Suasana kegiatan jual beli di Pasar Pulau Payung, Ahad (26/5/2024). (SYAHRI RAMLAN/DUMAI)
DUMAI (RIAUPOS.CO) – Harga sembilan bahan pokok (sembako) di pasaran, khususnya di Pasar Pulau Payung hingga kemarin masih terasa stabil. Seiring dengan itu, keberadaan stok sejumlah komoditi maupun sembako hingga kemarin masih mudah ditemukan oleh masyarakat.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Riau Pos di Pasar Pulau Payung kemarin menyebutkan, harga beras masih berkisar antara Rp13.100 per kg sampai Rp 15.800 per kg. Gula pasir baik curah maupun kemasan harganya berkisar antara Rp18 ribu per kg sampai Rp19 ribu per kg.
Untuk cabai merah keriting harganya Rp50 ribu per kg , cabai merah besar Rp70 ribu per kg , cabai rawit merah Rp 60 ribu per kg , cabai rawit hijau Rp40 ribu per kg. Sedangkan minyak goreng curah Rp14 ribu per liter. Untuk dalam kemasan harg anya berkisar Rp14.500 per liter hingga Rp20 ribu per liter.
Harga daging ayam ras potong masih bertahan di harga Rp30 ribu per kg. Telur ayam rasa masih bertahan yakni Rp 30.600 per kg. Untuk daging sapi segar harganya Rp140 ribu per kg. Dan daging beku Rp80 ribu per kg.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Dumai Fridarson yang dihubungi Riau Pos kemarin menjelaskan, sebagian besar harga di pasaran termasuk Sembako boleh dikatakan masih stabil. Hal tersebut diketahui setelah dilakukan pengecekan secara langsung di pasar. ”Dari pengecekan itu diketahui kalau harga Sembako masih stabil,” kata Fridarson.(sah)
Polres Siak menangkap dua pelaku penyalahgunaan biosolar subsidi dengan modus mobil tangki modifikasi dan barcode…
Sebanyak 422 calon siswa berebut 252 kursi di SKO Riau. Seleksi ketat digelar untuk menjaring…
Sebanyak 48,39 ton komoditas pangan ilegal dimusnahkan di Inhil. Barang tanpa dokumen ini dinilai berbahaya…
Pemko Pekanbaru prioritaskan penertiban PKL di Jalan HR Soebrantas dengan pendekatan humanis demi menjaga ketertiban…
Honda PCX Ngasab di Pekanbaru hadirkan pengalaman touring seru sambil memperkenalkan fitur canggih Roadsync kepada…
Puluhan warga kepung Kantor Desa Belantaraya, tuntut kades mundur dan penyelesaian sengketa lahan yang memanas.