Categories: Bengkalis

Polres Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 4 Kilogram Sabu

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Kepolisian Resort (Polres) Bengkalis memusnahkan sekitar 4 kg narkotika jenis sabu hasil pengungkapan kasus narkoba yang melibatkan sindikat internasional, Senin (26/1) siang. Sabu ini dimusnahkan dengan cara dilarutkan ke dalam ember berukuran besar berisi air, kemudian diaduk sampai hancur.

Barang bukti ini tidak dimusnahkan semuanya, sebagian sabu disisihkan guna kepentingan pemeriksaan di Laboratorium Forensik dan juga pembuktian di persidangan. Pemusnahan dilakukan sesuai dengan surat dari Kejaksaan Negeri Bengkalis.

Pemusnahan dipimpin langsung Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan SIK MT dan disaksikan Sekda Bengkalis H Bustami HY dan sejumlah Forkompinda Bengkalis. 

Dalam kesempatan ini Kapolres Bengkalis menyampaikan harapannya kepada pemerintah Bengkalis untuk kembali mengaktifkan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) yang selama ini seperti mati suri.

"Dalam waktu dekat ini Bengkalis akan dipimpin dengan pimpinan bupati dan wakil Bupati Baru. Kita harapkan pimpinan baru bisa kembali mengaktifkan keberadaan BNK di Bengkalis," terang Kapolres.

Menurut dia, keberadaan BNK di Bengkalis sangat diharapkan, karena peredaraan narkoba di Bengkalis cukup tinggi. hampir tiap pekan ada saja tindak pidana narkoba baik di Pulau Bengkalis dan di daratan Bengkalis yang berhasil diungkap Polres Bengkalis.

"Jajaran personel Polres Bengkalis sampai ke tingkat Polsek setiap pekan terus menangkap atau menindak pelaku mulai pemakai sampai pengedar narkoba," terangnya.

Menurut dia wilayah Bengkalis daratan paling banyak saat ini ditindak, sementara wilayah pesisir sedikit berkurang karena angin Utara di perairan Bengkalis menganggu perairan selat melaka sehingga upaya penyeludupan dari negara tetangga mulai berkurang.

Menurut dia, keberadaan BNK sangat diperlukan guna melakukan tindakan preventif, edukasi dan sosialisasi ke masyarakat. Sehingga kesadaran masyarakat dalam pencegahan peredaran narkoba meningkat.

Sementara itu, terkait harapan Kapolres ini Sekda Bengkalis Bustami HY mengatakan pemerintah Bengkalis juga telah memikirkan hal ini. Keberadaan BNK nantinya akan kembali digesah.

"Kita sedang upayakan, saat ini kita sudah usulkan pembentuk tim pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba (P4DN) di Bengkalis. Tim ini menggantikan BNK tidak hanya melibatkan pemerintah saja tetapi sejumlah stakeholder terkait," terangnya.

Seperti diketahui awal tahun ini Polres dan Bea Cukai Bengkalis berhasil mengungkapkan peredaran narkotika jenis sabu dalam jumlah besar. Setidaknya sekitar 4 kilogram sabu asal negeri jiran Malaysia berhasil diamankan Jumat (1/1/2021) dan sabu ini yang dimusnahkan. 

Dalam pengungkapan narkoba jaringan internasional ini tim gabungan berhasil mengamankan enam tersangka sebagai kurir laut dan darat. Diantaranya Bondan alias Alu (43) warga Teluk Papal, Tono alias Awis (28) Warga Desa Bantan Tengah, Amirul alias Along (23) warga Desa Kelapapati, Handrian alias Aan (23) warga Desa Sungai Pakning.

Selain itu tim gabungan juga berhasil mengamankan dua narapidana di Rutan Dumai Supandi dan Junaidi sebagai pengendali. Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan didampingi Kepala Bea Cukai Ony Ipmawan dalam keterangan pers mengatakan, narkoba diduga asal Malaysia masuk ke Bengkalis lewat perairan Teluk Papal Kecamatan Bantan.

Menurut dia, awalnya penyeludupan barang haram ini awalnya akan dilakukan empat tersangka melalui perairan selat Bengkalis di Bukit Batu pada Tanggal 28 Desember 2020. Saat itu tim bergerak melakukan penyelidikan di perairan Bengkalis dan Bukit Batu namun tidak membuahkan hasil. 

Pelaku dijerat Pasal 114 (2) dan Pasal 112 (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara.

 

Laporan: Erwan Sani (Bengkalis)

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

PLN Ungkap Penyebab Listrik Selatpanjang Padam Berjam-jam, Ada Tiga Gangguan Sekaligus

Listrik di Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti, sempat padam berjam-jam akibat tiga gangguan beruntun. PLN pastikan…

7 jam ago

Penguasaan Lini Tengah Jadi Faktor Penentu

Analisis mendalam final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina, membedah kekuatan, strategi, serta peluang…

7 jam ago

Unri Datangi TKP Tewasnya Dokter PPDS di Siak, Koordinasi Langsung dengan Polisi

Pimpinan Universitas Riau mendatangi Polres Siak dan TKP tewasnya dokter PPDS Alex Cristo Lotis. Polisi…

9 jam ago

Lawan Polisi Pakai Senjata Tajam, Terduga Pengedar Ekstasi di Pekanbaru Ditembak

Terduga pengedar pil ekstasi di Pekanbaru dilumpuhkan setelah menyerang polisi dengan cutter saat penangkapan. Satu…

13 jam ago

Tiga Bulan Teror Warga, Buaya 2,5 Meter di Sungai Gaung Akhirnya Diamankan

Buaya sepanjang 2,5 meter yang meresahkan warga Sungai Gaung, Inhil, selama tiga bulan akhirnya berhasil…

19 jam ago

UNPRI Pekanbaru Ukir Prestasi Nasional, Tiga Tim Mahasiswa Sabet Empat Penghargaan

Mahasiswa UNPRI Kampus Pekanbaru meraih empat penghargaan di ajang LETIN 8 tingkat nasional, mulai dari…

19 jam ago