Categories: Kepulauan Meranti

Kapal Cepat Bermuatan Sayur Terbakar di Kepulauan Meranti, Tiga ABK Diperiksa

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Kapal ce­pat bermuatan sayur terbakar hebat di Kepulauan Meranti. Kejadian ini menimpa Porti Express 22 di Perairan Selat Air Hitam, Senin (2/9) sore. Kejadian ini menambah panjangnya daftar kecelakaan yang masuk dalam rute pelayaran di Perairan Kepulauan Meranti dalam beberapa bulan terkkhir.

Kebakaran di Porti Express 22 ini dikabarkan menyebabkan seorang anak buah kapal (ABK) engalami luka bakar hingga dilarikan ke rumah sakit umum daerah dan kini telah menerima perawatan intensif dari petugas medis.

Sementara tiga orang lainnya dinyatakan selamat usai dievakuasi. Namun, Selasa (3/9), mereka sedang menjalani proses pemeriksaan oleh KSOP setempat.

Saat kejadian, petugas bekerja keras untuk memadamkan api. Bahkan, perlu waktu berjam-jam. Ya, tim gabungan berjibaku memadam api di lokasi kejadian sejak Senin (2/9) pukul 17.45 WIB dan baru berakhir pada Selasa (3/9) pagi. Bahkan, di lokasi sempat terjadi beberapa kali ledakan.

Insiden ini bermula ketika Porti Express 22 bertolak dari Dermaga APMS PT Mas Artha Sarana, Tanjung Harapan usai mengisi bahan bakar. Gagal mesin hingga menimbulkan percikan api. Melihat api yang membesar, kapten kapal dan tiga orang ABK bernama Syahril, Ruslan, dan Supardi berhasil menyelamatkan diri dengan cara melompat ke laut.

Namun seorang ABK bernama Syahril mengalami luka bakar sebelum berhasil melompat. Ia kini telah dibawa ke RSUD Kepulauan Meranti untuk mendapatkan perawatan intensif.

Menyikapi seluruh kejadian, Plt Bupati Asmar berharap kepada seluruh lembaga dan perangkat terkait dapat meminimalisir potensi kecelakaan yang sama. “Kita minta seluruh lembaga, instansi dan OPD terkait mencari cara agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Karena dalam tahun ini menjadi tahun dengan kecelakaan laut terbanyak jika dibandingkan dari tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Kepada nakhoda armada dan pengusaha pelayaran diminta memperketat keamanan jauh sebelum keberangkatan dimulai. “Penting itu APAR dan life jacket. Jangan sampai itu tidak ada. Kita tak mau kejadian ini terulang dan menimbulkan korban jiwa,” ungkapnya.(wir)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Kuansing Dapat Tambahan Dana Rp70 Miliar, Gaji PPPK dan TPP ASN Jadi Prioritas

Kuansing mendapat tambahan dana Rp70 miliar dari Kemenkeu. Dana diprioritaskan untuk gaji ASN, PPPK, dan…

9 jam ago

290 Bilik Santri Ludes Terbakar, Bupati Kampar Langsung Turun ke Ponpes Syekh Burhanuddin

Kebakaran menghanguskan 290 bilik santri Ponpes Syekh Burhanuddin Kampar. Pemkab bergerak cepat mendirikan tenda dan…

9 jam ago

Harga Kelapa Anjlok, Ratusan Mahasiswa dan Petani Kepung Kantor Bupati Inhil

Ratusan mahasiswa dan petani kelapa menggelar aksi di Kantor Bupati Inhil. Mereka mendesak pemerintah memperjuangkan…

11 jam ago

7.341 PKH dan 10.428 Sembako Kemensos Proses Penyaluran, Terlibat Pinjol dan Judol Tak Lagi Mendapat Bantuan

Penerima bansos di Siak menurun pada triwulan III. Dinsos menyebut pindah, pinjol hingga judol sebagai…

11 jam ago

Pasien Koma Meninggal Usai Dirujuk ke Pekanbaru, Keluarga Ungkap Kronologinya

Video pasien koma viral di media sosial. Keluarga menyoroti lamanya proses rujukan, sementara RSUD Bagansiapiapi…

11 jam ago

14 Tim Basket Kampar dan Rohul Berebut Juara di Riau Pos-HSBL 2026

Sebanyak 14 tim basket pelajar Kampar dan Rohul siap bertarung di Riau Pos-HSBL 2026 Seri…

11 jam ago