Pemuda Desa Pangkalan Batang Barat, Bengkalis setelah berbuka puasa langsung bergotong royong membangun menara lampu colok untuk dilombakan dalam Festival Lampu Colok, Sabtu (7/3/2026) malam.WARGA UNTUK RIAU POS
BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Pemuda Desa Pangkalan Batang Barat, Kecamatan Bengkalis, menyiapkan sekitar 10 ribu botol lampu colok untuk menghiasi menara berbentuk masjid yang akan memeriahkan tradisi lampu colok menjelang akhir Ramadan.
Ketua Menara 2 Lampu Colok Desa Pangkalan Batang Barat, Syahrul mengatakan, persiapan pembangunan menara lampu colok telah dilakukan para pemuda sejak beberapa waktu lalu.
Menurutnya, keputusan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Bengkalis yang kembali menggelar lomba lampu colok tahun ini semakin menambah semangat panitia dan masyarakat untuk ikut berpartisipasi.
“Kami bersyukur jika tahun ini kembali dilombakan oleh Disparbudpora Bengkalis. Sejak awal para pemuda memang sudah menargetkan untuk ikut serta dan mulai mempersiapkan pembangunan menara lampu colok,” ujar Syahrul, Ahad (8/3).
Ia menjelaskan, tradisi lampu colok merupakan salah satu warisan budaya masyarakat yang selalu dinantikan setiap menjelang penghujung Ramadan. Selain menghadirkan keindahan cahaya di malam hari, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan warga.
Pembangunan menara lampu colok biasanya dilakukan secara gotong royong oleh para pemuda bersama masyarakat setempat. Sumber pendanaan berasal dari berbagai pihak, mulai dari bantuan desa, proposal yang diajukan kepada sejumlah instansi, hingga sumbangan masyarakat.
Syahrul menyebutkan, biaya pembangunan satu menara lampu colok dapat mencapai puluhan juta rupiah, tergantung desain dan bahan yang digunakan.
“Untuk satu menara, biaya paling kecil sekitar Rp20 juta. Namun jika masih ada bahan yang bisa dipakai dari tahun sebelumnya, biasanya akan dimanfaatkan kembali agar biaya bisa lebih hemat,” jelasnya.
Meski membutuhkan biaya yang tidak sedikit, antusiasme masyarakat dalam mendukung tradisi lampu colok tetap tinggi. Banyak warga yang ikut menyumbang dana maupun membantu proses pengerjaan menara.
Ia juga mengungkapkan, masyarakat sering menanyakan kepada panitia apabila pembangunan lampu colok belum dimulai seperti biasanya.
“Kadang masyarakat bertanya kenapa belum dibuat. Artinya mereka memang menunggu tradisi ini setiap Ramadan,” katanya.
Untuk tahun ini, menara lampu colok di Pangkalan Batang Barat mengusung desain berbentuk masjid. Saat ini proses pengerjaan telah mencapai sekitar 90 persen dan tinggal tahap penyelesaian sebelum menara tersebut ditegakkan.(ksm)
Polisi dalami kasus lansia tewas di Rumbai, Pekanbaru. Olah TKP kedua dilakukan, empat saksi diperiksa,…
Antrean panjang BBM terjadi di Pekanbaru. Warga rela antre hingga satu jam, bahkan membeli eceran…
Jalan di Lubuk Betung Rohul kini mulus usai diaspal. Warga rasakan manfaatnya dan ucapkan terima…
SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…
Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…
Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…