Jumat, 9 Oktober 2026
- Advertisement -

Warga Buat Kuburan di Jalan

TAPUNG (RIAUPOS.CO) – Jalan rusak di Jalan Raya Bangkinang – Petapahan dua pekan terakhir ini jadi "meme" nyata bagi warga Kecamatan Tapung. Sejumlah aksi menohok dibuat warga sejak Ahad (3/10). Mulai dari menanam pisang di jalan hingga membangun kuburan lengkap dengan kayu nisannya. Foto-foto beredar di media sosial sejumlah warga Tapung dan mendapat perhatian luas.

Salah seorang warga, Hasby, membenarkan bahwa itu benar-benar nyata dan kerusakan yang ada di jalan tersebut tidak dibuat-buat. Memang kondisi kerusakan jalan di jalan nasional tersebut sudah jadi rahasia umum.

 Bahkan setiap ada Kasat Lantas Polres Kampar baru menjabat, sudah seperti menjadi tradisi turun ke sejumlah lokasi jalan rusak di Tapung untuk menutup atau sekedar memperingatkan pengguna jalan.

Baca Juga:  Tse Chi Lop, Bandar Narkoba Beromzet Rp354 T

Namun jalan itu tidak kunjung diperbaiki, bahkan setelah berbagai pohon ditanam dan kini kuburan pun muncul di sana. Menurut warga lainnya, Herianto, bukan tanpa alasan warga membuat kuburan di situ. Karena sudah banyak korban berjatuhan di titik kerusakan yang berada di Desa Petapahan, Kecamatan Tapung tersebut. Pantauan Riau Pos, kerusakan tidak hanya terlihat di lokasi kuburan itu saja. Ada banyak titik di sepanjang Bangkinang ke Petapahan.

‘’Korban sudah banyak. Sudah banyak mobil terbalik. Kerusakannya sudah parah dan sudah lama. Ahad tanggal 3 kemarin, warga desa Petapahan menanam pisang dan membangun kuburan di sana,’’ sebut Herianto.

 Baik Hasby dan Herianto yang mengaku saban hari melewati jalan ini mengeluhkan lambannya perbaikan jalan tersebut. Mereka merasa heran, lubang jalan tersebut tak kunjungan diperbaiki seakan-akan tidak pernah terjadi kecelakaan di sana. Sebagai pengguna jalan, mereka tahu betul setiap kejadian yang menimpa kendaraan yang lewat disana.

Baca Juga:  Buat Komentar Negatif soal Nanggala-402, Anggota Polisi dan Enam Sipil Diusut Polri

 Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kampar Afdal ketika ditanya terkait kerusakan jalan tersebut mengaku sudah mengetahuinya. Bahkan menurutnya, permintaan perbaikan sudah diajukan sejak awal tahun ini.(end)

 

TAPUNG (RIAUPOS.CO) – Jalan rusak di Jalan Raya Bangkinang – Petapahan dua pekan terakhir ini jadi "meme" nyata bagi warga Kecamatan Tapung. Sejumlah aksi menohok dibuat warga sejak Ahad (3/10). Mulai dari menanam pisang di jalan hingga membangun kuburan lengkap dengan kayu nisannya. Foto-foto beredar di media sosial sejumlah warga Tapung dan mendapat perhatian luas.

Salah seorang warga, Hasby, membenarkan bahwa itu benar-benar nyata dan kerusakan yang ada di jalan tersebut tidak dibuat-buat. Memang kondisi kerusakan jalan di jalan nasional tersebut sudah jadi rahasia umum.

 Bahkan setiap ada Kasat Lantas Polres Kampar baru menjabat, sudah seperti menjadi tradisi turun ke sejumlah lokasi jalan rusak di Tapung untuk menutup atau sekedar memperingatkan pengguna jalan.

Baca Juga:  Tse Chi Lop, Bandar Narkoba Beromzet Rp354 T

Namun jalan itu tidak kunjung diperbaiki, bahkan setelah berbagai pohon ditanam dan kini kuburan pun muncul di sana. Menurut warga lainnya, Herianto, bukan tanpa alasan warga membuat kuburan di situ. Karena sudah banyak korban berjatuhan di titik kerusakan yang berada di Desa Petapahan, Kecamatan Tapung tersebut. Pantauan Riau Pos, kerusakan tidak hanya terlihat di lokasi kuburan itu saja. Ada banyak titik di sepanjang Bangkinang ke Petapahan.

‘’Korban sudah banyak. Sudah banyak mobil terbalik. Kerusakannya sudah parah dan sudah lama. Ahad tanggal 3 kemarin, warga desa Petapahan menanam pisang dan membangun kuburan di sana,’’ sebut Herianto.

- Advertisement -

 Baik Hasby dan Herianto yang mengaku saban hari melewati jalan ini mengeluhkan lambannya perbaikan jalan tersebut. Mereka merasa heran, lubang jalan tersebut tak kunjungan diperbaiki seakan-akan tidak pernah terjadi kecelakaan di sana. Sebagai pengguna jalan, mereka tahu betul setiap kejadian yang menimpa kendaraan yang lewat disana.

Baca Juga:  Merinding! Begini Teriakan Eril sebelum Dirinya Hilang Terbawa Arus

 Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kampar Afdal ketika ditanya terkait kerusakan jalan tersebut mengaku sudah mengetahuinya. Bahkan menurutnya, permintaan perbaikan sudah diajukan sejak awal tahun ini.(end)

- Advertisement -

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TAPUNG (RIAUPOS.CO) – Jalan rusak di Jalan Raya Bangkinang – Petapahan dua pekan terakhir ini jadi "meme" nyata bagi warga Kecamatan Tapung. Sejumlah aksi menohok dibuat warga sejak Ahad (3/10). Mulai dari menanam pisang di jalan hingga membangun kuburan lengkap dengan kayu nisannya. Foto-foto beredar di media sosial sejumlah warga Tapung dan mendapat perhatian luas.

Salah seorang warga, Hasby, membenarkan bahwa itu benar-benar nyata dan kerusakan yang ada di jalan tersebut tidak dibuat-buat. Memang kondisi kerusakan jalan di jalan nasional tersebut sudah jadi rahasia umum.

 Bahkan setiap ada Kasat Lantas Polres Kampar baru menjabat, sudah seperti menjadi tradisi turun ke sejumlah lokasi jalan rusak di Tapung untuk menutup atau sekedar memperingatkan pengguna jalan.

Baca Juga:  Facebook Ganti Logo WhatsApp

Namun jalan itu tidak kunjung diperbaiki, bahkan setelah berbagai pohon ditanam dan kini kuburan pun muncul di sana. Menurut warga lainnya, Herianto, bukan tanpa alasan warga membuat kuburan di situ. Karena sudah banyak korban berjatuhan di titik kerusakan yang berada di Desa Petapahan, Kecamatan Tapung tersebut. Pantauan Riau Pos, kerusakan tidak hanya terlihat di lokasi kuburan itu saja. Ada banyak titik di sepanjang Bangkinang ke Petapahan.

‘’Korban sudah banyak. Sudah banyak mobil terbalik. Kerusakannya sudah parah dan sudah lama. Ahad tanggal 3 kemarin, warga desa Petapahan menanam pisang dan membangun kuburan di sana,’’ sebut Herianto.

 Baik Hasby dan Herianto yang mengaku saban hari melewati jalan ini mengeluhkan lambannya perbaikan jalan tersebut. Mereka merasa heran, lubang jalan tersebut tak kunjungan diperbaiki seakan-akan tidak pernah terjadi kecelakaan di sana. Sebagai pengguna jalan, mereka tahu betul setiap kejadian yang menimpa kendaraan yang lewat disana.

Baca Juga:  Didesak Minta Maaf soal Penolakan UAS, Begini Respons Singapura

 Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kampar Afdal ketika ditanya terkait kerusakan jalan tersebut mengaku sudah mengetahuinya. Bahkan menurutnya, permintaan perbaikan sudah diajukan sejak awal tahun ini.(end)

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari