Categories: Kuantan Singingi

Balita Meninggal Dunia Akibat Kekerasan, Pengasuh yang Juga Sahabat Ibu Korban Jadi Tersangka

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO)– Kasus tragis menimpa seorang balita perempuan berusia dua tahun berinisial ZR yang meninggal dunia diduga akibat kekerasan yang dilakukan oleh pengasuhnya sendiri. Pelaku diketahui adalah pasangan suami istri YP (24) dan AYS (28), warga Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), yang telah diamankan oleh pihak kepolisian.

ZR adalah anak sulung dari ISD (21), seorang ibu muda yang sehari-hari bekerja sendiri untuk menghidupi anak-anaknya. Berdasarkan hasil penyelidikan Satreskrim Polres Kuansing, kekerasan terhadap korban berlangsung selama hampir tiga pekan, sejak 23 Mei hingga 10 Juni 2025. Dalam rentang waktu tersebut, korban diduga mengalami beragam bentuk kekerasan fisik, termasuk pengikatan pada tangan, kaki, dan mulut menggunakan lakban.

Kapolres Kuansing AKBP Angga Febrian Herlambang mengungkapkan bahwa dalam waktu tiga jam setelah menerima laporan, pihaknya berhasil mengamankan kedua pelaku di rumah kontrakan mereka. Pengakuan awal menyebutkan bahwa pelaku nekat melakukan kekerasan karena merasa kesal terhadap korban yang dianggap rewel. Bahkan kekerasan itu sempat direkam oleh pelaku.

Kapolres Kuansing AKBP Angga Febrian Herlambang SIK SH didampingi Kasat Reskrim AKP Shilton SIK MH, dan Kasi Humas IPTU A Razak memberikan keterangan terkait tindakan kekerasan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Kecamatan Kuantan Tengah, Kuansing, di Mapolres Kuansing, Sabtu (14/6/2025). Desriandi candra/Riau Pos

Sebelum kejadian, ISD menitipkan anak-anaknya kepada sahabat lamanya YP yang bersedia menjadi pengasuh penuh waktu. ISD sempat menjenguk anaknya beberapa hari setelah dititipkan dan tidak melihat tanda-tanda kekerasan. Namun, pada 10 Juni, ia menerima kabar bahwa anaknya mengalami kecelakaan lalu lintas dan dirawat di RSUD Telukkuantan. Kondisi korban kemudian memburuk dan meninggal dunia keesokan harinya.

Merasa ada kejanggalan dari luka-luka yang dialami anaknya, ISD melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kuansing. Hasil autopsi dari RS Bhayangkara Polda Riau menunjukkan adanya luka di kepala, tubuh, dan kaki korban. Sementara itu, adik korban yang masih berusia dua bulan tidak mengalami kekerasan dan kini dalam kondisi sehat bersama ibunya.

Kasus ini mengundang keprihatinan mendalam dari berbagai pihak. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kuansing, Aswandi, menyatakan kesiapannya untuk memberikan pendampingan psikologis kepada ibu korban jika dibutuhkan.

Polisi masih mendalami motif lengkap dari tindakan kekerasan ini. Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 80 Ayat (3) jo Pasal 76C Undang-Undang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Data dari DP2KBP3A Kuansing mencatat bahwa sepanjang 2025 hingga pertengahan Juni, telah terjadi 23 kasus kekerasan terhadap anak. Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat perlindungan terhadap anak dan mencegah terulangnya tragedi serupa.

Redaksi

Recent Posts

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

8 jam ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

8 jam ago

Sempat Disembunyikan, Toyota Land Cruiser Bupati Kuansing Akhirnya Tiba di Rupbasan KPK

Toyota Land Cruiser 300 GR-S yang diduga terkait kasus suap Bupati Kuansing tiba di Rupbasan…

8 jam ago

Kasus Dugaan Pimpinan Ponpes dan Santri di Kuansing Berakhir Damai, Polisi Tetap Lakukan Pendalaman

Kasus dugaan pimpinan ponpes menjalin hubungan dengan santri hingga memiliki anak menghebohkan Kuansing. Polisi menyebut…

8 jam ago

Diduga Sopir Microsleep, Bus Tabrak Truk di Tol Pekanbaru-Dumai, 2 Tewas

Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…

1 hari ago

KM Gading 2 Tenggelam di Perairan Tanjung Buton, 3 Tewas dan 1 Masih Hilang

Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…

1 hari ago