Categories: Siak

PTM Terbatas Antisipasi Lost Learning

SIAK (RIAUPOS.CO) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Satgas Penanggulangan Covid-19 melakukan pengawasan terhadap pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Pengawasan dilakukan mulai dari tingkat kecamatan sampai kampung. Sebab jika ada murid atau pelajar yang terkonfirmasi positif, maka kampung akan ditutup berikut seluruh sekolah yang ada di kampung tersebut.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lukman, didampingi Sekretaris Mahadar dan Kabid SMP Disdik Fakhrurozi, beberapa hari lalu.

Menurut Lukman, hal itu sesuai keputusan bersama tiga menteri. Penegasan dari Satgas Covid-19 di satuan pendidikan meminta kerja keras mengawasi, mengontrol, dan melakukan sosialisasi. "Tahap awal ini, masa transisi dilakukan dua bulan. Belum masuk pada inti pelajaran. Masih tahap sosialisasi dan menjaga kesehatan agar murid dan pelajar tetap bisa sekolah," jelas Lukman.

Kenapa harus PTM terbatas, agar tidak terjadi lost learning atau kerugian pelajaran. Bahkan sebagai bentuk antisipasi agar tidak terjadi kerugian pelajaran, dilakukan pendampingan oleh psikologi. "Organisasi penggerak disiapkan oleh kementerian, sebab besar dampak dari psikososial. Kasek, guru, dan orangtua, sangat berperan mengantisipasi psikososial," jelas Lukman.

Penanggung jawab PTM terbatas terdiri dari kasek, unsur guru, komite sekolah, tokoh masyarakat. Sebab pendidikan adalah hak anak, maka semua pihak harus berperan agar anak dapat sekolah seperti biasa dengan nyaman. "Sebelum sampai PTM terbatas kami sudah melakukan seleksi ketat, ada daftar periksa berupa poin poin kelengkapan untuk pelaksanaan PTM dan mendapatkan rekomendasi dari Satgas Kecamatan dan bekerja sama dengan pihak puskesmas," terang Lukman.

Daftar periksa dan poin-poin itu laporannya ke kementerian. Sejauh ini, di Kabupaten Siak sudah 80 persen sekolah melakukan PTM terbatas. Artinya, secara administrasi dan pembekalan sudah cukup kuat. Dan selebihnya ini menjadi kewajiban dan tanggung jawab sekolah. 

"Makanya di sekolah, selain disediakan wastafel portabel, juga ada alat untuk memeriksa suhu tubuh, antiseptik dan masker cadangan. Itu semua agar anak anak terbebas dari Covid-19 dengan tetap menjaga jarak dan menghindari kerumunan," ungkap Lukman.

Sampai saat ini, guru terdiri dari guru PAUD, TK, SD, SMP berjumlah 8.918 yang sudah divaksin 81 persen. Artinya mereka yang sudah divaksin 7.448, sementara yang belum 1.470. "Mereka yang belum akan menjadi prioritas. Kami  akan berkoordinasi  dengan puskesmas setempat. Sebagian yang belum vaksin, karena sebelumnya saat melakukan pemeriksaan belum memungkinkan untuk divaksin," jelas Lukman.(ifr/rio)

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

WNA Asal India Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Hotel Jalan Hang Tuah Duri

Seorang WNA asal India berinisial SR (61) ditemukan tidak bernyawa di kamar hotel kawasan Jalan…

5 jam ago

Polda Riau Libatkan Bhabinkamtibmas dalam Program Rehabilitasi Mangrove M4CR

Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Riau Kombes Pol Eko Budhi Purwono memperkuat komitmen menjaga ekosistem pesisir…

6 jam ago

Truk Tonase Besar Kembali Marak di Jalan HR Soebrantas, Anggota DPRD Pekanbaru Roni Pasla Angkat Suara

Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Roni Pasla mendesak Dishub dan Polresta Pekanbaru bertindak tegas menertibkan…

6 jam ago

Total 683 Dapur Beroperasi di Riau, BGN Targetkan 1,5 Juta Penerima Manfaat

Badan Gizi Nasional meresmikan 87 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Riau untuk mendukung…

8 jam ago

Cegah Peredaran Barang Haram, Polsek Kampar Kiri Gelar Razia Kafe Malam Hari

Polsek Kampar Kiri menggelar razia pencegahan narkotika di sebuah kafe di Desa Lipat Kain Utara,…

11 jam ago

Beroperasi Selama 31 Tahun, Mall Legendaris Plaza Citra Pekanbaru Tutup Permanen

Pusat perbelanjaan legendaris Plaza Citra Pekanbaru resmi menghentikan operasional secara permanen setelah 31 tahun melayani…

18 jam ago