Senin, 19 Oktober 2026
- Advertisement -

Terkait Suap Harun Masiku, Begini Kata Demokrat dan Nasdem

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ketua DPP Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin menyinggung kasus suap politikus PDIP Harun Masiku saat merespons survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) yang mengungkap persepsi buruk masyarakat terkait pemberantasan korupsi.

Didi menyebut kasus Harun Masiku menunjukkan inkonsistensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak mampu menyelesaikan kasus korupsi di lingkaran kekuasaan.

"Di satu sisi, KPK berusaha membongkar korupsi, tetapi korupsi yang dekat dengan kekuasaan tidak berani. Ini masyarakat kecewa kalau kita ingat Harun Masiku," kata Didi dalam diskusi daring yang digelar SMRC, Ahad (26/12/2021).

Pernyataan Didi direspons Ketua DPP Partai Nasdem Irma Chaniago. Dia menegaskan kasus korupsi Masiku bukan urusan pemerintah, melainkan urusan partai.

Baca Juga:  Iuran BPJS Naik, Komunitas Pasien Cuci Darah Akan Menggugat

Irma berpendapat seharusnya PDIP bertindak tegas dalam kasus suap ini. Dia berharap partai tersebut tidak menutup-nutupi kasus Masiku.

"Menurut saya, penting bagi partai politik itu mempunyai rasa hormat kepada masyarakat terkait kader-kader yang harus dibela dan tidak dibela," kata Irma.

Dia menambahkan kasus korupsi Masiku membuat pemerintah serbasalah. Bahkan, Irma menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersandera karena kasus tersebut.

"Partai itu harus menjadi teladan bagi masyarakat. Ini yang harusnya juga dilakukan parpol yang sekarang membuat presiden tersandera," ujarnya.

Kasus Harun Masiku adalah suap pergantian antar waktu (PAW) caleg PDIP hasil Pemilu 2019. Kasus itu melibatkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

Baca Juga:  4 Fakta Menarik Pernikahan Nia Ramadhani-Ardi Bakrie

Pada tingkat kasasi, Wahyu divonis 7 tahun penjara. Adapun Harun belum tertangkap hingga saat ini. KPK menetapkan Harun Masiku masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ketua DPP Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin menyinggung kasus suap politikus PDIP Harun Masiku saat merespons survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) yang mengungkap persepsi buruk masyarakat terkait pemberantasan korupsi.

Didi menyebut kasus Harun Masiku menunjukkan inkonsistensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak mampu menyelesaikan kasus korupsi di lingkaran kekuasaan.

"Di satu sisi, KPK berusaha membongkar korupsi, tetapi korupsi yang dekat dengan kekuasaan tidak berani. Ini masyarakat kecewa kalau kita ingat Harun Masiku," kata Didi dalam diskusi daring yang digelar SMRC, Ahad (26/12/2021).

Pernyataan Didi direspons Ketua DPP Partai Nasdem Irma Chaniago. Dia menegaskan kasus korupsi Masiku bukan urusan pemerintah, melainkan urusan partai.

Baca Juga:  Iuran BPJS Naik, Komunitas Pasien Cuci Darah Akan Menggugat

Irma berpendapat seharusnya PDIP bertindak tegas dalam kasus suap ini. Dia berharap partai tersebut tidak menutup-nutupi kasus Masiku.

- Advertisement -

"Menurut saya, penting bagi partai politik itu mempunyai rasa hormat kepada masyarakat terkait kader-kader yang harus dibela dan tidak dibela," kata Irma.

Dia menambahkan kasus korupsi Masiku membuat pemerintah serbasalah. Bahkan, Irma menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersandera karena kasus tersebut.

- Advertisement -

"Partai itu harus menjadi teladan bagi masyarakat. Ini yang harusnya juga dilakukan parpol yang sekarang membuat presiden tersandera," ujarnya.

Kasus Harun Masiku adalah suap pergantian antar waktu (PAW) caleg PDIP hasil Pemilu 2019. Kasus itu melibatkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

Baca Juga:  Mantan Bupati Kuansing Mursini Ditahan Kejati Riau

Pada tingkat kasasi, Wahyu divonis 7 tahun penjara. Adapun Harun belum tertangkap hingga saat ini. KPK menetapkan Harun Masiku masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ketua DPP Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin menyinggung kasus suap politikus PDIP Harun Masiku saat merespons survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) yang mengungkap persepsi buruk masyarakat terkait pemberantasan korupsi.

Didi menyebut kasus Harun Masiku menunjukkan inkonsistensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak mampu menyelesaikan kasus korupsi di lingkaran kekuasaan.

"Di satu sisi, KPK berusaha membongkar korupsi, tetapi korupsi yang dekat dengan kekuasaan tidak berani. Ini masyarakat kecewa kalau kita ingat Harun Masiku," kata Didi dalam diskusi daring yang digelar SMRC, Ahad (26/12/2021).

Pernyataan Didi direspons Ketua DPP Partai Nasdem Irma Chaniago. Dia menegaskan kasus korupsi Masiku bukan urusan pemerintah, melainkan urusan partai.

Baca Juga:  Baznas dan Dekranasda Bantu Korban Kebakaran

Irma berpendapat seharusnya PDIP bertindak tegas dalam kasus suap ini. Dia berharap partai tersebut tidak menutup-nutupi kasus Masiku.

"Menurut saya, penting bagi partai politik itu mempunyai rasa hormat kepada masyarakat terkait kader-kader yang harus dibela dan tidak dibela," kata Irma.

Dia menambahkan kasus korupsi Masiku membuat pemerintah serbasalah. Bahkan, Irma menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersandera karena kasus tersebut.

"Partai itu harus menjadi teladan bagi masyarakat. Ini yang harusnya juga dilakukan parpol yang sekarang membuat presiden tersandera," ujarnya.

Kasus Harun Masiku adalah suap pergantian antar waktu (PAW) caleg PDIP hasil Pemilu 2019. Kasus itu melibatkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

Baca Juga:  Pekanbaru Potensial Jadi Gerbang Industri di Asia

Pada tingkat kasasi, Wahyu divonis 7 tahun penjara. Adapun Harun belum tertangkap hingga saat ini. KPK menetapkan Harun Masiku masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari