Categories: Pelalawan

Maksimalkan Penurunan Angka Kasus  TBC

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) –  Meski Dinas kesehatan (Diskes) Pelalawan terus berupaya melakukan berbagai upaya untuk menurunkan angka kasus penyakit Tuberculosis ( TBC), namun hingga saat ini upaya tersebut belum dirasakan maksimal. 

Pasalnya, pada 2023 lalu masih ditemukan sebanyak 780 orang masyarakat di Negeri Bono ini yang positif menderita kasus penyakit  TBC. Untuk itu, guna mempercepat penurunan angka  TBC di Kabupaten Pelalawan, maka Diskes Pelalawan telah melakukan berbagai inovasi. Salah satunya membentuk pos TB di seluruh desa se-Kabupaten Pelalawan.

“Walau kasus  TBC atau penyakit kronis yang menyerang paru-paru di Kabupaten Pelalawan mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebanyak 225 kasus, namun upaya yang kami lakukan ini dirasakan belum maksimal. Hal ini karena pada tahun 2023 lalu jumlah kasus  TBC masih cukup tinggi yakni sebanyak 780 kasus,” kata Kepala Diskes Pelalawan H Asril SKM MKes, Ahad (4/2).

Untuk itu, tambahnya, guna mempercepat penurunan angka  TBC di Kabupaten Pelalawan secara signifikan, maka pihaknya menargetkan pada tahun 2024 ini, seluruh desa di Kabupaten Pelalawan akan dibentuk pos TB Desa.

Diungkapkannya, guna merealisasikan upaya penurunan angka kasus  TBC tersebut, maka Dinas Kesehatan Pelalawan pada 2017 lalu telah membentuk seluruh desa di Kecamatan Ukui dan Teluk Meranti yakni sebanyak 20 desa, sebagai pilot project pos tuberkolosis desa.

“Alhamdulillah, pos TB desa ini telah dioperasikan pada 2017 lalu. Sedangkan hingga saat ini, para petugas di pos TB desa ini, terus melakukan sosialisasi agar penurunan angka kasus  TBC di kecamatan Ukui ini dapat tercapai maksimal. Tentunya agar penurunan angka kasus  TBC di Pelalawan ini dapat optimal, maka pada 2024 ini, seluruh desa dari 10 kecamatan lainnya, akan segera kita bentuk pos TB desa,” paparnya.

Dijelaskannya, selain mempercepat penurunan angka  TBC di Kabupaten Pelalawan, pos TB desa ini juga guna mempercepat penurunan angka dan pelacakan kasus baru Tuberculosis Multi Drug Resistence (TBMDR). Dengan demikian, maka kasus  TBC dan TB MDR di kabupaten yang bermotto Tuah Negeri Seiya Sekata ini, dapat diminimalisir dan ditekan.

“Sedangkan pembentukan TB Desa ini juga dalam rangka mempercepat laju pertumbuhan dan pencapaian pembangunan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya.(amn)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Sidak Bapanas di Pekanbaru Temukan Minyakita Dijual Jauh di Atas HET

Bapanas menemukan Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter di Pekanbaru, jauh di atas HET…

5 jam ago

Atasi Banjir Pekanbaru, Dewan Minta Pemko Fokus ke Saluran Pembuangan

DPRD Pekanbaru menilai persoalan drainase menjadi penyebab utama banjir, sementara pemko mengklaim normalisasi terus berjalan.

5 jam ago

Didukung Tokoh Riau, Prof Firdaus Resmi Daftar Bakal Calon Rektor Unri

Prof Firdaus resmi mendaftar calon Rektor Unri 2026–2030 dengan dukungan tokoh adat, ulama dan masyarakat…

6 jam ago

TKA Susulan Digelar 11-14 Mei, Ratusan Siswa Rohil Belum Selesai Ujian

Sebanyak 882 siswa SD di Rohil mengikuti TKA susulan akibat gangguan internet, listrik padam, hingga…

6 jam ago

Sapi Kurban Presiden untuk Bengkalis Dibanderol Rp96 Juta

Sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Bengkalis dibanderol Rp96 juta, sementara pengawasan hewan kurban di…

7 jam ago

Razia PETI di Kuansing, 10 Rakit Penambang Emas Ilegal Dibakar Polisi

Polres Kuansing kembali menertibkan aktivitas PETI dengan memusnahkan 10 rakit penambang emas ilegal di Kuantan…

7 jam ago