Categories: Pekanbaru

Ditawari Jadi Jukir, Pak Ogah Menolak

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) –  Keberadaan pak ogah di u-turn beberapa ruas jalan di Kota Pekanbaru ditengarai menjadi salah satu penyebab terjadinya kemacetan. Dinas Perhubungan (Dishub) Pekanbaru meminta masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada para pak ogah tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Pekanbaru Yuliarso mengakui Dinas Perhubungan Pekanbaru memiliki keterbatasan untuk menindak pak ogah tersebut.

"Pak ogah ini termasuk dalam gangguan lalu lintas. Sudah ada tindakan bersama Forum Lalu Lintas Kota Pekanbaru. Namun ini seperti menyelesaikan antara kucing dan tikus. Saat ada petugas, mereka hilang, begitu sebaliknya," ungkap Yuliarso, Rabu (23/3).

Untuk menyelesaikan masalah pak ogah ini, Yuliarso meminta dukungan masyarakat dengan tidak memberikan tips atau uang. Karena dinilai sudah menyalahi.

"Kita akui, memang ada rasa iba atau kasihan, tapi sesungguhnya itu sangat mengganggu lalu lintas. Belum lagi menyangkut keselamatan dari pak ogah itu sendiri," bebernya.

Dikatakan Yuliarso, pihaknya pernah berupaya untuk menghentikan aktivitas dari pak ogah dengan menawarkan untuk beralih menjadi juru parkir yang jelas kerja dan pendapatannya.

"Tapi mereka (pak ogah, red) tidak mau menjadi Jukir," tuturnya sambil menegaskan, pihaknya akan selalu mengawasi dan melakukan penertiban pak ogah ini.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Pekanbaru Fathullah mengaku sudah banyak keluhan dari masyarakat terkait keberadaan pak ogah di u-turn ini.

"Pak ogah ini perlu ditertibkan, jangan dikasih cela untuk mengambil peran Dishub maupun Satlantas. Banyak keluhan masyarakat, dan tak lancar lalin di setiap u-turn itu," katanya, Rabu (23/3).

Disebutkannya lagi, pak ogah ini diyakini bukan masyarakat Pekanbaru, melainkan orang luar daerah yang mencari hidup dengan cara mengganggu lalin Pekanbaru. "Tangkap dan serahkan ke Dinsos. Berikan peringatan," ujarnya.

Disambungnya lagi, jika Pemerintah bisa mencarikan solusi dengan memberikan pekerjaan lain kepada pak ogah itu dinilai lebih baik. "Tapi saya yakin tak kan mau pak ogah itu karena sudah merasa enak jadi pak ogah," tuturnya.

Ia pun mengusulkan agar Dishub atau Satlantas menyiagakan petugas setiap hari di u-turn. "Jangan kasih cela untuk pak ogah beraksi, karena ketertiban lalin bukan tugas pak ogah. Harus ditindak tegas," kata anggota Komisi I ini.(gus)

 

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Pemko Pekanbaru Pastikan Program Berobat Gratis UHC Tetap Berlanjut

Pemko Pekanbaru memastikan program berobat gratis UHC terus berlanjut dengan anggaran Rp111 miliar setelah tunggakan…

2 hari ago

Defisit APBN Bisa Nol, Menkeu Ingatkan Dampak ke Ekonomi

Menkeu Purbaya menyebut APBN bisa tanpa defisit, namun berisiko besar bagi ekonomi. Defisit 2025 dijaga…

2 hari ago

DPRD Pekanbaru Minta Satgas Tertibkan Kabel FO Meski Perda Belum Rampung

DPRD Pekanbaru mendukung Satgas Penertiban Kabel FO tetap bekerja meski perda belum disahkan demi keselamatan…

2 hari ago

ASN Terlibat Narkoba, Sekda Inhu Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi

Sekda Inhu menegaskan tidak ada toleransi bagi ASN yang terlibat narkoba dan mendukung penuh proses…

2 hari ago

Rekor Unggul, Jojo Siap Tempur Hadapi Kodai di Perempat Final Malaysia Open 2026

Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil Indonesia di perempat final Malaysia Open 2026 dan siap menghadapi…

2 hari ago

Kabar Baik, Gaji ASN dan PPPK Meranti Mulai Dibayar

Pemkab Kepulauan Meranti mulai mencairkan gaji ASN dan PPPK Januari 2026 serta tunda bayar 2024…

2 hari ago