Categories: Kepulauan Meranti

Perbaikan Jalan Jadi Prioritas, PUPR Meranti Ajukan 16 Paket

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Meranti mengusulkan sebanyak 16 paket kegiatan pembangunan dan peningkatan jalan untuk Tahun Anggaran 2026.

Kepala Dinas PUPR Kepulauan Meranti, Sugeng, menjelaskan bahwa seluruh paket tersebut telah masuk dalam tahap perencanaan teknis. Namun, realisasi pelaksanaannya masih sangat bergantung pada kondisi anggaran daerah setelah dilakukan pergeseran.

“Daftar ini merupakan usulan program yang sudah masuk dalam perencanaan teknis. Tetapi apakah semuanya bisa ditindaklanjuti atau tidak, sangat bergantung pada kondisi anggaran setelah pergeseran,” ujar Sugeng kepada Riau Pos, Senin (26/1).

Ia menyebutkan, pergeseran anggaran harus dilakukan karena pemerintah daerah memprioritaskan penyelesaian kewajiban tunda bayar tahun anggaran 2024 dan 2025. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan pengelolaan keuangan daerah yang mewajibkan pemenuhan belanja sebelum menetapkan program baru.

Untuk kegiatan pembangunan jalan, PUPR Meranti mengusulkan pembangunan Jalan Pinang di Desa Tanjung Peranap Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Jalan Pelabuhan di Dusun II Desa Penyayun, Jalan Parit Masjid di Desa Dwi Tunggal, serta pembangunan pelantar Jalan Belibis di Desa Alahair yang berada di kawasan pasang surut.

Sementara itu, usulan peningkatan atau rekonstruksi jalan meliputi peningkatan Jalan Lingkar Topang, ruas Sungai Tohor–Tanjung Sari, Jalan Lestari menuju Ladang Kecil Palapa di Desa Telesung, Jalan Utama Parit Gantung Desa Kedaburapat, serta Jalan Nusa Indah dan Jalan Bihun di Kelurahan Selatpanjang Selatan.

Usulan lainnya mencakup peningkatan Jalan Sialang Pulai Dusun III Desa Penyayun, Jalan Melar Sari yang menghubungkan Desa Dwi Tunggal dan Desa Tanjung Medang, Jalan Ibu Kota Kecamatan Merbau, Jalan Pangaram di Kelurahan Selatpanjang Kota, Jalan Desa Sialang Pasung menuju Desa Segomeng, serta Jalan Semukut–Kuala Merbau yang direncanakan bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit Tahun 2026.

Sugeng menambahkan, dominasi usulan peningkatan jalan menunjukkan bahwa pemerintah daerah lebih memprioritaskan perbaikan infrastruktur yang telah ada dibandingkan membuka ruas baru, karena manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (wir/yls)

Redaksi

Recent Posts

APBD Terbatas, Meranti Andalkan Program IJD untuk Benahi 9,6 Km Jalan

Pemkab Kepulauan Meranti mengusulkan tiga ruas jalan sepanjang 9,6 km masuk program IJD dengan kebutuhan…

2 jam ago

Kabut Asap Karhutla Kembali Selimuti Pekanbaru, Polusi Tertinggi Ketiga di Indonesia

Kabut asap karhutla masih menyelimuti Pekanbaru. Kualitas udara memburuk, AQI mencapai 171 dan 156 titik…

3 jam ago

Bentrokan Konflik Lahan 80 Hektare di Kuansing, 9 Orang Terluka

Bentrokan dua kelompok terkait konflik lahan 80 hektare terjadi di Kuansing. Sembilan orang terluka dan…

3 jam ago

Jalan Sontang-Duri Kembali Berlumpur, Truk Bermuatan Berat Banyak Terjebak

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan menggerus timbunan. Truk bermuatan berat kesulitan melintas dan terjebak…

3 jam ago

Erupsi 4 Gunung Bikin 8 Bandara Ditutup, 35 Penerbangan Pekanbaru-Jakarta Batal

Erupsi empat gunung mengganggu penerbangan. Sebanyak 35 penerbangan dari dan ke Pekanbaru batal setelah delapan…

4 jam ago

Distribusi Tersendat, Semen di Rohul Langka hingga Warga Harus Antre

Kelangkaan semen di Rohul hampir sebulan membuat warga harus booking. Omzet toko bangunan turun hingga…

4 jam ago