Rabu, 1 April 2026
- Advertisement -

Indonesia dan Italia Bahas Ekspor Sawit

ROMA (RIAUPOS.CO) — Indonesia dan Italia sepakat melakukan penguatan kerja sama dan promosi pertanian. Hal ini menjadi bagian MoU antara Kementerian Pertanian RI dengan Kementerian Pertanian, Pangan, dan Kehutanan Republik Italia.

Dalam keterangan resmi seperti dikutip InfoSAWIT, belum lama ini, pertemuan antara Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan Menteri Teresa Bellanova membahas sejumlah isu bilateral, terutama terkait peningkatan nilai perdagangan dan investasi di bidang pertanian antara kedua negara.

Mentan SYL menjelaskan keunggulan komoditas pertanian Indonesia seperti sawit, karet, buah tropis, teh dan rempah-rempah. Dirinya juga mengundang investasi Italia di sektor pertanian dan peternakan di Indonesia. SYL bahkan memastikan, bahwa sektor pertanian Indonesia telah menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) dan dikelola secara sustainable.

Baca Juga:  HSBC Sasar Nasabah Milenial

Secara khusus, kedua menteri membahas ekspor sawit Indonesia. Produk sawit diketahui digunakan dalam industri makanan dan sebagai bahan biodiesel di Italia. Menurut data ekspor sawit Indonesia ke Italia adalah sebesar 570,2 juta dolar AS atau 29,7% dari total ekspor Indonesia ke Italia yang sebesar 1,92 miliar dolar AS. Atau 79,7% dari total ekspor pertanian Indonesia ke Italia yang sebesar 715,6 juta dolar AS.

Sementara dituturkan Menteri Bellanova, dirinya dapat menerima penjelasan bahwa perkebunan kelapa sawit berperan dalam membuka lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Duta Besar RI untuk Italia, Esti Andayani, menilai penandatangan MoU tersebut akan semakin memperkuat hubungan kedua negara dan dapat mendorong pembangunan sektor pertanian di Indonesia.

Baca Juga:  Fitur Makin Lengkap, Sekarang Bisa Beli Token Rp5 Ribu di PLN Mobile

Menurutnya, MoU ter­sebut akan mempermudah pelaksanaan pertu­karan informasi pertanian, pelatihan untuk pe­ningkatan kapasitas serta penyelenggaraan joint research oleh lembaga penelitian pertanian di kedua negara.(int)

ROMA (RIAUPOS.CO) — Indonesia dan Italia sepakat melakukan penguatan kerja sama dan promosi pertanian. Hal ini menjadi bagian MoU antara Kementerian Pertanian RI dengan Kementerian Pertanian, Pangan, dan Kehutanan Republik Italia.

Dalam keterangan resmi seperti dikutip InfoSAWIT, belum lama ini, pertemuan antara Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan Menteri Teresa Bellanova membahas sejumlah isu bilateral, terutama terkait peningkatan nilai perdagangan dan investasi di bidang pertanian antara kedua negara.

Mentan SYL menjelaskan keunggulan komoditas pertanian Indonesia seperti sawit, karet, buah tropis, teh dan rempah-rempah. Dirinya juga mengundang investasi Italia di sektor pertanian dan peternakan di Indonesia. SYL bahkan memastikan, bahwa sektor pertanian Indonesia telah menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) dan dikelola secara sustainable.

Baca Juga:  Lovely Yamaha Lexi Berlangsung Meriah

Secara khusus, kedua menteri membahas ekspor sawit Indonesia. Produk sawit diketahui digunakan dalam industri makanan dan sebagai bahan biodiesel di Italia. Menurut data ekspor sawit Indonesia ke Italia adalah sebesar 570,2 juta dolar AS atau 29,7% dari total ekspor Indonesia ke Italia yang sebesar 1,92 miliar dolar AS. Atau 79,7% dari total ekspor pertanian Indonesia ke Italia yang sebesar 715,6 juta dolar AS.

Sementara dituturkan Menteri Bellanova, dirinya dapat menerima penjelasan bahwa perkebunan kelapa sawit berperan dalam membuka lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan di Indonesia.

- Advertisement -

Duta Besar RI untuk Italia, Esti Andayani, menilai penandatangan MoU tersebut akan semakin memperkuat hubungan kedua negara dan dapat mendorong pembangunan sektor pertanian di Indonesia.

Baca Juga:  Dukung Masyarakat Saat Mudik, BRI Sediakan Layanan Terbatas

Menurutnya, MoU ter­sebut akan mempermudah pelaksanaan pertu­karan informasi pertanian, pelatihan untuk pe­ningkatan kapasitas serta penyelenggaraan joint research oleh lembaga penelitian pertanian di kedua negara.(int)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

ROMA (RIAUPOS.CO) — Indonesia dan Italia sepakat melakukan penguatan kerja sama dan promosi pertanian. Hal ini menjadi bagian MoU antara Kementerian Pertanian RI dengan Kementerian Pertanian, Pangan, dan Kehutanan Republik Italia.

Dalam keterangan resmi seperti dikutip InfoSAWIT, belum lama ini, pertemuan antara Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan Menteri Teresa Bellanova membahas sejumlah isu bilateral, terutama terkait peningkatan nilai perdagangan dan investasi di bidang pertanian antara kedua negara.

Mentan SYL menjelaskan keunggulan komoditas pertanian Indonesia seperti sawit, karet, buah tropis, teh dan rempah-rempah. Dirinya juga mengundang investasi Italia di sektor pertanian dan peternakan di Indonesia. SYL bahkan memastikan, bahwa sektor pertanian Indonesia telah menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) dan dikelola secara sustainable.

Baca Juga:  Dukung Event G20, PLN Bantu Laptop, Peralatan Sekolah dan Renovasi Dermaga di Pulau Messah

Secara khusus, kedua menteri membahas ekspor sawit Indonesia. Produk sawit diketahui digunakan dalam industri makanan dan sebagai bahan biodiesel di Italia. Menurut data ekspor sawit Indonesia ke Italia adalah sebesar 570,2 juta dolar AS atau 29,7% dari total ekspor Indonesia ke Italia yang sebesar 1,92 miliar dolar AS. Atau 79,7% dari total ekspor pertanian Indonesia ke Italia yang sebesar 715,6 juta dolar AS.

Sementara dituturkan Menteri Bellanova, dirinya dapat menerima penjelasan bahwa perkebunan kelapa sawit berperan dalam membuka lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Duta Besar RI untuk Italia, Esti Andayani, menilai penandatangan MoU tersebut akan semakin memperkuat hubungan kedua negara dan dapat mendorong pembangunan sektor pertanian di Indonesia.

Baca Juga:  Anak Supir Ambulans Pasien Covid-19 Diberi Beasiswa

Menurutnya, MoU ter­sebut akan mempermudah pelaksanaan pertu­karan informasi pertanian, pelatihan untuk pe­ningkatan kapasitas serta penyelenggaraan joint research oleh lembaga penelitian pertanian di kedua negara.(int)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari