setelah Pasar Induk selesai dibangun oleh PT Agung Rafa Bonai selaku pengelola pasar, para pedagang grosir akan dipindahkan dari samping Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS), sehingga, semua pedagang grosir terpusat di Pasar Induk.
”Semoga tidak ada kendala lagi yang terjadi karena PT ARB berkomitmen untuk segera menyelesaikan Pasar Induk tahun 2024,” tuturnya.
Seperti diketahui, Pemerintah Kota Pekanbaru dan pihak PT ARB, sebagai penyewa lahan sudah menandatangani kontrak kerja sama pada Oktober 2016 lalu. Proses pengelolaan pasar diberikan kepada PT ARB selama 30 tahun dengan izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang baru bisa diselesaikan di tahun 2017.
Pada 2018, proses pembangunan dimulai. Namun karena adanya pandemi Covid-19, PT ARB kekurangan modal untuk melanjutkan pembangunannya sehingga proses pembangunan terhenti.
PT ARB kemudian meminta kepastian status lahan sehingga Hak Pengelolaan Lahan (HPL) diterbitkan Kementerian ATR/Badan Pertanahan Nasional pada 2022.
Bermodalkan HPL ini, PT ARB mendapat suntikan dana dari bank untuk melanjutkan pembangunan Pasar Induk. PT ARB sendiri telah menghabiskan dana Rp60 miliar dengan capaian pembangunan 60 persen terhitung sejak 2017 hingga 2022.
Tim Pemko Pekanbaru juga telah membahas penyesuaian waktu pembangunan Pasar Induk di Jalan Soekarno-Hatta. Dengan alasan, PT ARB sempat terkendala dana akibat pandemi Covid-19 dan belum adanya sertifikat HPL dari Pemko Pekanbaru.
Pembangunan Pasar Induk itu menggunakan skema Build Operate Transfer (BOT) atau biaya pembangunan ditanggung seluruhnya oleh investor.(ayi)
Pangdam dan Kapolda kembali memantau penanganan Karhutla di Kuala Cenaku Inhu. Dari 150 hektare lahan…
Witama melaju ke semifinal HSBL 2026 setelah mengalahkan SMAN 1 Pekanbaru 54-35 dan akan menghadapi…
Pendaftaran calon pimpinan Baznas Riau periode 2026–2031 ditutup dengan 51 peserta. Seleksi administrasi dimulai sebelum…
Sidang perkara penggelapan Riau Pos mengungkap gaji Rida K Liamsi Rp200 juta per bulan dan…
BMKG Pekanbaru mendeteksi 115 titik panas di Riau pada Rabu (16/9/2026). Indragiri Hulu menjadi wilayah…
Houthi melancarkan serangan rudal dan drone ke tiga kota Arab Saudi. Sebanyak 13 warga terluka…