Minggu, 6 April 2025
spot_img

Kemenkeu Kejar Penggelap Pajak

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus berupaya dalam meningkatkan kepatuhan pajak melalui reformasi pajak. Pasalnya, bukan hanya rasio pajaknya yang rendah, tapi juga banyak perusahaan yang melakukan penghindaran dan penggelapan pajak.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku, Indonesia memiliki perekonomian yang terbuka sehingga terdapat celah bagi perusahaan menghindari pajak.

"Penghindaran dan penggelapan pajak ini menjadi bagian penting bagi kami untuk memeranginya. Karena Indonesia memiliki perekonomian terbuka," ujarnya dalam webinar ADB, Kamis (17/9).

Sri Mulyani memaparkan, Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) di seluruh wilayah nusantara. Karena begitu luasnya sehingga banyak perusahaan yang akhirnya bisa beroperasi lintas perbatasan negara.

"Itu membuka peluang untuk penghindaran pajak dan penggelapan pajak," ucapnya.

Baca Juga:  XL Axiata Raih Peringkat 10 Besar di Indonesia

Dengan demikian, kata dia, pemerintah tengah melakukan upaya dalam mengejar pihak yang tak bertanggungjawab. Namun, ia mengaku, pemerintah tidak bisa sendiri melakukannya, dan butuh kerja sama dengan negara lain.

Sehingga, nobilisasi sumber daya domestik sangat penting dibangun di banyak negara anggota ADB (Asian Development Bank) termasuk Indonesia. "Kami mereformasi pajak untuk meningkatkan tax ratio yang rendah, tetapi kami tidak dapat melakukannya sendiri," jelasnya.

Sri Mulyani menambahkan, Indonesia dan negara-negara di kawasan perlu bekerja sama, termasuk untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan tentang pajak. "Kami juga membutuhkan banyak dukungan dan benchmarking yang dapat diberikan oleh lembaga multilateral seperti ADB, IMF, dan World Bank," tutupnya.

Baca Juga:  BP Jamsostek Gandeng LinkAja Beri Kemudahan Pendaftaran dan Pembayaran Iuran

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus berupaya dalam meningkatkan kepatuhan pajak melalui reformasi pajak. Pasalnya, bukan hanya rasio pajaknya yang rendah, tapi juga banyak perusahaan yang melakukan penghindaran dan penggelapan pajak.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku, Indonesia memiliki perekonomian yang terbuka sehingga terdapat celah bagi perusahaan menghindari pajak.

"Penghindaran dan penggelapan pajak ini menjadi bagian penting bagi kami untuk memeranginya. Karena Indonesia memiliki perekonomian terbuka," ujarnya dalam webinar ADB, Kamis (17/9).

Sri Mulyani memaparkan, Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) di seluruh wilayah nusantara. Karena begitu luasnya sehingga banyak perusahaan yang akhirnya bisa beroperasi lintas perbatasan negara.

"Itu membuka peluang untuk penghindaran pajak dan penggelapan pajak," ucapnya.

Baca Juga:  Epson Raih Peringkat Platinum EcoVadis

Dengan demikian, kata dia, pemerintah tengah melakukan upaya dalam mengejar pihak yang tak bertanggungjawab. Namun, ia mengaku, pemerintah tidak bisa sendiri melakukannya, dan butuh kerja sama dengan negara lain.

Sehingga, nobilisasi sumber daya domestik sangat penting dibangun di banyak negara anggota ADB (Asian Development Bank) termasuk Indonesia. "Kami mereformasi pajak untuk meningkatkan tax ratio yang rendah, tetapi kami tidak dapat melakukannya sendiri," jelasnya.

Sri Mulyani menambahkan, Indonesia dan negara-negara di kawasan perlu bekerja sama, termasuk untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan tentang pajak. "Kami juga membutuhkan banyak dukungan dan benchmarking yang dapat diberikan oleh lembaga multilateral seperti ADB, IMF, dan World Bank," tutupnya.

Baca Juga:  Kemenkeu-BPKP Riau Gelar Pelatihan Aplikasi Pengelolaan Keuangan Desa

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Kemenkeu Kejar Penggelap Pajak

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus berupaya dalam meningkatkan kepatuhan pajak melalui reformasi pajak. Pasalnya, bukan hanya rasio pajaknya yang rendah, tapi juga banyak perusahaan yang melakukan penghindaran dan penggelapan pajak.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku, Indonesia memiliki perekonomian yang terbuka sehingga terdapat celah bagi perusahaan menghindari pajak.

"Penghindaran dan penggelapan pajak ini menjadi bagian penting bagi kami untuk memeranginya. Karena Indonesia memiliki perekonomian terbuka," ujarnya dalam webinar ADB, Kamis (17/9).

Sri Mulyani memaparkan, Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) di seluruh wilayah nusantara. Karena begitu luasnya sehingga banyak perusahaan yang akhirnya bisa beroperasi lintas perbatasan negara.

"Itu membuka peluang untuk penghindaran pajak dan penggelapan pajak," ucapnya.

Baca Juga:  Epson Raih Peringkat Platinum EcoVadis

Dengan demikian, kata dia, pemerintah tengah melakukan upaya dalam mengejar pihak yang tak bertanggungjawab. Namun, ia mengaku, pemerintah tidak bisa sendiri melakukannya, dan butuh kerja sama dengan negara lain.

Sehingga, nobilisasi sumber daya domestik sangat penting dibangun di banyak negara anggota ADB (Asian Development Bank) termasuk Indonesia. "Kami mereformasi pajak untuk meningkatkan tax ratio yang rendah, tetapi kami tidak dapat melakukannya sendiri," jelasnya.

Sri Mulyani menambahkan, Indonesia dan negara-negara di kawasan perlu bekerja sama, termasuk untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan tentang pajak. "Kami juga membutuhkan banyak dukungan dan benchmarking yang dapat diberikan oleh lembaga multilateral seperti ADB, IMF, dan World Bank," tutupnya.

Baca Juga:  Pastikan Tidak Lagi Punya Tunggakan Pembayaran Klaim

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus berupaya dalam meningkatkan kepatuhan pajak melalui reformasi pajak. Pasalnya, bukan hanya rasio pajaknya yang rendah, tapi juga banyak perusahaan yang melakukan penghindaran dan penggelapan pajak.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku, Indonesia memiliki perekonomian yang terbuka sehingga terdapat celah bagi perusahaan menghindari pajak.

"Penghindaran dan penggelapan pajak ini menjadi bagian penting bagi kami untuk memeranginya. Karena Indonesia memiliki perekonomian terbuka," ujarnya dalam webinar ADB, Kamis (17/9).

Sri Mulyani memaparkan, Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) di seluruh wilayah nusantara. Karena begitu luasnya sehingga banyak perusahaan yang akhirnya bisa beroperasi lintas perbatasan negara.

"Itu membuka peluang untuk penghindaran pajak dan penggelapan pajak," ucapnya.

Baca Juga:  Honda Brio Community Luncurkan Mobile Apps dan Website HBC Nation

Dengan demikian, kata dia, pemerintah tengah melakukan upaya dalam mengejar pihak yang tak bertanggungjawab. Namun, ia mengaku, pemerintah tidak bisa sendiri melakukannya, dan butuh kerja sama dengan negara lain.

Sehingga, nobilisasi sumber daya domestik sangat penting dibangun di banyak negara anggota ADB (Asian Development Bank) termasuk Indonesia. "Kami mereformasi pajak untuk meningkatkan tax ratio yang rendah, tetapi kami tidak dapat melakukannya sendiri," jelasnya.

Sri Mulyani menambahkan, Indonesia dan negara-negara di kawasan perlu bekerja sama, termasuk untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan tentang pajak. "Kami juga membutuhkan banyak dukungan dan benchmarking yang dapat diberikan oleh lembaga multilateral seperti ADB, IMF, dan World Bank," tutupnya.

Baca Juga:  Briket Arang Kelapa Indonesia Tembus Pasar Turki

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari