Categories: Begini Ceritanya

Janji Manis Berujung Pahit, Debt Collector Bayangan Jadi Jalan Terakhir

DEBT (RIAUPOS.CO) collector bayangan menjadi istilah yang kini ramai diperbincangkan, terutama ketika urusan utang piutang tak kunjung menemukan titik terang. Fenomena ini muncul saat janji manis di awal pinjaman berubah menjadi deretan alasan ketika waktu pengembalian tiba.

Dalam praktiknya, tidak sedikit peminjam yang sebenarnya mampu membayar utang, namun memilih menunda dengan berbagai dalih. Kondisi inilah yang dialami Yandi, warga Pulau Bengkalis, yang berangkat dari niat baik meminjamkan uang kepada seseorang berinisial W untuk kebutuhan tertentu.

Seiring berjalannya waktu, utang tersebut tak kunjung dilunasi. Dari total pinjaman yang mencapai puluhan juta rupiah, baru sebagian kecil yang dikembalikan. Upaya penagihan pun kerap menemui jalan buntu karena sulitnya komunikasi dengan pihak peminjam.

Merasa kehabisan cara, Yandi akhirnya mengambil langkah tidak biasa dengan menyewa debt collector bayangan. Harapannya, melalui cara ini, utang yang tertahan lama dapat segera dikembalikan oleh W, yang selama ini selalu beralasan setiap kali ditagih.

“Alamak… pakai debt collector. Ini perlu ditiru. Cara jitu dan cepat menagih utang. Biasanya pakai debt collector bayaran, tapi ini pakai debt collector bayangan pula. Macam tak bebayang mintaknya,” ujar Kas, teman dekat Yandi, mengomentari langkah tersebut.

Kas mengaku terkejut mendengar kisah itu, terlebih W diketahui berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN) dan disebut memiliki utang di berbagai tempat. Kondisi tersebut dinilai sangat disayangkan.

“Alamak… kami dapat kabar dia itu bukan hanya berutang ke warga biasa, tapi ke semua kalangan. Maklum, dia termasuk makelar proyek karena sering menjual proyek ke teman-temannya dengan alasan ada kegiatan yang perlu ditalangi dananya,” ungkap Yandi.

Ia berharap keberadaan debt collector bayangan ini dapat membantu mengembalikan uang yang dipinjamkan. Pasalnya, debt collector tersebut sudah melakukan dua kali pertemuan, dan pihak peminjam kembali menjanjikan pelunasan.

“Sudah ada gambaran dari debt collector bayangan. Meski harus bayar sedikit, tapi uang kembali. Tak penuh pun tak apa, karena akibat perbuatannya saya sampai harus berutang ke bank untuk menutup uang yang dipinjamnya,” ucap Yandi dengan nada kesal. (ksm)

Redaksi

Recent Posts

Jalan Pasar Modern Telukkuantan Mulai Diperbaiki, Warga Sambut Gerak Cepat PUPR

PUPR Kuansing mulai memperbaiki Jalan Pasar Modern Telukkuantan yang rusak dan berlubang menjelang Iduladha.

16 jam ago

Sempat Dirawat Hampir Sebulan, JCH Asal Pekanbaru Wafat di Batam Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.

3 hari ago

Kecelakaan Maut di Tol Permai, Dua Meninggal dan Enam Luka Berat

Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.

3 hari ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid Kembali Bergulir, Jaksa Soroti CCTV Rusak dan Tas Mewah Hasil Sitaan

Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…

3 hari ago

Wahana FC Sudah Lolos, PSSI Riau Masih Buka Peluang Tambah Satu Wakil

PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…

3 hari ago

Warga Tembilahan Padati Pasar Murah, Harga Bahan Pokok Lebih Bersahabat

Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…

3 hari ago