Categories: Pelalawan

Air Sungai Nilo Meluap, Banjir Rendam Akses Jalan Darat Desa Lubuk Kembang Bunga

UKUI (RIAUPOS.CO) – DESA Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui kembali dilanda banjir akibat meluapnya air Sungai Nilo.

Alhasil, kondisi tersebut telah membuat ruas badan jalan dan pekarangan rumah masyarakat di desa itu kembali digenangi air dengan ketinggian mencapai 50 cm atau hampir setinggi paha orang dewasa.

Banjir itu tentunya cukup mengganggu aktivitas masyarakat setempat. Pasalnya, akses jalan tidak bisa dilalui masyarakat menggunakan sepeda motor dan kendaraan roda empat ke atas. Dan warga terpaksa pakai sampan atau pompong untuk beraktivitas.

‘’Dampak meluapnya debit air Sungai Nilo telah menyebabkan ruas jalan darat di Desa Lubuk Kembang Bunga direndam air dengan ketinggian mencapai 50 centimeter atau hampir setinggi paha orang dewasa,’’ terang Kapolres Pelalawan, AKBP Afrizal Asri SIK melalui Kapolsek Ukui AKP Rudi Hardiyono SH kepada Riau Pos, Jumat (10/1) via selulernya.

Diungkapkannya, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, debit air Sungai Nilo mengalami peningkatan hingga mencapai 150 Cm. Sedangkan kenaikan level air Sungai Nilo dipengaruhi oleh hutan di kawasan hulu Sungai Nilo yakni wilayah Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang sudah gundul akibat pembalakan maupun perambahan. Sehingga menyebabkan terjadinya erosi dan sedimentasi di aliran sungai akibat hilangnya vegetasi hutan yang mengurangi kapasitas sungai menampung air, khususnya saat curah hujan tinggi

‘’Atas kondisi tersebut, debit air Sungai Nilo menjadi meluap. Sehingga menyebabkan akses jalan darat sepanjang 200-500 meter menjadi terputus akibat terendam air,’’ paparnya.

Dijelaskannya, meski air merendam dan menggenangi ruas badan jalan, namun kondisi banjir tidak sampai merendam rumah warga. Pasalnya, warga yang telah erbiasa mengalami bencana tahunan ini, telah terlebih dahulu melakukan antisipasi dengan membuat rumah panggung dengan ketinggian 3-5 meter dari ketinggian air Sungai Nilo.

“Jadi sejauh ini, berdasarkan hasil pantauan kita di lapangan, belum ada rumah warga yang direndam banjir, karena warga telah mengantisipasi terlebih dahulu dengan membuat rumah panggung. Artinya, areal pemukiman warga yang terendam hanya sebatas pekarangan serta badan jalan dan belum ada rumah yang terdampak,’’ sebutnya.

Ditambahkan Kapolsek, dengan adanya kejadian bencana alam ini, maka pihaknya bersama tim gabungan telah mendirikan posko siaga untuk membantu masyarakat.(hen)

 

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

2 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

2 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

3 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

4 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

4 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

4 hari ago