siapkan-program-nihil-stunting
(RIAUPOS.CO) – Setelah dilantik, tugas pertama Dra Hj Rasidah Alfedri selaku Ketua TP-PKK Kabupaten Siak adalah mengukuhkan pengurus baru. Hal itu disampaikannya usai dilantik sebagai Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Siak oleh Ketua TP-PKK Riau Misnarni Syamsuar di Gedung Daerah Pekanbaru, Senin (21/6) siang.
Lebih lanjut Rasidah mengatakan, dia akan menjalankan program-program prioritas PKK sesuai dengan hasil Rakernas PKK. “Jadi di PKK ada empat kelompok kerja (pokja) yang mengacu pada kebutuhan daerah. Kemudian semua Pokja tersebut dikaitkan dengan masalah stunting atau anak gagal tumbuh dan kembang,” jelasnya.
Rasidah menguraikan, masalah stunting ini sendiri menjadi salah satu prioritas Pokja PKK. Pokja I tugasnya mengelola program Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dan Program Gotong Royong.
“Secara bergotong royong kami harapkan akan mampu menurunkan angka stunting di Kabupaten Siak,” sebut perempuan yang suka minum kopi ginseng ini.
Kemudian Pokja II salah satu tugasnya adalah meningkatan pendapatan keluarga. Artinya dengan peningkatan pendapatan keluarga yang baik menjadi salah satu cara mengatasi masalah stunting. Begitu juga dengan Pokja III yang mengelola program Pangan, Sandang, Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga.
Dan yang terakhir adalah Pokja IV mengelola bidang kesehatan. Semuanya harus dikaitkan dengan penanganan masalah stunting di Kabupaten Siak.
Istri Bupati Siak itu mengatakan, Pemkab Siak memberikan perhatian yang khusus. Setiap PKK kecamatan menerima bantuan anggaran sebanyak Rp30 juta per tahun. Dan PKK kampung menerima anggaran Rp25 juta per tahun di luar dari anggaran kelompok dasawisma.
“Dengan anggaran tersebut, PKK kecamatan dan PKK kampung bisa melaksanakan kegiatan pelatihan-pelatihan sesuai dengan pokja mereka masing-masing,” ungkap Rasidah di Balai Pauh Janggi.
Rasidah yakin, kerja sama yang baik setiap TP-PKK dan kadernya, apa yang menjadi tujuan mereka, salah satunya bagaimana Siak nihil stunting dapat segera terealisasi. “Meski hal itu memerlukan waktu bertahun-tahun. Namun, jika dilakukan dengan konsisten, saya yakin cita-cita itu akan tercapai,” sebut Rasidah.(ifr)
Disnaker Pekanbaru memperketat pengawasan UMK 2026 dengan menyidak hotel dan rumah sakit untuk memastikan gaji…
Menjelang Riau Pos Fun Bike 2026, antusiasme peserta perorangan terus meningkat. Iven gowes massal ini…
RSUD Arifin Achmad berhasil menangani kasus langka pasien tersedak paku hingga ke paru-paru tanpa operasi…
Polres Bengkalis menggerebek rumah di Bandar Laksamana yang diduga jadi penampungan PMI ilegal. Empat terduga…
Puluhan siswa SMP Global Andalan mengikuti outing class ke Riau Pos untuk belajar jurnalistik, mengenal…
Pemko Pekanbaru menyegel New Paragon KTV usai viral video pesta waria. Pemeriksaan masih berlangsung, izin…