Jumat, 4 April 2025
spot_img

Menunggu Kelanjutan PPKM Level 1

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kelanjutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 yang berakhir, Senin (6/12) belum ditentukan. Hal ini masih menunggu hasil evaluasi Satgas Covid-19 nasional.

Hasil evaluasi Senin baru akan ditentukan Senin malam. Namun, dari evaluasi Satgas Covid-19 Kota Pekanbaru, kasus positif cenderung stabil walaupun sempat terjadi lonjakan kasus pada pekan lalu.

"Kami masih menunggu hasil evaluasi Satgas Covid-19 Nasional yang diumumkan nanti malam," kata Asisten I Setdako Pekanbaru, Syoffaizal, Senin (6/12) siang.

Menurutnya, pemerintah kota belum bisa memastikan untuk tetap menerapkan PPKM level 1. Status PPKM di Kota Pekanbaru tergantung hasil evaluasi Satgas nasional.

Pemerintah kota berencana menggelar rapat evaluasi PPKM level 1 pada Selasa (7/12) pagi. Rapat evaluasi ini juga melibatkan unsur Forkopimda Pekanbaru. "Besok pagi (hari jni, red) kita rapat evaluasi bersama Forkopimda, sekalian persiapan Natal dan Tahun Baru," terangnya.

Dirinya menilai, ada pengaruh akibat lonjakan kasus positif dari klaster sekolah pada pekan kemarin. Ada tambahan 127 kasus positif dari klaster sekolah swasta. Namun untuk tambahan kasus positif harian berkisar dua kasus satu harinya.

Baca Juga:  Wajib Masker Ganda

"Semalam tambahan kasus dua orang, dari Marpoyan Damai. Mudah-mudahan dari evaluasi Satgas nasional kita masih bisa bertahan pada PPKM level 1," ungkapnya.

Sementara data dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, jumlah kasus aktif saat ini sebanyak 141 kasus. Jumlah ini cenderung menurun pada akhir pekan kemarin yang sampai pada 160 kasus aktif.

"Kami mengimbau masyarakat tetap disiplin menjalankan prokes. Jangan abai walaupun kita berada pada PPKM level 1. Apalagi jelang libur natal dan tahun baru mobilitas masyarakat cukup tinggi," tutupnya.

Abai Masker Mendominasi

Dalam pada itu, dua pekan sudah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 berlaku di Kota Pekanbaru. Dalam penerapannya, pelanggaran masyarakat yang abai menggunakan masker mendominasi.

PPKM level 1 berakhir pada Senin (6/12) dan segera diputuskan kelanjutannya. Tim Penegakkan Hukum (Gakkum) Satgas Covid-19 masih menemukan banyak pelanggaran protokol kesehatan (prokes).

"Pelanggaran masih ada. Pelanggarannya tidak pakai masker, itu saja," kata Kasatpol PP Kota Pekanbaru, Iwan Samuel Parlindungan Simatupang, Senin (6/12).

Baca Juga:  International Women Day, Perempuan Rahim Peradaban

Menurutnya, selama penerapan PPKM level 1, tim Gakkum Satgas Covid-19 tetap melakukan pengawasan. Mereka melakukan patroli ke titik keramaian seperti tempat kuliner dan hiburan umum.

Selama patroli berlangsung total seratusan warga terjaring melanggar prokes selama penerapan PPKM level 1. Untuk penindakan sendiri, disampaikannya lebih kepada pembinaan berupa sanksi teguran lisan dan tertulis. "Jadi penindakan kita di level 1 ini hanya teguran saja," terang Iwan.

Sementara untuk tempat usaha, lanjut Iwan, juga didapati masih ada yang belum disiplin mematuhi prokes. "Meski sudah banyak diberi kelonggaran di PPKM level 1 ini, tapi tingkat kepatuhannya memang masih kurang. Kalau untuk sanksi sama, teguran lisan dan tertulis juga, lebih ke pembinaan," pungkasnya.

Ia memastikan, Satpol PP sebagai kordinator tim Gakkum Satgas Covid-19 tetap melakukan patroli bersama aparat TNI dan Polri. "Kita berupaya mendisiplinkan masyarakat agar tertib menjalankan prokes, terutama dalam menggunakan masker dan menjaga jarak, " singkatnya.(ali/yls/rio)

 

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kelanjutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 yang berakhir, Senin (6/12) belum ditentukan. Hal ini masih menunggu hasil evaluasi Satgas Covid-19 nasional.

Hasil evaluasi Senin baru akan ditentukan Senin malam. Namun, dari evaluasi Satgas Covid-19 Kota Pekanbaru, kasus positif cenderung stabil walaupun sempat terjadi lonjakan kasus pada pekan lalu.

"Kami masih menunggu hasil evaluasi Satgas Covid-19 Nasional yang diumumkan nanti malam," kata Asisten I Setdako Pekanbaru, Syoffaizal, Senin (6/12) siang.

Menurutnya, pemerintah kota belum bisa memastikan untuk tetap menerapkan PPKM level 1. Status PPKM di Kota Pekanbaru tergantung hasil evaluasi Satgas nasional.

Pemerintah kota berencana menggelar rapat evaluasi PPKM level 1 pada Selasa (7/12) pagi. Rapat evaluasi ini juga melibatkan unsur Forkopimda Pekanbaru. "Besok pagi (hari jni, red) kita rapat evaluasi bersama Forkopimda, sekalian persiapan Natal dan Tahun Baru," terangnya.

Dirinya menilai, ada pengaruh akibat lonjakan kasus positif dari klaster sekolah pada pekan kemarin. Ada tambahan 127 kasus positif dari klaster sekolah swasta. Namun untuk tambahan kasus positif harian berkisar dua kasus satu harinya.

Baca Juga:  Siapkan Diri Jadi yang Terbaik

"Semalam tambahan kasus dua orang, dari Marpoyan Damai. Mudah-mudahan dari evaluasi Satgas nasional kita masih bisa bertahan pada PPKM level 1," ungkapnya.

Sementara data dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, jumlah kasus aktif saat ini sebanyak 141 kasus. Jumlah ini cenderung menurun pada akhir pekan kemarin yang sampai pada 160 kasus aktif.

"Kami mengimbau masyarakat tetap disiplin menjalankan prokes. Jangan abai walaupun kita berada pada PPKM level 1. Apalagi jelang libur natal dan tahun baru mobilitas masyarakat cukup tinggi," tutupnya.

Abai Masker Mendominasi

Dalam pada itu, dua pekan sudah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 berlaku di Kota Pekanbaru. Dalam penerapannya, pelanggaran masyarakat yang abai menggunakan masker mendominasi.

PPKM level 1 berakhir pada Senin (6/12) dan segera diputuskan kelanjutannya. Tim Penegakkan Hukum (Gakkum) Satgas Covid-19 masih menemukan banyak pelanggaran protokol kesehatan (prokes).

"Pelanggaran masih ada. Pelanggarannya tidak pakai masker, itu saja," kata Kasatpol PP Kota Pekanbaru, Iwan Samuel Parlindungan Simatupang, Senin (6/12).

Baca Juga:  International Women Day, Perempuan Rahim Peradaban

Menurutnya, selama penerapan PPKM level 1, tim Gakkum Satgas Covid-19 tetap melakukan pengawasan. Mereka melakukan patroli ke titik keramaian seperti tempat kuliner dan hiburan umum.

Selama patroli berlangsung total seratusan warga terjaring melanggar prokes selama penerapan PPKM level 1. Untuk penindakan sendiri, disampaikannya lebih kepada pembinaan berupa sanksi teguran lisan dan tertulis. "Jadi penindakan kita di level 1 ini hanya teguran saja," terang Iwan.

Sementara untuk tempat usaha, lanjut Iwan, juga didapati masih ada yang belum disiplin mematuhi prokes. "Meski sudah banyak diberi kelonggaran di PPKM level 1 ini, tapi tingkat kepatuhannya memang masih kurang. Kalau untuk sanksi sama, teguran lisan dan tertulis juga, lebih ke pembinaan," pungkasnya.

Ia memastikan, Satpol PP sebagai kordinator tim Gakkum Satgas Covid-19 tetap melakukan patroli bersama aparat TNI dan Polri. "Kita berupaya mendisiplinkan masyarakat agar tertib menjalankan prokes, terutama dalam menggunakan masker dan menjaga jarak, " singkatnya.(ali/yls/rio)

 

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Menunggu Kelanjutan PPKM Level 1

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kelanjutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 yang berakhir, Senin (6/12) belum ditentukan. Hal ini masih menunggu hasil evaluasi Satgas Covid-19 nasional.

Hasil evaluasi Senin baru akan ditentukan Senin malam. Namun, dari evaluasi Satgas Covid-19 Kota Pekanbaru, kasus positif cenderung stabil walaupun sempat terjadi lonjakan kasus pada pekan lalu.

"Kami masih menunggu hasil evaluasi Satgas Covid-19 Nasional yang diumumkan nanti malam," kata Asisten I Setdako Pekanbaru, Syoffaizal, Senin (6/12) siang.

Menurutnya, pemerintah kota belum bisa memastikan untuk tetap menerapkan PPKM level 1. Status PPKM di Kota Pekanbaru tergantung hasil evaluasi Satgas nasional.

Pemerintah kota berencana menggelar rapat evaluasi PPKM level 1 pada Selasa (7/12) pagi. Rapat evaluasi ini juga melibatkan unsur Forkopimda Pekanbaru. "Besok pagi (hari jni, red) kita rapat evaluasi bersama Forkopimda, sekalian persiapan Natal dan Tahun Baru," terangnya.

Dirinya menilai, ada pengaruh akibat lonjakan kasus positif dari klaster sekolah pada pekan kemarin. Ada tambahan 127 kasus positif dari klaster sekolah swasta. Namun untuk tambahan kasus positif harian berkisar dua kasus satu harinya.

Baca Juga:  Flyover Dijadikan Tempat Nongkrong

"Semalam tambahan kasus dua orang, dari Marpoyan Damai. Mudah-mudahan dari evaluasi Satgas nasional kita masih bisa bertahan pada PPKM level 1," ungkapnya.

Sementara data dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, jumlah kasus aktif saat ini sebanyak 141 kasus. Jumlah ini cenderung menurun pada akhir pekan kemarin yang sampai pada 160 kasus aktif.

"Kami mengimbau masyarakat tetap disiplin menjalankan prokes. Jangan abai walaupun kita berada pada PPKM level 1. Apalagi jelang libur natal dan tahun baru mobilitas masyarakat cukup tinggi," tutupnya.

Abai Masker Mendominasi

Dalam pada itu, dua pekan sudah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 berlaku di Kota Pekanbaru. Dalam penerapannya, pelanggaran masyarakat yang abai menggunakan masker mendominasi.

PPKM level 1 berakhir pada Senin (6/12) dan segera diputuskan kelanjutannya. Tim Penegakkan Hukum (Gakkum) Satgas Covid-19 masih menemukan banyak pelanggaran protokol kesehatan (prokes).

"Pelanggaran masih ada. Pelanggarannya tidak pakai masker, itu saja," kata Kasatpol PP Kota Pekanbaru, Iwan Samuel Parlindungan Simatupang, Senin (6/12).

Baca Juga:  Program TJSL PHR Berharap Dapat Berkontribusi Turunkan Tengkes

Menurutnya, selama penerapan PPKM level 1, tim Gakkum Satgas Covid-19 tetap melakukan pengawasan. Mereka melakukan patroli ke titik keramaian seperti tempat kuliner dan hiburan umum.

Selama patroli berlangsung total seratusan warga terjaring melanggar prokes selama penerapan PPKM level 1. Untuk penindakan sendiri, disampaikannya lebih kepada pembinaan berupa sanksi teguran lisan dan tertulis. "Jadi penindakan kita di level 1 ini hanya teguran saja," terang Iwan.

Sementara untuk tempat usaha, lanjut Iwan, juga didapati masih ada yang belum disiplin mematuhi prokes. "Meski sudah banyak diberi kelonggaran di PPKM level 1 ini, tapi tingkat kepatuhannya memang masih kurang. Kalau untuk sanksi sama, teguran lisan dan tertulis juga, lebih ke pembinaan," pungkasnya.

Ia memastikan, Satpol PP sebagai kordinator tim Gakkum Satgas Covid-19 tetap melakukan patroli bersama aparat TNI dan Polri. "Kita berupaya mendisiplinkan masyarakat agar tertib menjalankan prokes, terutama dalam menggunakan masker dan menjaga jarak, " singkatnya.(ali/yls/rio)

 

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kelanjutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 yang berakhir, Senin (6/12) belum ditentukan. Hal ini masih menunggu hasil evaluasi Satgas Covid-19 nasional.

Hasil evaluasi Senin baru akan ditentukan Senin malam. Namun, dari evaluasi Satgas Covid-19 Kota Pekanbaru, kasus positif cenderung stabil walaupun sempat terjadi lonjakan kasus pada pekan lalu.

"Kami masih menunggu hasil evaluasi Satgas Covid-19 Nasional yang diumumkan nanti malam," kata Asisten I Setdako Pekanbaru, Syoffaizal, Senin (6/12) siang.

Menurutnya, pemerintah kota belum bisa memastikan untuk tetap menerapkan PPKM level 1. Status PPKM di Kota Pekanbaru tergantung hasil evaluasi Satgas nasional.

Pemerintah kota berencana menggelar rapat evaluasi PPKM level 1 pada Selasa (7/12) pagi. Rapat evaluasi ini juga melibatkan unsur Forkopimda Pekanbaru. "Besok pagi (hari jni, red) kita rapat evaluasi bersama Forkopimda, sekalian persiapan Natal dan Tahun Baru," terangnya.

Dirinya menilai, ada pengaruh akibat lonjakan kasus positif dari klaster sekolah pada pekan kemarin. Ada tambahan 127 kasus positif dari klaster sekolah swasta. Namun untuk tambahan kasus positif harian berkisar dua kasus satu harinya.

Baca Juga:  International Women Day, Perempuan Rahim Peradaban

"Semalam tambahan kasus dua orang, dari Marpoyan Damai. Mudah-mudahan dari evaluasi Satgas nasional kita masih bisa bertahan pada PPKM level 1," ungkapnya.

Sementara data dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, jumlah kasus aktif saat ini sebanyak 141 kasus. Jumlah ini cenderung menurun pada akhir pekan kemarin yang sampai pada 160 kasus aktif.

"Kami mengimbau masyarakat tetap disiplin menjalankan prokes. Jangan abai walaupun kita berada pada PPKM level 1. Apalagi jelang libur natal dan tahun baru mobilitas masyarakat cukup tinggi," tutupnya.

Abai Masker Mendominasi

Dalam pada itu, dua pekan sudah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 berlaku di Kota Pekanbaru. Dalam penerapannya, pelanggaran masyarakat yang abai menggunakan masker mendominasi.

PPKM level 1 berakhir pada Senin (6/12) dan segera diputuskan kelanjutannya. Tim Penegakkan Hukum (Gakkum) Satgas Covid-19 masih menemukan banyak pelanggaran protokol kesehatan (prokes).

"Pelanggaran masih ada. Pelanggarannya tidak pakai masker, itu saja," kata Kasatpol PP Kota Pekanbaru, Iwan Samuel Parlindungan Simatupang, Senin (6/12).

Baca Juga:  Berharap Diperbaiki, Jalan Parit Indah Amblas

Menurutnya, selama penerapan PPKM level 1, tim Gakkum Satgas Covid-19 tetap melakukan pengawasan. Mereka melakukan patroli ke titik keramaian seperti tempat kuliner dan hiburan umum.

Selama patroli berlangsung total seratusan warga terjaring melanggar prokes selama penerapan PPKM level 1. Untuk penindakan sendiri, disampaikannya lebih kepada pembinaan berupa sanksi teguran lisan dan tertulis. "Jadi penindakan kita di level 1 ini hanya teguran saja," terang Iwan.

Sementara untuk tempat usaha, lanjut Iwan, juga didapati masih ada yang belum disiplin mematuhi prokes. "Meski sudah banyak diberi kelonggaran di PPKM level 1 ini, tapi tingkat kepatuhannya memang masih kurang. Kalau untuk sanksi sama, teguran lisan dan tertulis juga, lebih ke pembinaan," pungkasnya.

Ia memastikan, Satpol PP sebagai kordinator tim Gakkum Satgas Covid-19 tetap melakukan patroli bersama aparat TNI dan Polri. "Kita berupaya mendisiplinkan masyarakat agar tertib menjalankan prokes, terutama dalam menggunakan masker dan menjaga jarak, " singkatnya.(ali/yls/rio)

 

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari