Categories: Pekanbaru

Riau Jadi Prioritas Rehabilitasi Mangrove

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Provinsi Riau merupakan salah satu provinsi prioritas rehabilitasi mangrove nasional, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 120 tahun 2020 tentang Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). BRGM mempunyai tugas memfasilitasi percepatan pelaksanaan restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Komite Investasi Provinsi Riau Budi Hidayat mengatakan, dalam pelaksanaannya, BRGM mendapat berbagai macam sumber pendanaan, salah satunya adalah Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) khusus di empat provinsi target yaitu Provinsi Sumatera Utara, Riau, Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Utara.

“Pada pelaksanaan kegiatan rehabilitasi, BRGM menggunakan pendekatan 3M yaitu mempertahankan, meningkatkan dan memulihkan. Pendekatan tersebut dilakukan melalui program Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM),” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, program DMPM merupakan salah satu bagian dari fungsi menghimpun dan menampung partisipasi dan dukungan masyarakat dalam pelaksanaan rehabilitasi mangrove. Oleh karena itu, Program DMPM menggunakan pendekatan pembangunan desa partisipatif berbasis Kesatuan Lanskap Mangrove dalam upaya mendorong pengelolaan mangrove.

“Program DMPM dapat diintegrasikan dalam empat bidang utama yaitu penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat secara simultan,” sebutnya.

Untuk memastikan program rehabilitasi mangrove dapat terus berlangsung secara berkelanjutan, aspek penguatan kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat untuk penghidupan masyarakat sekitar mangrove di tingkat desa menjadi faktor penting dalam pelaksanaan rehabilitasi mangrove.

“BRGM telah melaksanakan asesmen potensi desa dan pasar lokal produk masyarakat ekosistem mangrove pada Provinsi Riau, diketahui beberapa faktor peyebab terkendalanya pengembangan kelembagaan ekonomi adalah kurangnya pemahaman terkait manajemen kelompok, perencanaan usaha dan pengelolaan keuangan,” ujarnya.

Disebutkannya, ekosistem mangrove di Provinsi Riau mengalami tekanan yang luar biasa. Pembalakan secara ilegal kayu bakau baik untuk industri arang, bahan pondasi rumah, tambak udang dan keperluan manusia lainnya menyebabkan degradasiekosistem mangrove yang berdampak luas.

“Hilangnya ekosistem mangrove pada beberapa kabupaten yang terletak di pesisir timur Pulau Sumatra menyebabkan abrasi yang cukup hebat yakni di Bengkalis dan Meranti. Abrasi yang terjadi sudah menggerus ekosistem gambut yang ada. Berdasarkan data yang ada, sekitar 482 Km panjang pantai di Provinsi Riau terdampak abrasi,” paparnya.

Akibat abrasi, formasi mangrove yang harusnya menjadi barier terhadap gelombang besar Selat Melaka sekarang telah hilang, tanah gambut yang rapuh tentu dengan mudah akan terkikis, tersapu gelombang. Karena itu, rehabilitasi mangrove dilakukan secara menyeluruh baik dari aspek sosial terutama fungsi kawasan, kepemilikan lahan dan kesiapan masyarakat, aspek ekologis di mana rencana rehabilitasi disesuaikan dengan kebutuhan rehabilitasi dan pelajaran dari rehabilitasi terdahulu, aspek ekonomi dan dukungan kebijakan yang relevan.

“Diharapkan dengan proyek mangrove untuk ketahanan masyarakat di kawasan pesisir mampu meningkatkanpengelolaan mangrove yang lebih baik dan meningkatkan ketahanan masyarakat pesisir,” harapnya.(gem)

Laporan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Mantan Dirut PT SPRH Divonis 11 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi PI Rp64,2 Miliar

Mantan Dirut PT SPRH Rahman divonis 11 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI 10…

1 hari ago

Kebakaran Hebat di Jalan Belimbing Pekanbaru, Lima Kios Ludes Dilalap Api

Kebakaran menghanguskan lima kios di Jalan Belimbing, Pekanbaru. Damkar mengerahkan tujuh armada dan berhasil mencegah…

1 hari ago

Rapat Banggar Berujung Kericuhan, Bentrokan Pecah di Gedung DPRD Riau

Kericuhan di DPRD Riau usai rapat Banggar memicu bentrokan dua kubu. Polisi menyelidiki insiden, sementara…

1 hari ago

Polisi Ungkap Temuan Baru Kematian Dokter PPDS di Siak, Dua Jenis Obat Disita dari TKP

Polres Siak menyebut belum ditemukan tanda kekerasan secara kasat mata pada dokter PPDS yang meninggal.…

1 hari ago

Bupati Inhu Dorong UMKM Urus Sertifikat Halal Gratis, OPD Diminta Aktif Dampingi

Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…

2 hari ago

APHI Riau Dorong Pelaku Usaha Hutan Garap Peluang Bisnis Karbon Lewat Aturan Baru

APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…

2 hari ago