Aktivitas penumpang di Pelabuhan Tanjung Harapan Internasional Meranti-Malaysia. Foto diambil baru-baru ini. (WIRA SAPUTRA/RIAUPOS.CO)
Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti Muhammad Fahri, Ahad (5/2).
Namun ia memastikan jika Kepulauan Meranti masih aman terhadap status sebaran hingga nihil kasus atau pasien terpapar. ”Kita masih aman dan belum ada terdeteksi. Namun harus tetap waspada pasalnya jalur Malaysia tujuan Meranti terbuka lebar,” ujarnya kepada Riau Pos.
Dari data sebaran yang dirilis pihaknya, hanya ada satu kasus yang terdeteksi terkonfirmasi positif di awal tahun 2023. Saat ini pasien tersebut dilakukan isolasi mandiri (isoman).
”Kasus itu terdeteksi sekitar tanggal 12 Januari 2023, dan mereka menjalani isolasi mandiri dengan di bawah pengawasan petugas. Sejak itu hingga saat ini tidak ada kasus lagi atau nihil,” tambahnya.
Meski nihil kasus, Dinas Kesehatan terus melakukan upaya antisipasi penyebaran dengan menggalakkan vaksinasi untuk membentuk kekebalan tubuh. Pihaknya telah menyediakan suntikan vaksinasi dosis keempat atau booster kedua.
Vaksinasi dosis keempat bisa diberikan dengan jarak enam bulan dari dosis ketiga atau booster pertama. Keputusan pemberian vaksinasi booster lanjutan itu tertuang dalam surat edaran yang baru saja mereka terima pada bulan lalu.
”Sudah mulai sejak bulan Januari lalu. Makanya kita imbau masyarakat segera melakukan vaksinasi,” ujarnya.
Ia mengingatkan percepatan penerimaan vaksinasi secara gratis ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat setempat. Karena dari informasi yang pihaknya terima, pemerintah pusat sedang menyusun rencana terhadap vaksinasi berbayar.
”Mumpung masih gratis ya dimanfaatkan segera. Saat ini dari informasi yang kami terima, ke depan kemungkinan akan berbayar,” katanya.
Apalagi kata Fahri, jauh sebelum ini vaksinasi booster kedua hanya menyentuh kepada tenaga kesehatan dan lanjut usia (lansia). Saat ini realisasi vaksinasi di Kepulauan Meranti telah menyasar ke penduduk 363.541 ribu jiwa.
Di mana capaian vaksinasi pertama mencapai 86,3 persen dengan jumlah 155.367 orang, vaksinasi kedua mencapai 72,1 persen dengan jumlah 129.929 orang. Sementara vaksinasi booster satu mencapai 42,9 persen dengan jumlah 77.369 orang dan booster kedua baru mencapai 1,7 persen atau setara 604 orang.(gem)
Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkalis terkendala setelah lahan usulan di Desa Wonosari ditolak Kemensos…
Satreskrim Polresta Pekanbaru menetapkan pria berinisial S sebagai tersangka penipuan investasi proyek pengangkutan batu bara…
Prof Dr Afrizal Nur dikukuhkan sebagai Guru Besar Tafsir Kontemporer UIN Suska Riau usai menyampaikan…
Kondisi kabut asap karhutla di Pekanbaru kian memburuk hingga menurunkan jarak pandang menjadi 800 meter…
Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Pekanbaru memperberat hukuman Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid menjadi 4 tahun…
Seorang tahanan kasus narkotika berinisial RI melarikan diri dari Lapas Kelas IIB Pasirpengaraian, Rohul, usai…