Minggu, 11 Oktober 2026
- Advertisement -

Kenali Bahaya Hipertensi yang Bisa Sebabkan Komplikasi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bahaya hipertensi. Hipertensi atau yang biasa disebut tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan apabila tekanan darah diukur hasilnya mencapai lebih dari 140/90 mmHG. 

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Arifin Achmad dr Anwar Sholeh MKed(PD) SpPD mengatakan, apabila tidak terkontrol, hipertensi dapat menimbulkan beberapa penyakit komplikasi seperti gagal jantung, gangguan otak, gagal ginjal, stroke, dan kerusakan retina.

“Hipertensi memiliki faktor resiko yang tidak bisa diperbaiki yakni umur diatas 40 tahun, jenis kelamin yang kebanyakan laki-laki dan riwayat keluarga (genetik). Sedangkan untuk faktor risiko yang bisa diperbaiki yaitu kegemukan, kurang aktivitas fisik, merokok, diet tinggi lemak, mengonsumsi alkohol, dan stres,” paparnya.

Baca Juga:  Bentuk Kelompok Peduli Mangrove

Kepada masyarakat, dr Anwar Soleh menyampaikan untuk rutin memeriksakan tekanan darah dan apabila terdeteksi hipertensi untuk segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan tunggu hingga bergejala karena bisa saja ketika bergejala menandakan telah terjadi komplikasi di dalam tubuh.

“Dianjurkan untuk orang yang menderita hipertensi untuk melakukan diet DASH. Diet tersebut merupakan diet yang dirancang untuk mencegah terjadinya lonjakan dan mengurangi tekanan darah pada penderita hipertensi,” ujarnya.

Dipaparkan dr Anwar, Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) adalah sebuah pola makan yang dirancang khusus untuk membantu mengelola tekanan darah. Prinsip-prinsip utama dari diet DASH yakni mengonsumsi 4-5 porsi sayuran dan dan 4-5 porsi buah setiap hari.

Baca Juga:  Pekanbaru Ajukan 367 Formasi CPNS dan PPPK 2019

“Biji-bijian utuh seperti beras merah, gandum utuh, oatmeal. Protein rendah lemak seperti ayam tanpa kulit, ikan, dan kacang-kacangan. Produk susu (yogurt, keju,susu) rendah atau tanpa lemak,” paparnya.(sol)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bahaya hipertensi. Hipertensi atau yang biasa disebut tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan apabila tekanan darah diukur hasilnya mencapai lebih dari 140/90 mmHG. 

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Arifin Achmad dr Anwar Sholeh MKed(PD) SpPD mengatakan, apabila tidak terkontrol, hipertensi dapat menimbulkan beberapa penyakit komplikasi seperti gagal jantung, gangguan otak, gagal ginjal, stroke, dan kerusakan retina.

“Hipertensi memiliki faktor resiko yang tidak bisa diperbaiki yakni umur diatas 40 tahun, jenis kelamin yang kebanyakan laki-laki dan riwayat keluarga (genetik). Sedangkan untuk faktor risiko yang bisa diperbaiki yaitu kegemukan, kurang aktivitas fisik, merokok, diet tinggi lemak, mengonsumsi alkohol, dan stres,” paparnya.

Baca Juga:  Pelayanan Poliklinik Rawat Jalan RSUD Arifin Achmad Jadi Enam Hari

Kepada masyarakat, dr Anwar Soleh menyampaikan untuk rutin memeriksakan tekanan darah dan apabila terdeteksi hipertensi untuk segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan tunggu hingga bergejala karena bisa saja ketika bergejala menandakan telah terjadi komplikasi di dalam tubuh.

“Dianjurkan untuk orang yang menderita hipertensi untuk melakukan diet DASH. Diet tersebut merupakan diet yang dirancang untuk mencegah terjadinya lonjakan dan mengurangi tekanan darah pada penderita hipertensi,” ujarnya.

- Advertisement -

Dipaparkan dr Anwar, Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) adalah sebuah pola makan yang dirancang khusus untuk membantu mengelola tekanan darah. Prinsip-prinsip utama dari diet DASH yakni mengonsumsi 4-5 porsi sayuran dan dan 4-5 porsi buah setiap hari.

Baca Juga:  Bangkitkan Semangat Gen Z dengan Iven Ramadan

“Biji-bijian utuh seperti beras merah, gandum utuh, oatmeal. Protein rendah lemak seperti ayam tanpa kulit, ikan, dan kacang-kacangan. Produk susu (yogurt, keju,susu) rendah atau tanpa lemak,” paparnya.(sol)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bahaya hipertensi. Hipertensi atau yang biasa disebut tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan apabila tekanan darah diukur hasilnya mencapai lebih dari 140/90 mmHG. 

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Arifin Achmad dr Anwar Sholeh MKed(PD) SpPD mengatakan, apabila tidak terkontrol, hipertensi dapat menimbulkan beberapa penyakit komplikasi seperti gagal jantung, gangguan otak, gagal ginjal, stroke, dan kerusakan retina.

“Hipertensi memiliki faktor resiko yang tidak bisa diperbaiki yakni umur diatas 40 tahun, jenis kelamin yang kebanyakan laki-laki dan riwayat keluarga (genetik). Sedangkan untuk faktor risiko yang bisa diperbaiki yaitu kegemukan, kurang aktivitas fisik, merokok, diet tinggi lemak, mengonsumsi alkohol, dan stres,” paparnya.

Baca Juga:  Diduga Berkelahi dengan Teman, Siswa SMK di Pekanbaru Alami Pendarahan Otak hingga Meninggal

Kepada masyarakat, dr Anwar Soleh menyampaikan untuk rutin memeriksakan tekanan darah dan apabila terdeteksi hipertensi untuk segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan tunggu hingga bergejala karena bisa saja ketika bergejala menandakan telah terjadi komplikasi di dalam tubuh.

“Dianjurkan untuk orang yang menderita hipertensi untuk melakukan diet DASH. Diet tersebut merupakan diet yang dirancang untuk mencegah terjadinya lonjakan dan mengurangi tekanan darah pada penderita hipertensi,” ujarnya.

Dipaparkan dr Anwar, Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) adalah sebuah pola makan yang dirancang khusus untuk membantu mengelola tekanan darah. Prinsip-prinsip utama dari diet DASH yakni mengonsumsi 4-5 porsi sayuran dan dan 4-5 porsi buah setiap hari.

Baca Juga:  Penting Mengenal Gejala Kanker Sejak Dini 

“Biji-bijian utuh seperti beras merah, gandum utuh, oatmeal. Protein rendah lemak seperti ayam tanpa kulit, ikan, dan kacang-kacangan. Produk susu (yogurt, keju,susu) rendah atau tanpa lemak,” paparnya.(sol)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari