Selasa, 31 Maret 2026
- Advertisement -

Bahasa Medsos Bisa Menjadi “Musuh” Bahasa Indonesia

BAGANSIAPI-API (RIAUPOS.CO) – Maraknya bahasa  media sosial harus disikapi dengan bijak. Bahasa media sosial yang cenderung asal-asalan dan tak sesuai kaidah bahasa Indonesia, semakin lama akan menggerus bahasa Indonesia yang sudah memiliki aturan yang telah disepakati bersama. Bahasa medsos bisa menjadi "musuh" bahasa Indonesia.

Jika itu terjadi terus-menerus dan tak ada orang yang peduli untuk memperbaikinya, maka bahasa yang telah diperjuangkan dan dituangkan dalam Sumpah Pemuda yang kemudian dibuat peraturannya, bisa akan semakin jauh dari masyarakat.

Hal itu disampaikan Asisten I Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Pemkab Rokan Hilir (Rohil) Drs H Ferry H Parya, saat membuka kegiatan Penyuluhan Bahasa Indonesia   bagi Pegawai Badan Publik di Kabupaten Rokan  Hilir, 3-4 Oktober 2019. Kegiatan ini dibuka di Bagansiapi-api, Rabu (3/10/2019).

Baca Juga:  Ini Alasan Pemerintah Geser Hari Libur 1 Muharram dan Maulid Nabi

"Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Riau ini merupakan momen bagi kita sebagai pelayan publik untuk mempelajari kembali bahasa Indonesia yang baik dan benar. Nantinya harus kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, juga dalam penulis surat resmi dan dokumen-dokumen kenegaraan," jelas Ferry. 

Dalam kesempatan itu, Kepala Balai Bahasa Riau (BBR) Drs Songgo A Siruah MPd, menjelaskan, lembaga yang dipimpinnya terus berusaha dan berupaya membantu memperbaiki dan menaikkan kompetensi berbahasa Indonesia seluruh masyarakat di Riau. Menurutnya, Kabupaten Rohil adalah daerah ke-11 dalam rangkaian kegiatan penyuluhan ini.

"Saya berharap semoga seluruh peserta kegiatan ini bisa mengaplikasikan hasilnya dalam pekerjaan sehari-hari, juga dalam komunikasi resmi," ujar Songgo.

Baca Juga:  Akhirnya Penelitian Vaksin Nusantara Dihentikan Sementara

Ketua panitia kegiatan ini, Marnetti SPd, menjelaskan, ada sekitar 50 peserta yang merupakan pegawai pemerintah dari berbagai dinas di Pemkab Rohil yang mengikuti kegiatan ini. Selain mendapatkan materi dari Songgo sebagai salah satu narasumber, mereka juga mendapatkan pencerahan tentang kebahasaan Indonesida dari penyuluh internal BBR, yakni Dr Fatmawati Adnan MPd dan Dra Sri Sabakti MHum.

Mewakili BBR dan seluruh panitia, Marnetti mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendukung kegiatan ini, terutama Pemkab Rohil. Dia berharap kerja sama ini terus terjalin di masa depan.(hbk)

Editor: Firman Agus

BAGANSIAPI-API (RIAUPOS.CO) – Maraknya bahasa  media sosial harus disikapi dengan bijak. Bahasa media sosial yang cenderung asal-asalan dan tak sesuai kaidah bahasa Indonesia, semakin lama akan menggerus bahasa Indonesia yang sudah memiliki aturan yang telah disepakati bersama. Bahasa medsos bisa menjadi "musuh" bahasa Indonesia.

Jika itu terjadi terus-menerus dan tak ada orang yang peduli untuk memperbaikinya, maka bahasa yang telah diperjuangkan dan dituangkan dalam Sumpah Pemuda yang kemudian dibuat peraturannya, bisa akan semakin jauh dari masyarakat.

Hal itu disampaikan Asisten I Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Pemkab Rokan Hilir (Rohil) Drs H Ferry H Parya, saat membuka kegiatan Penyuluhan Bahasa Indonesia   bagi Pegawai Badan Publik di Kabupaten Rokan  Hilir, 3-4 Oktober 2019. Kegiatan ini dibuka di Bagansiapi-api, Rabu (3/10/2019).

Baca Juga:  DPRD Minta Koperasi BUTU Lengkapi Semua Data

"Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Riau ini merupakan momen bagi kita sebagai pelayan publik untuk mempelajari kembali bahasa Indonesia yang baik dan benar. Nantinya harus kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, juga dalam penulis surat resmi dan dokumen-dokumen kenegaraan," jelas Ferry. 

Dalam kesempatan itu, Kepala Balai Bahasa Riau (BBR) Drs Songgo A Siruah MPd, menjelaskan, lembaga yang dipimpinnya terus berusaha dan berupaya membantu memperbaiki dan menaikkan kompetensi berbahasa Indonesia seluruh masyarakat di Riau. Menurutnya, Kabupaten Rohil adalah daerah ke-11 dalam rangkaian kegiatan penyuluhan ini.

- Advertisement -

"Saya berharap semoga seluruh peserta kegiatan ini bisa mengaplikasikan hasilnya dalam pekerjaan sehari-hari, juga dalam komunikasi resmi," ujar Songgo.

Baca Juga:  Pengedar Narkoba Ditangkap di Sungai Buaya

Ketua panitia kegiatan ini, Marnetti SPd, menjelaskan, ada sekitar 50 peserta yang merupakan pegawai pemerintah dari berbagai dinas di Pemkab Rohil yang mengikuti kegiatan ini. Selain mendapatkan materi dari Songgo sebagai salah satu narasumber, mereka juga mendapatkan pencerahan tentang kebahasaan Indonesida dari penyuluh internal BBR, yakni Dr Fatmawati Adnan MPd dan Dra Sri Sabakti MHum.

- Advertisement -

Mewakili BBR dan seluruh panitia, Marnetti mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendukung kegiatan ini, terutama Pemkab Rohil. Dia berharap kerja sama ini terus terjalin di masa depan.(hbk)

Editor: Firman Agus

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BAGANSIAPI-API (RIAUPOS.CO) – Maraknya bahasa  media sosial harus disikapi dengan bijak. Bahasa media sosial yang cenderung asal-asalan dan tak sesuai kaidah bahasa Indonesia, semakin lama akan menggerus bahasa Indonesia yang sudah memiliki aturan yang telah disepakati bersama. Bahasa medsos bisa menjadi "musuh" bahasa Indonesia.

Jika itu terjadi terus-menerus dan tak ada orang yang peduli untuk memperbaikinya, maka bahasa yang telah diperjuangkan dan dituangkan dalam Sumpah Pemuda yang kemudian dibuat peraturannya, bisa akan semakin jauh dari masyarakat.

Hal itu disampaikan Asisten I Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Pemkab Rokan Hilir (Rohil) Drs H Ferry H Parya, saat membuka kegiatan Penyuluhan Bahasa Indonesia   bagi Pegawai Badan Publik di Kabupaten Rokan  Hilir, 3-4 Oktober 2019. Kegiatan ini dibuka di Bagansiapi-api, Rabu (3/10/2019).

Baca Juga:  Kapolda Riau Resmikan Masjid Al Wahid

"Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Riau ini merupakan momen bagi kita sebagai pelayan publik untuk mempelajari kembali bahasa Indonesia yang baik dan benar. Nantinya harus kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, juga dalam penulis surat resmi dan dokumen-dokumen kenegaraan," jelas Ferry. 

Dalam kesempatan itu, Kepala Balai Bahasa Riau (BBR) Drs Songgo A Siruah MPd, menjelaskan, lembaga yang dipimpinnya terus berusaha dan berupaya membantu memperbaiki dan menaikkan kompetensi berbahasa Indonesia seluruh masyarakat di Riau. Menurutnya, Kabupaten Rohil adalah daerah ke-11 dalam rangkaian kegiatan penyuluhan ini.

"Saya berharap semoga seluruh peserta kegiatan ini bisa mengaplikasikan hasilnya dalam pekerjaan sehari-hari, juga dalam komunikasi resmi," ujar Songgo.

Baca Juga:  Kenaikan Gaji Pimpinan Sedang Dibahas, KPK Dinilai Bohongi Publik

Ketua panitia kegiatan ini, Marnetti SPd, menjelaskan, ada sekitar 50 peserta yang merupakan pegawai pemerintah dari berbagai dinas di Pemkab Rohil yang mengikuti kegiatan ini. Selain mendapatkan materi dari Songgo sebagai salah satu narasumber, mereka juga mendapatkan pencerahan tentang kebahasaan Indonesida dari penyuluh internal BBR, yakni Dr Fatmawati Adnan MPd dan Dra Sri Sabakti MHum.

Mewakili BBR dan seluruh panitia, Marnetti mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendukung kegiatan ini, terutama Pemkab Rohil. Dia berharap kerja sama ini terus terjalin di masa depan.(hbk)

Editor: Firman Agus

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari