Categories: Pekanbaru

Bangunan Pasar Induk Baru 80 Persen

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Setelah sempat mengalami konflik dengan warga sekitar, di awal tahun 2024 ini pembangunan Pasar Induk yang ada di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Tuah Madani masih belum rampung 100 persen.

Pantauan Riau Pos, Kamis (25/1) masih tampak sejumlah bangunan pasar yang belum dipasang atap. Bahkan pagar pembatas antara Pasar induk yang ada di depan jalan protokol masih dipasangi pagar seng yang dikelilingi rumput liar yang cukup tinggi.

Tak hanya itu, beberapa bangunan kios lainnya juga belum dilakukan plester disetiap di dinding bangunan kios yang ada, meskipun beberapa bangunan lainnya sudah terlihat rampung.

Menurut Kepala Disperindag Pekanbaru Zulhelmi Arifin, pemko terus mendorong pihak pengelola PT Agung Rafa Bonai (ARB) untuk segera merampungkan bangunan yang sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu.

Zulhelmi optimistis pembangunan Pasar Induk rampung tahun ini. Di mana saat ini, progres pembangunan sudah mencapai 80 persen. ”Kemarin saya cek sudah 80 persen progresnya,” ucapnya.

Lanjut Zulhelmi, nantinya setelah Pasar Induk selesai dibangun oleh PT Agung Rafa Bonai selaku pengelola pasar, para pedagang grosir akan dipindahkan dari samping Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS), sehingga, semua pedagang grosir terpusat di Pasar Induk.

”Semoga tidak ada kendala lagi yang terjadi karena PT ARB berkomitmen untuk segera menyelesaikan Pasar Induk tahun 2024,” tuturnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Pekanbaru dan pihak PT ARB, sebagai penyewa lahan sudah menandatangani kontrak kerja sama pada Oktober 2016 lalu. Proses pengelolaan pasar diberikan kepada PT ARB selama 30 tahun dengan izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang baru bisa diselesaikan di tahun 2017.

Pada 2018, proses pembangunan dimulai. Namun karena adanya pandemi Covid-19, PT ARB kekurangan modal untuk melanjutkan pembangunannya sehingga proses pembangunan terhenti.

PT ARB kemudian meminta kepastian status lahan sehingga Hak Pengelolaan Lahan (HPL) diterbitkan Kementerian ATR/Badan Pertanahan Nasional pada 2022.

Bermodalkan HPL ini, PT ARB mendapat suntikan dana dari bank untuk melanjutkan pembangunan Pasar Induk. PT ARB sendiri telah menghabiskan dana Rp60 miliar dengan capaian pembangunan 60 persen terhitung sejak 2017 hingga 2022.

Tim Pemko Pekanbaru juga telah membahas penyesuaian waktu pembangunan Pasar Induk di Jalan Soekarno-Hatta. Dengan alasan, PT ARB sempat terkendala dana akibat pandemi Covid-19 dan belum adanya sertifikat HPL dari Pemko Pekanbaru.

Pembangunan Pasar Induk itu menggunakan skema Build Operate Transfer (BOT) atau biaya pembangunan ditanggung seluruhnya oleh investor.(ayi)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Ketua DPRD Kuansing Diperiksa KPK Selama 12 Jam, Kuasa Hukum Beberkan Materi Pemeriksaan

Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…

10 jam ago

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Uraikan Dugaan Aliran Uang Rp2,4 Miliar

Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…

10 jam ago

Bupati Meranti Ingatkan Pilkades 2026 Jangan Sampai Picu Perpecahan

Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…

11 jam ago

Nelayan Korban Serangan Buaya di Rokan Hilir Meninggal Setelah Dirawat Intensif

Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…

11 jam ago

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

1 hari ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

1 hari ago