Categories: Ekonomi Bisnis

PLN Gandeng Kejagung, Pengamanan Proyek Strategis di Riau dan Jambi Diperkuat

BATAM (RIAUPOS.CO) — PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) memperkuat pengamanan proyek infrastruktur ketenagalistrikan dengan menggandeng Kejaksaan Agung RI melalui forum diskusi bersama di Batam, Selasa (14/4).

Kegiatan yang dikemas dalam Focus Group Discussion (FGD) tersebut melibatkan Tim Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) Kejaksaan Agung sebagai upaya memastikan proyek berjalan transparan, akuntabel, dan memiliki kepastian hukum.

Forum ini juga dimanfaatkan sebagai ajang pemaparan rencana pengamanan pembangunan strategis atau Project Security Plan yang telah disusun oleh PLN.

Dalam pemaparannya, PLN mengidentifikasi berbagai potensi risiko proyek, mulai dari persoalan pengadaan lahan, perizinan, hingga tahap konstruksi.

Selain itu, dibahas pula langkah mitigasi serta penguatan koordinasi lintas lembaga guna menjaga kelancaran pelaksanaan proyek di lapangan.

General Manager PLN UIP Sumbagteng, Achmadi Abbas, menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi, baik dari sisi teknis maupun non-teknis.

Menurutnya, aspek hukum, sosial, serta tata kelola menjadi tantangan yang perlu diantisipasi sejak awal.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai aturan, transparan, dan akuntabel sehingga potensi hambatan dapat diminimalkan,” ujarnya.

PLN juga menegaskan bahwa fokus pengamanan diarahkan pada proses pengadaan lahan, pelaksanaan konstruksi, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Sementara itu, Kasubdit Direktorat Pengamanan Pembangunan Strategis Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, Suyanto, menegaskan komitmen Kejaksaan Agung dalam mengawal proyek strategis nasional.

Ia menyebutkan bahwa pendampingan melalui Tim PPS bertujuan memberikan kepastian hukum sekaligus mempercepat pelaksanaan pembangunan.

“Pendekatan yang kami lakukan lebih mengedepankan langkah preventif dan edukatif, melalui diskusi, asistensi, serta pendampingan hukum sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan,” jelasnya.

Melalui sinergi ini, diharapkan proyek strategis ketenagalistrikan di wilayah Riau dan Jambi dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan bebas dari potensi penyimpangan.(adv)

Redaksi

Recent Posts

PTPN IV Juara! Turnamen Tenis Regional III 2026 Ditutup Meriah

Turnamen Tenis Piala PTPN IV 2026 di Pekanbaru berakhir meriah, diikuti ratusan peserta dan jadi…

9 jam ago

Kendalikan Harga, Pemprov Riau Gelar Operasi Pasar di Pekanbaru

Pemprov Riau gelar pasar murah di Pekanbaru dan Kampar untuk jaga harga dan stok bahan…

9 jam ago

Hati-Hati! Lubang di Flyover Sudirman Ancam Pengendara

Lubang di flyover Sudirman Pekanbaru membahayakan pengendara dan berisiko picu kecelakaan, warga minta segera diperbaiki.

9 jam ago

TKA SD Dimulai! 19.709 Murid Pekanbaru Ujian Berbasis Komputer

Sebanyak 19.709 siswa SD di Pekanbaru mengikuti TKA yang digelar bertahap di 311 sekolah dengan…

10 jam ago

Investasi Rp300 Miliar Masuk Siak, Ratusan Warga Siap Direkrut

Galangan kapal PT MNS di Siak mulai dibangun dengan investasi Rp300 miliar dan diperkirakan menyerap…

10 jam ago

438 CJH Pekanbaru Siap Berangkat, Wako Agung Bakal Lepas Kloter Perdana Jemaah Haji

Sebanyak 438 CJH Pekanbaru diberangkatkan 23 April 2026. Wako Agung Nugroho lepas langsung, jemaah lebih…

11 jam ago