Categories: Pekanbaru

Faskes Mitra dan Puskesmas Harus Sukseskan Program JKPB

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Program Universal Health Coverage (UHC) di Kota Pekanbaru dengan nama Jaminan Kesehatan Pekanbaru Bertuah (JKPB) dinilai banyak memberi manfaat kepada masyarakat Kota Bertuah. Agar layanan kesehatan ini berjalan baik, semua puskesmas dan fasilitas keseharan (faskes) mitra tidak ada yang menolak masyarakat yang datang berobat.

”Kami selaku wakil rakyat di parlemen tentu berharap agar program UHC Pekanbaru ini berjalan sebagaimana mestinya. Karena ada banyak anggaran di sana untuk masyarakat. Kami minta jangan hanya lip service belaka, tapi buktikan, jangan ada masyarakat yang mengeluh, atau tidak mendapatkan layanan dengan baik,” kata anggota DPRD Kota Pekanbaru H Ervan kepada wartawan, Ahad (4/2).

Untuk itu, politisi Gerindra ini juga minta, selain terus melakukan sosialisasi ke bawah, baik kepada masyarakat maupun kepada penyedia faskes, baik itu puskesmas maupun rumah sakit swasta mitra pemerintah, atau bahkan RSD Madani dan RSUD Arifin Achmad. Pemerintah juga mesti melakukan pengawasan, dan juga harus ada sanksi tegas kepada faskes yang dikeluhkan masyarakat.

”Artinya, semua harus diawasi, dan juga diberi sanksi tegas. Karena saat ini tidak boleh ada lagi rumah sakit yang tidak paham dengan UCH, atau menolak pasien UHC yang berobat hanya dengan membawa KTP, layani maksimal,” tutur Ervan.

Menjawab banyak keraguan masyarakat kota Pekanbaru, Plt Kadis Kesehatan dr Arnaldo Eka Putra SpPD menegaskan bahwa fasilitas kesehatan (faskes) yakni rumah sakit yang sudah bermitra dengan pemko. 21 puskesmas pun dinyatakan siap menyukseskan program Jaminan Kesehatan Pekanbaru Bertuah (JKPB) atau UCH bagi masyarakat.

”Termasuk program doctor on call, kami siap memberikan layanan terbaik,” katanya kepada wartawan.

Ditambahkannya, pelayanan yang dimaksud dalam 24 jam, tanpa membawa syarat apapun, selain KTP Kota Pekanbaru. ”Kami pastikan tidak ada (puskesmas, red) yang tidak paham soal JKPB atau UHC dan tidak boleh ada yang menolak lagi. Semuanya sudah ikut instruksi. Kami juga setiap saat mengawasinya,” kata lelaki yang akrab dipanggil Dokter Naldo ini.

Berdasarkan pernyataan dari Pj Wali Kota Pekanbaru Muflihun, bagi puskesmas yang berani menolak pasien doctor on call, maka kepala puskesmasnya akan dicopot langsung.

Ditegaskannya, sejak dirinya dipercaya menakhodai Diskes Pekanbaru, 2 Januari 2024 lalu, langsung tancap gas dan turun ke lapangan. Setiap hari road show ke Puskesmas dan rumah sakit, menyampaikan program Pj Wali Kota Muflihun, terutama soal UHC dan doctor on call.(gus)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Kejati Riau Bongkar Dugaan Korupsi Dumai, 11 Lokasi Sudah Digeledah

Kejati Riau telah menggeledah 11 lokasi terkait dugaan korupsi jasa kapal di Dumai dan menyita…

19 jam ago

56 ASN Rohul Berangkat Haji, Bupati Ingatkan Fisik dan Etika

Bupati Rohul melepas 56 JCH Korpri menuju Tanah Suci. Jemaah diingatkan menjaga kesehatan, sikap, dan…

2 hari ago

Pickup Bertanki Modifikasi Dipakai Timbun Solar, Dua Pelaku Dibekuk

Polres Siak menangkap dua pelaku penyalahgunaan biosolar subsidi dengan modus mobil tangki modifikasi dan barcode…

3 hari ago

252 Kuota Diperebutkan, SKO Riau Saring Atlet Muda Lewat Tes Ketat

Sebanyak 422 calon siswa berebut 252 kursi di SKO Riau. Seleksi ketat digelar untuk menjaring…

3 hari ago

Tanpa Dokumen Resmi, Puluhan Ton Bawang dan Cabai Dimusnahkan di Tembilahan

Sebanyak 48,39 ton komoditas pangan ilegal dimusnahkan di Inhil. Barang tanpa dokumen ini dinilai berbahaya…

3 hari ago

Bandel Jualan di Trotoar, PKL HR Soebrantas Jadi Target Utama Penertiban

Pemko Pekanbaru prioritaskan penertiban PKL di Jalan HR Soebrantas dengan pendekatan humanis demi menjaga ketertiban…

3 hari ago