Bangunan rumah dan toko di kawasan Pasar Kuala Enok, Jalan Merdeka, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Inhil yang rusak diterjang abrasi, Kamis (18/6/2026).
TEMBILAHAN, (RIAUPOS.CO) – Abrasi yang kembali menerjang Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, dalam tiga hari terakhir menyebabkan kerusakan yang semakin meluas. Sedikitnya 20 bangunan rumah dan tempat usaha terdampak akibat tiga kejadian abrasi yang terjadi sejak Selasa (16/6) hingga Kamis (18/6).
Peristiwa abrasi pertama dan kedua terjadi pada Selasa (16/6) di dua lokasi berbeda. Di kawasan Pasar Kuala Enok RT 001 RW 001, abrasi menyebabkan lima bangunan terdampak, terdiri atas warung, toko sembako, rumah tinggal, dan tempat usaha warga.
Tidak lama kemudian, abrasi kembali terjadi di RT 001 RW 006 Kampung Jawa. Kejadian tersebut mengakibatkan sembilan rumah warga terdampak akibat terkikisnya daratan di sekitar permukiman.
Selain merusak bangunan milik warga, abrasi juga berdampak pada sejumlah fasilitas umum. Jalan umum, pelabuhan, hingga vihara ikut terkena dampak bencana tersebut.
Bahkan, tiga rumah berada dalam kondisi terancam sehingga para penghuninya terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Abrasi kembali terjadi pada Kamis (18/6) sekitar pukul 12.25 WIB. Longsor susulan yang terjadi di Jalan Merdeka RT 001 RW 001 Kelurahan Kuala Enok mengakibatkan empat rumah dan dua lapak jualan mengalami kerusakan berat.
Kepala Pelaksana BPBD Indragiri Hilir, R Arliansyah, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa abrasi dipicu oleh kondisi tanah yang terus terkikis akibat hantaman ombak dan arus pasang surut yang terjadi secara berulang, ditambah karakteristik tanah yang labil.
“Longsor susulan mengakibatkan empat rumah dan dua lapak jualan rusak berat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Arliansyah.
Berdasarkan data BPBD, bangunan yang mengalami kerusakan pada kejadian terbaru merupakan milik Riko Hardinata, Sutiyem, Mujiburrahman, dan Sunardi. Selain itu, dua lapak jualan milik Suwandi dan Khairiah juga mengalami kerusakan berat.
Kerugian akibat abrasi yang terjadi pada Kamis tersebut diperkirakan mencapai Rp500 juta.
Sementara itu, abrasi yang melanda dua lokasi berbeda pada 16 Juni lalu menyebabkan kerugian sekitar Rp320 juta.
Dengan demikian, total kerugian akibat rangkaian abrasi yang terjadi di Kuala Enok selama tiga hari terakhir diperkirakan mencapai sekitar Rp800 juta.
Hingga Kamis sore, tim BPBD bersama aparat kecamatan, TNI, Polri, serta perangkat kelurahan masih melakukan pemantauan dan pengawasan di lokasi terdampak.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan permanen untuk mengatasi abrasi yang terus mengancam kawasan permukiman serta pusat aktivitas ekonomi masyarakat Kuala Enok.(*2)
Tiga anak di Siak tak lagi sekolah dan setiap hari mengemis di jalan. Dinsos turun…
Muhammad Fazya Kurniawan dan Halda Mirsyanda terpilih sebagai Bujang Dara Meranti 2026 dan akan mewakili…
MUI mengingatkan masyarakat soal ketentuan agama dalam karnaval dan lomba Agustusan, termasuk busana serta penggunaan…
Wali Kota Pekanbaru mendorong Pramuka menjadi pelopor green city dengan target setiap gudep menanam dan…
Perbaikan jalan di Pekanbaru terus dikebut. Dari target lebih dari 42 kilometer, sebanyak 23,6 kilometer…
Karhutla di Sungai Guntung Hilir, Inhu, meluas hingga 50 hektare dan sulit dipadamkan karena asap…