catur-perusahaan-bisa-berdayakan-lulusan-smk
KAMPAR (RIAUPOS.CO) – BUPATI Kampar H Catur Sugeng Susanto SH MH berkesempatan menjadi narasumber pada acara coffee morning Sinergitas Basamo Mambolo Naghoi yang ditaja MKKS SMK Kabupaten Kampar.
Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Zul Ikram SPd MpH, Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMK Kabupaten Kampar Djunaidi, MPd, dengan dinas terkait, perusahaan-perusahaan di Kabupaten Kampar beserta seluruh Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kabupaten Kampar, Direktur Politeknik Kampar, Politeknik Bengkalis dan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bangkinang. Coffee Morning tersebut dipusatkan di Aula Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Bangkinang, Kamis (21/10)
Bupati Kampar dalam arahannya mengatakan, untuk menjawab seluruh kegelisahan SMK dalam menampung lulusan kejuruan, diharapkan ada komitmen perusahaan untuk bisa membantu pemerintah dan kalangan akademis dalam memanfaatkan lulusan-lulusan SMK untuk dapat berkarir di perusahaan tersebut.
"Dibutuhkan komitmen yang tinggi perusahaan untuk membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran SDM Kampar yang dihasilkan melalui jenjang pendidikan kejuruan ini," ucapnya.
Catur Sugeng Susanto juga menyampaikan, bahwa untuk mengurangi pengangguran selepas menyelesaikan sekolahnya, dirinya berharap perusahaan-perusahaan ikut serta membantu pemerintah untuk menerima lulusan SMK bekerja sesuai keahlian mereka.
Bupati Kampar juga katakan, perusahaan tidak boleh hanya memikirkan keuntungan, tetapi disisi lain, perusahaan wajib memakai tenaga lokal 40 persen untuk bekerja di perusahaan-perusahaan, sehingga lulusan kejuruan dapat berkarir dan mengurangi pengangguran di Kabupaten Kampar.
Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Kampar Djunaidi MPd menyampaikan bahwa, kegiatan coffee morning ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi antara stakeholder pendidikan vokasi, industri dan pemerintah serta penyamaan visi dan menghasilkan komitmen bersama terkait kemajuan pendidikan vokasi.
Selanjutnya Djunaidi pada kesempatan itu menyampaikan, ada kendala yang dihadapi lulusan sekolah kejuruan di Kabupaten Kampar, bahwa lulusan Kejuruan usai menamatkan sekolahnya menjadi pengangguran, akibat perusahaan enggan menggunakan jasa lulusan untuk dapat bekerja di perusahaan yang ada di Kabupaten Kampar.
Djunaidi juga menambahkan peran perusahaan dalam memberantas pengangguran yang dihasilkan lulusan dari sekolah kejuruan merupakan ketegasan pemerintah daerah untuk mengajak perusahaan dalam memanfaatkan tenaga lulusan sekolah kejuruan dapat bekerja di perusahaan yang ada di Kabupaten Kampar.(hen)
Laporan KAMARUDDIN, Bangkinang
Kejati Riau telah menggeledah 11 lokasi terkait dugaan korupsi jasa kapal di Dumai dan menyita…
Bupati Rohul melepas 56 JCH Korpri menuju Tanah Suci. Jemaah diingatkan menjaga kesehatan, sikap, dan…
Polres Siak menangkap dua pelaku penyalahgunaan biosolar subsidi dengan modus mobil tangki modifikasi dan barcode…
Sebanyak 422 calon siswa berebut 252 kursi di SKO Riau. Seleksi ketat digelar untuk menjaring…
Sebanyak 48,39 ton komoditas pangan ilegal dimusnahkan di Inhil. Barang tanpa dokumen ini dinilai berbahaya…
Pemko Pekanbaru prioritaskan penertiban PKL di Jalan HR Soebrantas dengan pendekatan humanis demi menjaga ketertiban…