Categories: Kuantan Singingi

Truk Roda 6 Dilarang Melintas Jalan Lintas Telukkuantan-Sumbar Buka Tutup

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Untuk mengantisipasi ambruknya jalan bekas longsor di Lintas Telukkuantan-Sumatera Barat (Sumbar), tepatnya di Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik, maka Satlantas Polres Kuantan Singingi (Kuansing) melarang kendaraan roda enam ke atas untuk melintas.

“Truk roda enam yang bertonase berat untuk sementara tidak boleh melintas. Ini dalam rangka mengantisipasi kerusakan jalan yang saat ini masuk dalam status membahayakan. Namun, untuk kendaraan roda empat masih diperbolehkan lewat dengan sistem buka tutup,” kata Kapolres Kuansing, AKBP Pangucap Priyo Soegito melalui Kasatlantas AKP Boy Setiawan kepada Riau Pos, Senin (19/2).

Dia menyebutkan, pihak kepolisian sudah memasang rambu-rambu lalu lintas pelarangan bagi kendaraan bertonase berat sebelum lokasi longsor. Hal ini guna memberikan ruang bagi pengendara untuk mencari tempat beristirahat.

“Silakan mencari tempat parkir dan tempat peristirahatan. Ini juga dalam rangka meminimalisir kemacetan saat diberlakukanyan sistem buka tutup. Jalan ini sudah kami laporkan ke pihak terkait. Semoga balai jalan bisa segera mencari solusi supaya ada jalan alternatif yang bisa dilewati kedua sisi,” katanya.

Seperti berita sebelumnya, longsor yang terjadi di Kawasan Hutan Bukit Betabuh, Ahad (18/3), menghantam bahu jalan dan dua kedai milik warga setempat. Kuat dugaan, longsor tersebut terjadi akibat curah hujan yang tinggi sejak sepekan terakhir sehingga tanah bagian bawah aspal menjadi turun.

“Daerah ini masuk dalam kawasan rawan banjir, selain lokasinya berbukit, kawasan ini mempunyai tanah dengan dicampuri pasir,” ujarnya. Kepada pengendara, dia meminta untuk berhati-hati. ‘’Jika cuaca tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan, silakan berhenti di tempat-tempat yang dianggap aman,’’ ujarnya.

Jalintim Diperbaiki
usai Banjir Surut

Sementara itu, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau telah melakukan survei Jalan Lintas Timur (Jalintim) di Kabupaten Pelalawan yang terendam banjir dan mengalami kerusakan. Peninjauan tersebut untuk mengetahui penanganan yang akan dilakukan.

Kepala BPJN Riau Yohanis Tulak mengatakan, untuk penanganan jalan tersebut, pihaknya masih menunggu air banjir surut terlebih dahulu. “Sambil menunggu surutnya banjir, nanti kami akan adakan studi lagi untuk jangka pendek, menengah, dan panjang,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, beberapa cara yang akan dilakukan untuk jalan lintas tersebut yakni dengan dibuat peninggian badan jalan atau membuat kaki seribu. Namun untuk memastikan penanganan yang akan dilakukan tetap perlu kajian terlebih dahulu. “Jangan sampai nanti kita tinggikan badan jalannya, justru airnya akan berdampak ke jembatan. Karena ini merupakan banjir kawasan,” sebutnya.

Untuk jangka pendek, pihaknya akan melakukan perbaikan jalan yang rusak terlebih dahulu agar memperlancar arus lalu lintas. Pasalnya, dari hasil peninjauan ke lokasi, beberapa titik jalan mengalami kerusakan akibat tergenang banjir. “Karena itu merupakan jalan nasional, tentu akan menggunakan dana dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Riau (Gubri) Edy Natar Nasution juga sudah mengusulkan peningkatan kualitas jalintim ini. Hal tersebut dilakukan agar ke depannya jika memasuki musim hujan, jalan lintas tersebut tidak lagi digenangi banjir sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas.

“Kami sudah mengundang pihak PUPR Riau dan BPJN untuk membuat perencanaan peningkatan jalan lintas timur dan diusulkan ke pusat melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bapenas (Bapenas),” kata Gubri.

Lebih lanjut dikatakannya, usulan peningkatan jalan tersebut bisa dilakukan dengan dua metode. Yang pertama yakni dengan meninggikan jalan lintas timur agar saat banjir tidak menggenang ke jalan. Atau cara kedua yakni dengan membangun bendungan disisi jalan agar air juga tidak menggenangi jalan ketika banjir.

“Pola peningkatan jalan lintas timur yang diusulkan seperti itu. Tapi nanti pihak BPJN yang akan menyusun teknis usulannya termasuk dalam membuat Detail Engineering Design (DED),” ujarnya.(yas/sol)

Redaksi

Recent Posts

Jalan Pasar Modern Telukkuantan Mulai Diperbaiki, Warga Sambut Gerak Cepat PUPR

PUPR Kuansing mulai memperbaiki Jalan Pasar Modern Telukkuantan yang rusak dan berlubang menjelang Iduladha.

12 jam ago

Sempat Dirawat Hampir Sebulan, JCH Asal Pekanbaru Wafat di Batam Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.

2 hari ago

Kecelakaan Maut di Tol Permai, Dua Meninggal dan Enam Luka Berat

Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.

3 hari ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid Kembali Bergulir, Jaksa Soroti CCTV Rusak dan Tas Mewah Hasil Sitaan

Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…

3 hari ago

Wahana FC Sudah Lolos, PSSI Riau Masih Buka Peluang Tambah Satu Wakil

PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…

3 hari ago

Warga Tembilahan Padati Pasar Murah, Harga Bahan Pokok Lebih Bersahabat

Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…

3 hari ago