Categories: Siak

Gelar Pahlawan Nasional untuk Sultan Abdul Jalil Muzaffarsyah Masuk Tahap Pendalaman

SIAK SRIINDRAPURA (RIAUPOS.CO) – Tengku Buwang Asmara atau Sultan Abdul Jalil Muzaffarsyah belum berhasil ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 2025 karena bukti perjuangannya dinilai masih perlu pendalaman, terutama terkait kontribusinya bagi nusantara dalam melawan penjajah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial Siak, Wan Idris. Ia menjelaskan, bukti-bukti perlawanan Tengku Buwang Asmara di Selat Guntung dan Selat Malaka masih harus diperkuat sebelum kembali diajukan.

Pendalaman kontribusi sejarah tokoh Kerajaan Siak itu terus dilakukan bersama Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) tingkat provinsi dan kabupaten. “Kami mengusulkan pada 2024, namun pada 2025 belum terpilih. Perbaikan terus dilakukan, terutama mengenai kontribusinya untuk nusantara,” ujar Wan Idris, Rabu (19/11).

Pada 2024, pemerintah daerah telah menggelar seminar nasional dengan anggaran Rp500 juta sebagai bagian dari proses pengusulan. Namun, pada 2025 dan 2026 tidak ada alokasi anggaran khusus, meski kajian tetap berjalan untuk kembali diajukan pada 2027.

Pengusulan gelar pahlawan dilakukan setiap dua tahun. Dalam rentang waktu tersebut, pemerintah daerah melengkapi berbagai syarat agar nama Tengku Buwang Asmara bisa masuk daftar tunggu. “Kami terus berupaya agar bisa masuk daftar tunggu. Proses ini memakan waktu panjang karena seluruh dokumen harus benar-benar lengkap,” tambahnya.

Tengku Buwang Asmara, bergelar Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah, tercatat sebagai pemimpin Kerajaan Siak yang melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda, salah satunya melalui Perang Guntung. Kerajaan Siak sendiri merupakan salah satu kerajaan besar yang berlangsung lebih dari dua abad (1723–1945) dan menjadi estafet kemaharajaan Melayu setelah runtuhnya Melaka pada 1511.

Kerajaan Siak didirikan oleh Raja Kecik, bergelar Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah (1723–1746). Setelah wafatnya Raja Kecik, tampuk kepemimpinan diteruskan oleh Tengku Buwang atau Raja Muhammad yang dikenal juga sebagai Sultan Mahmud bergelar Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah, memimpin dari 1746 hingga 1760.

Redaksi

Recent Posts

Justin Hubner Batal ke Piala AFF 2026? Klub Belanda Disebut Tak Beri Izin

Justin Hubner dikabarkan terancam absen di Piala AFF 2026 karena Fortuna Sittard disebut tak memberi…

14 jam ago

Fajar/Fikri Tembus Final China Open 2026 usai Duel Sengit Lawan Tuan Rumah

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melaju ke final China Open 2026 setelah mengalahkan Liang Wei Keng/Wang…

15 jam ago

Bhabinkamtibmas Ikut Turun ke Arena Pacu Jalur, Jadi Timbo Ruang Endang Rumus

Bhabinkamtibmas Polsek Kuantan Mudik Bripka Asril ikut menjadi Timbo Ruang Jalur Endang Rumus dalam Pacu…

15 jam ago

Pemko Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan, 19 Ruas Sepanjang 23 Kilometer Sudah Diaspal

Pemko Pekanbaru telah mengaspal 19 ruas jalan sepanjang 23 kilometer hingga pertengahan 2026 dan terus…

15 jam ago

Harimau Sumatra Muncul di Inhil, Warga Diminta Waspada dan Tak Keluar Sendirian

Harimau sumatra muncul di Desa Danai, Inhil, dan dilaporkan memangsa sapi warga. Polisi meminta masyarakat…

15 jam ago

Polda Riau Tanam Kembali Mangrove Rusak Seluas 118 Hektare di Rohil

Kapolda Riau memimpin penanaman kembali mangrove rusak seluas 118 hektare di Rohil sebagai tindak lanjut…

2 hari ago