Camat Mandau Riki Rihardi memimpin rakor bersama pihak kelurahan, UPT, Karang Taruna, RT/RW dan tokoh masyarakat terkait permasalahan sampah dan PKL di Kantor Camat Mandau, Senin (17/2/2025).
MANDAU (RIAUPOS.CO) – Jumlah pedagang kaki lima (PKL) di Kota Duri, Kecamatan Mandau makin menjamur. Bahkan keberadaan PKL membuat pemandangan kota menjadi semeraut. Untuk menata pedagang ilegal ini, Pemerintah Kecamatan Mandau dalam waktu dekat akan melakukan penertiban.
”Kita bersama seluruh pihak terkait, akan segera menertibkan para PKL yang melanggar aturan, terutama yang berjualan di trotoar hingga ke badan atau bahu jalan. Ini kita lakukan demi ketertiban, kebersihan, dan keindahan kota, serta kenyamanan masyarakat,” tegas Camat Mandau Riki Rihardi usai memimpin rapat koordinasi di Kantornya, Senin (17/2).
Menurutnya, selama ini pihaknya telah mendapat banyak keluhan dari masyarakat, terkait keberadaan PKL yang membuka lapak hingga ke badan jalan. Untuk itu, pihaknya juga mengimbau agar para PKL bersedia memindahkan lapaknya ke tempat yang telah disediakan pemerintah, yang akan difungsikan.
Selanjutnya kata Riki, terkait permasalahan sampah pihaknya meminta kepada lurah dan seluruh pihak terkait, agar besama-sama memberikan teguran keras kepada masyarakat yang masih mambuang sampah sembarangan dan melakukan pengawasan, secara intens terhadap pelaku yang masih saja membuang sampah disembarang tempat.
”Ya, kita harapkan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempat yang disediakan. Jika tetap membandel membuang sampah sembarang, maka akan kita berikan sanksi tegas,” ujarnya.(ksm)
Pemko Pekanbaru membongkar bangunan liar di aset pemerintah kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, menggunakan alat…
Polda Riau mengungkap dugaan peredaran sabu di Rantau Kopar, Rohil. Seorang pria diamankan, lokasi penggerebekan…
Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…
Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…
Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.
Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…