Situasi ruas Jalan Banglas Kecamatan Tebingtinggi yang mati lampu, sebelum perbaikan jaringan listrik rampung oleh tim PLN ULP Selatpanjang, Jumat (17/6/2026) malam. Wira saputra/riau pos
SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Pasokan listrik di Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, sempat padam total selama beberapa jam pada Jumat (17/7). PLN mengungkap pemadaman tersebut dipicu tiga gangguan yang terjadi secara beruntun, mulai dari robohnya tiang listrik, gangguan satwa liar, hingga beban berlebih pada jaringan distribusi.
Gangguan pertama terjadi sekitar pukul 14.30 WIB setelah satu tiang jaringan distribusi listrik di kawasan Kantor PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Selatpanjang, Jalan Yos Sudarso, ambruk. Akibatnya, aliran listrik ke sejumlah wilayah di Kecamatan Tebingtinggi langsung terhenti.
Manager ULP PT PLN (Persero) Selatpanjang, Roni Saputra, mengatakan hingga kini penyebab pasti robohnya tiang tersebut masih dalam proses investigasi.
Menurutnya, tim masih memeriksa apakah kerusakan dipicu oleh kondisi konstruksi tiang yang telah mengalami penurunan kualitas atau karena pondasi kehilangan daya dukung. Lokasi tiang berada di kawasan rawa dengan karakteristik tanah yang labil sehingga menjadi salah satu faktor yang sedang diteliti.
“Kami masih melakukan evaluasi terhadap penyebab robohnya tiang tersebut. Tim sedang memastikan apakah karena kondisi konstruksi tiang atau faktor pondasi yang berada di area bertanah lunak,” ujar Roni kepada Riau Pos, Jumat (17/7) malam.
Untuk mempercepat pemulihan, petugas melakukan manuver jaringan dengan mengalihkan sebagian beban listrik ke penyulang lain agar pelanggan dapat kembali menikmati pasokan listrik.
Namun proses tersebut kembali terganggu. Saat sebagian jaringan berhasil dinormalkan, seekor monyet mengenai jaringan distribusi sehingga penyulang kembali mengalami trip dan menyebabkan listrik kembali padam.
“Ketika sebagian sistem sudah berhasil dinormalkan, terjadi gangguan lain pada jaringan akibat satwa yang mengakibatkan penyulang kembali trip,” jelasnya.
Setelah gangguan tersebut berhasil ditangani, sistem kembali mengalami pemadaman. Kali ini penyebabnya adalah beban berlebih (overload) pada penyulang yang menerima pengalihan pasokan listrik.
Menurut Roni, beban yang dialihkan melebihi kapasitas jaringan sehingga sistem proteksi otomatis bekerja untuk mengamankan peralatan kelistrikan.
“Karena beban dialihkan ke penyulang lain, kapasitas jaringan yang menerima pengalihan tidak mampu menampung seluruh beban. Akibatnya terjadi pemadaman kembali sebelum dilakukan normalisasi,” terangnya.
Petugas kemudian melanjutkan penggantian dan perbaikan tiang yang ambruk. Setelah pekerjaan selesai, sistem kelistrikan berhasil dinormalkan sekitar pukul 20.05 WIB. Pasokan listrik kepada pelanggan pun kembali pulih secara bertahap.
Roni menegaskan, gangguan tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan kekurangan pasokan listrik dari pembangkit.
Ia menjelaskan, seluruh unit pembangkit di sistem kelistrikan Selatpanjang tetap beroperasi normal. Daya mampu pembangkit mencapai sekitar 18 megawatt, sedangkan beban puncak hanya berada di kisaran 15 megawatt. Dengan demikian, masih tersedia cadangan daya sekitar 3 megawatt.
“Saat ini kondisi pembangkit aman. Daya mampu pembangkit mencapai sekitar 18 megawatt, sementara beban puncak berada di kisaran 15 megawatt. Artinya masih tersedia cadangan daya sekitar 3 megawatt. Gangguan yang terjadi murni berada pada sisi jaringan distribusi, bukan karena kekurangan pasokan listrik,” tegasnya.
PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Ke depan, perusahaan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jaringan dan infrastruktur kelistrikan, terutama pada titik-titik yang berada di kawasan bertanah lunak. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan keandalan sistem distribusi dan meminimalkan potensi gangguan serupa.
“Kami berkomitmen terus meningkatkan keandalan sistem distribusi. Evaluasi terhadap kondisi aset dan jaringan akan kami lakukan secara berkala agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” tutup Roni.(wir)
Analisis mendalam final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina, membedah kekuatan, strategi, serta peluang…
Pimpinan Universitas Riau mendatangi Polres Siak dan TKP tewasnya dokter PPDS Alex Cristo Lotis. Polisi…
Terduga pengedar pil ekstasi di Pekanbaru dilumpuhkan setelah menyerang polisi dengan cutter saat penangkapan. Satu…
Buaya sepanjang 2,5 meter yang meresahkan warga Sungai Gaung, Inhil, selama tiga bulan akhirnya berhasil…
Mahasiswa UNPRI Kampus Pekanbaru meraih empat penghargaan di ajang LETIN 8 tingkat nasional, mulai dari…
Pemprov Riau menggelar nobar final Piala Dunia 2026 di halaman Kantor Gubernur Riau. Masyarakat diundang…