Categories: Pekanbaru

Sidak Bapanas di Pekanbaru Temukan Minyakita Dijual Jauh di Atas HET

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Keluhan masyarakat terkait mahalnya harga minyak goreng subsidi Minyakita di Kota Pekanbaru akhirnya terbukti. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menemukan Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter saat melakukan inspeksi mendadak di dua pasar tradisional, Senin (11/5).

Pengecekan dilakukan Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas, Indra Wijayanto di Pasar Pagi Arengka dan Pasar Dupa Kencana. Dalam sidak tersebut, Minyakita ditemukan dijual jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

Pantauan di lapangan, Indra Wijayanto didampingi sejumlah pejabat terkait, di antaranya Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pekanbaru Adrizal, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pekanbaru Yulianis, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Riau-Kepri Dani Satrio, Kabid Pangan DPTPH Provinsi Riau Wiwik Suryani, serta jajaran Disperindag Provinsi Riau.

Tim menyisir satu per satu kios pedagang yang menjual Minyakita di kedua pasar tersebut. Namun, tidak ditemukan pedagang yang menjual sesuai HET. Bahkan, Indra Wijayanto sempat terkejut saat menemukan Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter.

Sejumlah pedagang mengaku memperoleh pasokan Minyakita bukan langsung dari Perum Bulog, melainkan dari kanvaser atau reseller yang menawarkan barang dengan harga tertentu.

Saat dimintai keterangan mengenai identitas pemasok tersebut, pedagang mengaku tidak mengenal secara langsung pihak yang menawarkan Minyakita tersebut.

Tim Satgas Harga Pangan dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Riau yang turut dalam sidak langsung mengingatkan pedagang agar tidak menjual Minyakita di atas HET yang telah ditetapkan pemerintah.

Selain itu, pedagang juga diminta tidak membeli Minyakita dari pihak yang menjual dengan harga di atas ketentuan. Jika menemukan praktik tersebut, pedagang diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang.

Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas, Indra Wijayanto mengaku kaget dengan kondisi di lapangan. Menurutnya, seluruh pihak harus mematuhi regulasi yang berlaku terkait distribusi dan penjualan Minyakita.

Ia juga mengingatkan bahwa pedagang yang sudah menerima surat teguran hingga tiga kali berpotensi tidak lagi mendapatkan pasokan Minyakita dari BUMN pangan maupun produsen lainnya.

“Selama ini Bulog sudah tegas memberikan peringatan kepada pedagang. Sudah ada tiga pedagang yang mendapat surat peringatan karena menjual Minyakita dengan harga tinggi,” ujarnya.

Indra menegaskan, sidak tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan distribusi Minyakita di pasaran. Ia menyebut terdapat 17 kios di Pasar Pagi Arengka yang mendapatkan pasokan Minyakita dari Bulog dengan alokasi masing-masing 60 karton per pekan.

Menurutnya, secara pasokan sebenarnya kebutuhan Minyakita di pasar tersebut masih mencukupi.

“Semuanya harus mengikuti aturan yang berlaku baik pedagang maupun pihak Bulog dan satgas terkait. Jika memang ada yang melakukan penyelewengan maka harus diberikan sanksi. Apa perlu setiap kios yang mendapatkan pasokan minyak subsidi dari Bulog kita pasang CCTV. Makanya saya minta semua pihak berperan karena ini untuk masyarakat,” tegasnya.

Usai melakukan sidak, Indra Wijayanto langsung mengumpulkan seluruh produsen Minyakita yang memiliki pabrik di Provinsi Riau guna membahas persoalan distribusi dan harga minyak subsidi tersebut.(yls)

Redaksi

Recent Posts

Bandara SSK II Tetap Normal saat Long Weekend, Belum Ada Lonjakan Penumpang

Aktivitas penumpang di Bandara SSK II Pekanbaru saat long weekend Kenaikan Isa Almasih masih normal…

16 jam ago

Bobol Toko HP di Pekanbaru, Terduga Pencuri 25 iPhone Ditangkap

Polsek Bukit Raya menangkap terduga pelaku pencurian 25 unit iPhone di Marpoyan Damai dengan kerugian…

2 hari ago

Empat Lagu Tradisional Rohul Resmi Kantongi Sertifikat Kekayaan Intelektual

Empat lagu daerah Rokan Hulu resmi mendapat sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal dari Kemenkum RI.

2 hari ago

Meski Langka, Harga Minyakita di Kepulauan Meranti Masih Dijual Sesuai HET

Harga Minyakita di Kepulauan Meranti masih sesuai HET meski stok terbatas dan belum memenuhi kebutuhan…

2 hari ago

Bahas Persiapan MTQ Riau, Bupati Kuansing Temui Sekdaprov

Bupati Kuansing bertemu Sekdaprov Riau membahas persiapan MTQ ke-44 tingkat Provinsi Riau yang digelar Juni…

2 hari ago

Kajati Riau Lantik Fredy Feronico Jadi Kajari Rohul

Kajati Riau melantik sejumlah pejabat struktural, termasuk Fredy Feronico Simanjuntak sebagai Kajari Rokan Hulu.

2 hari ago