Dua unit ambulans bekas RSUD Kepulauan Meranti yang berhasil terjual dalam Lelang Terbuka Barang Milik Daerah dengan nilai Rp 20 juta Lewat KPLNL beberapa pekan sebelum ini. (Wira Saputra/Riaupos.co)
SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) memastikan lelang lanjutan terhadap barang milik daerah (BMD) yang belum terjual akan segera diumumkan pada pekan depan.
Pelaksanaan lelang tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 28 April 2026, dengan sistem penawaran terbuka atau open bidding yang dilakukan secara daring.
Kepala BPKAD Kepulauan Meranti, Fajar Triasmoko melalui Kepala Bidang Aset Wan M Ramahendra menyampaikan, saat ini tahapan proses telah mendekati final setelah melalui verifikasi dokumen oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).
Ia menjelaskan, barang-barang yang belum berhasil terjual pada lelang sebelumnya akan kembali ditawarkan kepada masyarakat pada tahap lanjutan ini.
Adapun objek lelang yang disiapkan masih didominasi kendaraan dinas dan barang inventaris yang sudah tidak lagi dimanfaatkan. Di antaranya terdiri dari 27 unit sepeda motor, satu paket scrap kendaraan roda empat, roda tiga, dan roda dua, serta satu paket scrap barang inventaris lainnya.
Menurut Wan Ramahendra, pada pelaksanaan lelang tahap pertama, sejumlah paket tidak mendapatkan penawaran hingga batas waktu yang ditentukan, sehingga harus diajukan kembali dalam lelang berikutnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses lelang dilakukan secara transparan melalui sistem online tanpa kehadiran peserta secara langsung. Selain itu, objek lelang dijual dalam kondisi apa adanya atau as is sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi masyarakat yang berminat, diberikan kesempatan untuk melihat langsung objek lelang pada 21 dan 28 April 2026 di lokasi penyimpanan aset milik Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.
Wan Ramahendra menambahkan, kegiatan lelang ini bertujuan untuk menertibkan aset daerah sekaligus mengoptimalkan nilai barang yang sudah tidak digunakan secara efektif.
Pihaknya berharap pada lelang lanjutan ini seluruh aset yang tersisa dapat terjual sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah.
Sebelumnya, pada lelang tahap pertama yang dilaksanakan melalui KPKNL Dumai, total nilai aset yang berhasil terjual mencapai Rp587.763.520 dan telah masuk sebagai pendapatan daerah. (Wir)
SPBU Inhu dorong penggunaan aplikasi XStar untuk BBM subsidi. Warga mengeluh, harga Pertalite di pelosok…
Bapenda Pekanbaru pasang stiker di hotel penunggak pajak di Jalan Sudirman. Sanksi tegas diberikan, izin…
CJH Riau kloter pertama masuk Asrama Haji 23 April 2026 dan berangkat 24 April. Jemaah…
Pj Sekda Rohul pimpin goro Selasa Bersih di kawasan aset bersejarah Pasirpengaraian untuk menjaga kebersihan…
Sebanyak 19 desa persiapan di Rohul tinggal menunggu penetapan kode desa dari Mendagri untuk menjadi…
DPRD Kampar mendesak DLH segera merilis hasil uji dugaan pencemaran Sungai Tapung setelah 30 ton…