Categories: Rokan Hilir

Pasien Koma Meninggal Usai Dirujuk ke Pekanbaru, Keluarga Ungkap Kronologinya

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) – Video seorang pasien dalam kondisi tidak sadarkan diri dan terpasang infus beredar di media sosial. Unggahan tersebut kemudian menjadi perhatian masyarakat karena disertai narasi yang menyebut pasien BPJS harus menunggu hingga 18 jam untuk menyelesaikan biaya tambahan yang tidak ditanggung BPJS.

Video tersebut diunggah melalui akun media sosial Amron Harahap. Dalam narasinya disebutkan pasien yang dalam kondisi koma menunggu proses terkait biaya dokter pendamping dan jalan tol sebelum mendapatkan rujukan.

Amron kemudian dikonfirmasi terkait unggahan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pasien bernama Arajuli merupakan pamannya dan warga Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan. Menurutnya, keluarga kecewa terhadap proses penanganan yang dialami pasien di RSUD dr RM Pratomo Bagansiapiapi.

Amron mengatakan, setelah tiba di rumah sakit, dokter yang menangani pasien menyarankan agar Arajuli segera dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar untuk mendapatkan penanganan lebih intensif.

Berdasarkan keterangan istri pasien, Lena, rujukan ke Pekanbaru disarankan dokter pada Kamis (6/8/2026) malam. Keluarga kemudian disebut diminta menyiapkan biaya tambahan untuk dokter pendamping dan jalan tol.

“Disebutkan bahwa BPJS hanya menanggung biaya ambulans, sopir dan satu perawat. Sementara RS rujukan meminta tambahan dokter pendamping, sehingga biaya perjalanan dokter pendamping tidak ditanggung BPJS karena itu mesti menyiapkan biaya sebesar Rp1,8 juta. Kemudian berubah menjadi Rp1,1 juta. Uang tersebut diserahkan ke perawat dalam perjalanan ke Pekanbaru,” ujar Amron.

Ia menyebut persoalan yang paling membuat keluarga kecewa adalah waktu keberangkatan ambulans. Saat kondisi pasien semakin kritis dan disebut mulai koma sejak tengah malam, ambulans dikatakan belum tersedia.

Keluarga kemudian menunggu hingga Jumat pagi. Namun, setelah ambulans datang, mereka kembali disebut harus menunggu karena perawat pendamping belum tersedia. Keberangkatan baru dilakukan Jumat sore.

Pasien akhirnya tiba di rumah sakit rujukan di Pekanbaru sekitar tengah malam. Setelah mendapatkan penanganan, Arajuli meninggal dunia sekitar enam jam kemudian.

Terpisah, Direktur Utama RSUD dr RM Pratomo Bagansiapiapi, dr Tri Buana T Dewi, mengatakan setiap pasien tetap mendapatkan pelayanan tanpa melihat status kepesertaan BPJS.

“Tak ada BPJS pun kami tetap layani,” kata Tri Buana usai rapat bersama Komisi D DPRD Rohil di Batu Enam, Bagansiapiapi, Senin (10/8/2026) sore.

Ia menjelaskan, pasien dengan BPJS yang tidak aktif juga tetap diberikan penanganan. Namun, keluarga pasien harus melengkapi persyaratan tertentu apabila diperlukan, seperti surat keterangan miskin.

Terkait proses rujukan, Tri Buana menjelaskan rumah sakit tidak dapat langsung memberangkatkan pasien tanpa terlebih dahulu memperoleh kepastian dari rumah sakit tujuan.

Menurutnya, RSUD harus memastikan rumah sakit rujukan menerima pasien, sekaligus melengkapi dokumen yang dibutuhkan. Hal itu dilakukan agar pasien tidak terlantar ketika tiba di rumah sakit tujuan karena tidak tersedia ruang atau belum mendapat persetujuan penerimaan.

Sementara itu, ketika kembali dikonfirmasi mengenai dugaan keterlambatan ambulans yang disebut keluarga menjadi penyebab tertundanya keberangkatan pasien selama berjam-jam, Tri Buana belum memberikan tanggapan melalui nomor selulernya. (fad)

Redaksi

Recent Posts

Bareskrim Polri dan Bea Cukai Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 28,3 Kg Sabu Malaysia

Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bengkalis menggagalkan penyelundupan 28,3 kg sabu jaringan internasional dan menangkap…

2 hari ago

Kasus Kawasan Hutan Kampar, Polda Riau Resmi Tetapkan Tersangka Oknum DPRD Kampar Inisial F

Ditreskrimsus Polda Riau menetapkan anggota DPRD Kampar berinisial F (Fahmil) sebagai tersangka kasus dugaan penguasaan…

2 hari ago

Pria Asal Dairi Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Salo Kampar

Seorang pemuda asal Dairi berusia 21 tahun ditemukan meninggal tergantung di Ruko Apotek Rama Farma,…

2 hari ago

Atasi Kelangkaan dan Dugaan Mafia Solar Subsidi, DPRD Riau Bawa Wacana Pembentukan Satgas

DPRD Provinsi Riau mengusulkan pembentukan Satgas Solar terpadu untuk memberantas dugaan mafia, penyelewengan, dan antrean…

3 hari ago

Razia Pekat Satpol PP Kuansing: 6 LC diamankan, 1 LC Remaja Positif Penyakit Menular

Satpol PP Kuansing menggelar razia warung remang-remang di Desa Marsawa. Enam LC diamankan, satu di…

3 hari ago

Kesaksian Plt Kadis Perkim Pekanbaru di PN Pekanbaru: Diperas Rp35 Juta Bermodus Berita Flexing

Plt Kadis Perkim Pekanbaru Martin Manoluk memberikan kesaksian di PN Pekanbaru terkait dugaan pemerasan dan…

3 hari ago