Categories: Bengkalis

Miris, 3.011 Anak di Bengkalis Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Angka anak putus sekolah di Kabupaten Bengkalis hingga tahun 2026 masih tergolong tinggi. Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis mencatat sebanyak 3.011 anak tidak melanjutkan pendidikan, dengan faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab paling dominan.

Meski demikian, jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 3.500 anak putus sekolah.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis Muthu Sally mengatakan, penurunan angka itu terjadi karena sebagian anak yang sebelumnya tercatat putus sekolah kini sudah kembali melanjutkan pendidikan melalui program paket belajar.

“Kelihatannya memang masih tinggi, tetapi sebenarnya sudah turun dibanding tahun sebelumnya. Sebagian anak yang sebelumnya putus sekolah sudah kembali mengikuti pendidikan melalui program paket,” ujarnya, Kamis (7/6).

Ia menjelaskan, data tersebut bukan angka putus sekolah dalam satu tahun, melainkan akumulasi pendataan selama kurang lebih sepuluh tahun terakhir berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Menurutnya, data itu mencakup siswa yang telah lulus SD maupun SMP namun tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya hingga saat ini.

Muthu menyebut, angka putus sekolah masih bisa ditekan apabila para siswa kembali melanjutkan pendidikan formal ataupun mengikuti program pendidikan kesetaraan melalui ujian paket.

Dalam upaya tersebut, keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dinilai sangat membantu mengurangi jumlah anak putus sekolah di Bengkalis.

“Peran PKBM sangat membantu mengurangi angka putus sekolah. Kami berharap semakin banyak masyarakat membentuk PKBM, terutama di wilayah padat penduduk, agar anak-anak yang putus sekolah bisa menyelesaikan pendidikan melalui program paket A, B maupun C,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, persoalan ekonomi keluarga masih menjadi faktor utama banyak anak berhenti sekolah. Tidak sedikit siswa memilih bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga dibanding melanjutkan pendidikan.

Selain faktor ekonomi, sebagian siswa juga berhenti sekolah akibat persoalan di lingkungan pendidikan dan akhirnya tidak kembali melanjutkan sekolah.(ksm)

Redaksi

Recent Posts

6.000 Liter Formula X-Fire Dikirim Polri untuk Atasi Karhutla Pelalawan

Polri menguji Formula X-Fire untuk menangani Karhutla di lahan gambut Pelalawan dengan dukungan 6.000 liter…

15 jam ago

Sembunyi di Parit, Terduga Pengedar Sabu di Kampa Dibekuk Polisi

Terduga pengedar sabu MA (26) dibekuk polisi saat bersembunyi di parit di Kampa. Petugas mengamankan…

15 jam ago

Kemiskinan Pekanbaru Ditarget Turun dari 3,1 Persen Jadi 2 Persen dalam Tiga Tahun

Pemko Pekanbaru menargetkan angka kemiskinan turun dari 3,1 persen menjadi 2 persen dalam tiga tahun…

15 jam ago

Tender Batal, Pembangunan Pasar Tembilahan Rp19,9 Miliar Kembali Tertunda

Tender proyek pembangunan Pasar Tembilahan senilai sekitar Rp19,9 miliar batal. Pemkab Inhil mempertimbangkan pelaksanaan pembangunan…

16 jam ago

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

3 hari ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

3 hari ago