Pedagang memberikan pangan sapi kurban yang dijual di Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru. MHD AKHWAN/RIAU POS
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten Bengkalis memastikan sapi kurban bantuan Presiden RI tahun ini telah mendapat persetujuan dari Sekretariat Presiden. Harga sapi kurban tersebut juga telah ditetapkan sebesar Rp96 juta sejak Sabtu (9/5).
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Bengkalis, Suhairi mengatakan, proses pembayaran kepada peternak direncanakan selesai pekan ini sebelum 15 Mei 2026.
“Tahun ini sapi bantuan Presiden RI sudah mendapatkan persetujuan, termasuk terkait harga yang telah ditetapkan oleh Sekretariat Presiden sejak Sabtu kemarin,” ujar Suhairi, Senin (11/5).
Ia menjelaskan, proses administrasi pembayaran akan dipusatkan di Kantor Gubernur Riau dan dihadiri langsung oleh perwakilan Sekretariat Presiden beserta bendahara terkait.
Setelah seluruh tahapan administrasi rampung, pembayaran akan langsung ditransfer ke rekening peternak yang sebelumnya telah diserahkan sebagai bagian dari persyaratan administrasi.
“Sedangkan untuk harga sapi kurban Presiden RI sudah disepakati sebesar Rp96 juta. Nilai tersebut sudah termasuk pajak sebesar 1,5 persen, biaya transportasi, penginapan, hingga pemeliharaan sapi sampai ke lokasi penyembelihan,” jelasnya.
Menurut Suhairi, pelaksanaan penyembelihan sapi kurban bantuan Presiden RI nantinya dipusatkan di Masjid Agung Istiqomah Bengkalis. Sapi dijadwalkan tiba di Bengkalis satu hari sebelum Hari Raya Iduladha.
“Selama satu hari berada di Bengkalis sebelum penyembelihan, sapi masih menjadi tanggung jawab peternak. Sementara untuk kesehatan hewan akan dipantau petugas kesehatan hewan,” tambahnya.
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kepulauan Meranti memperketat pengawasan hewan kurban menjelang Iduladha. Pasalnya, sekitar 80 persen kebutuhan hewan kurban di daerah tersebut masih didatangkan dari luar daerah.
Kepala DKPP Kepulauan Meranti, Ifwandi mengatakan, kebutuhan hewan kurban tahun ini diperkirakan mencapai hampir 700 ekor sapi dan kambing.
“Mayoritas pasokan berasal dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Iduladha,” ujarnya kepada Riau Pos, Senin (11/5).
Menurutnya, meningkatnya distribusi ternak menjelang Iduladha membuat pemerintah daerah perlu memperkuat koordinasi lintas instansi guna mengantisipasi masuknya hewan yang tidak memenuhi syarat kesehatan maupun potensi penyebaran penyakit hewan menular strategis.
DKPP bersama tim kesehatan hewan akan turun langsung melakukan pemeriksaan di sejumlah kandang penampungan dan lokasi penjualan hewan kurban di wilayah Kepulauan Meranti.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi fisik hewan hingga kelengkapan dokumen kesehatan dari daerah asal. Hewan kurban juga dipastikan cukup umur, tidak cacat, serta layak untuk dikurbankan sesuai syariat dan standar kesehatan veteriner.
Setiap hewan ternak wajib dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan dan dipastikan bebas dari penyakit menular seperti penyakit mulut dan kuku (PMK), lumpy skin disease (LSD), maupun penyakit zoonosis lainnya.
Di Kabupaten Kampar, Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) juga membentuk tim khusus untuk mengawasi hewan kurban.
Sebanyak 1.063 titik pemotongan hewan kurban yang tersebar di 21 kecamatan menjadi sasaran pengawasan petugas.
“Biasanya data pedagang hewan kurban sudah ada di Disbunnak sehingga memudahkan petugas melakukan pengawasan,” ujar Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Disbunnak Kampar, Azto SPt Azto di Bangkinang, Senin (11/5).
Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara klinis dengan memperhatikan kondisi fisik hewan, termasuk pemeriksaan mulut dan kuku untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat dan bebas penyakit.
Selain itu, petugas juga akan memastikan syarat umur hewan kurban melalui pemeriksaan susunan gigi. Hewan dinyatakan layak dijadikan kurban apabila telah mengalami pergantian dua gigi seri atas.
Disbunnak Keswan Kampar juga akan menelusuri asal hewan kurban guna memastikan kesehatan dan kelayakannya sebelum disembelih.(ksm/wir/kom/hen)
Bapanas menemukan Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter di Pekanbaru, jauh di atas HET…
DPRD Pekanbaru menilai persoalan drainase menjadi penyebab utama banjir, sementara pemko mengklaim normalisasi terus berjalan.
Prof Firdaus resmi mendaftar calon Rektor Unri 2026–2030 dengan dukungan tokoh adat, ulama dan masyarakat…
Sebanyak 882 siswa SD di Rohil mengikuti TKA susulan akibat gangguan internet, listrik padam, hingga…
Polres Kuansing kembali menertibkan aktivitas PETI dengan memusnahkan 10 rakit penambang emas ilegal di Kuantan…
HPT Rohil bersama PMI Pekanbaru berhasil mengumpulkan 150 kantong darah dalam kegiatan donor darah di…