Tim Gabungan dari Basarnas Pekanbaru, BPBD Rohul, Polri melakukan evakuasi jasad korban El Mahesa Pramana (8) yang ditemukan dekat pohon sawit di bawah Jembatang Ngaso, Kecamatan Ujungbatu, Ahad (11/1/2026). Humas Polres Rohul untuk Riau Pos
PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) – Setelah tiga hari pencarian, bocah berusia 8 tahun yang dilaporkan hanyut di aliran Sungai Ngaso, Kecamatan Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Ahad (11/1) sekitar pukul 07.20 WIB.
Korban ditemukan oleh pihak keluarga di bawah Jembatan Ngaso saat ikut melakukan penyisiran di sekitar aliran sungai. Bocah tersebut diketahui bernama El Mahesa Pramana (8), murid kelas II sekolah dasar yang berdomisili di Perumahan Ria Mandiri Blok C4, Jalan Melati, Kelurahan Ujungbatu.
Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra SIK MSi menjelaskan, jasad korban pertama kali terlihat oleh salah seorang anggota keluarga yang curiga melihat bagian tubuh di dekat pohon sawit di pinggir sungai.
“Saat pencarian, salah seorang keluarga melihat objek yang mencurigakan. Setelah dipastikan bersama keluarga lainnya, objek tersebut ternyata tubuh korban,” ujar AKBP Emil Eka Putra kepada Riau Pos, Ahad (11/1).
Korban sebelumnya dilaporkan terseret arus deras Sungai Ngaso pada Jumat (9/1) petang, saat bermain dan mencuci tangan di bantaran sungai bersama seorang temannya.
Usai ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Pekanbaru, BPBD Rohul, serta unsur Polri. Selanjutnya, jenazah dibawa ke Puskesmas Ujungbatu untuk menjalani pemeriksaan medis.
Dokter jaga Puskesmas Ujungbatu, dr Putri Arianti, menyatakan korban meninggal dunia akibat tenggelam. Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
AKBP Emil Eka Putra menambahkan, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan direncanakan dimakamkan di kampung halaman keluarga di Kisaran.
Sementara itu, Kepala Basarnas Pekanbaru Budi Cahyadi menjelaskan, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, serta masyarakat setempat telah melakukan pencarian sejak hari pertama kejadian.
Upaya pencarian dilakukan dengan metode penyisiran aliran sungai dan darat di sepanjang bantaran Sungai Ngaso hingga radius sekitar lima kilometer ke arah hilir. Namun hingga Sabtu sore (10/1), korban belum ditemukan dan pencarian sempat dihentikan sementara. (epp/sol)
Pemko Pekanbaru mewajibkan seluruh provider internet ikut menata kabel fiber optic ilegal. Penertiban dilakukan bertahap…
Seorang penyelam di Inhil diduga tenggelam setelah kompresor udara mati saat evakuasi kapal. Tim gabungan…
Restorasi mangrove Teluk Pambang di Bengkalis selama lima tahun membuahkan hasil. Kawasan kini pulih, menarik…
Pemko Pekanbaru menyiapkan pembinaan, penyuluhan, dan penindakan untuk mencegah LGBT dengan melibatkan Satpol PP, mubalig,…
Pemprov Riau mempercepat perbaikan jalan provinsi di Rokan Hulu. Sejumlah ruas telah kembali fungsional, sementara…
Polres Siak menetapkan Kadishub Junaidi sebagai tersangka OTT terkait program kapal gratis. Penyidik masih mendalami…