Categories: Bengkalis

Kelangkaan BBM Terus Dikeluhkan

(RIAUPOS.CO) – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis preium terjadi di Pulau Bengkalis beberapa waktu belakangan, ditanggapi Pemkab Bengkalis dengan serius agar kelangkaan premium bisa teratasi.

Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso didampingi Kadisdagprin Indra Gunawan dan langsung menggelar rapat bersama instansi terkait dan para pengusaha SPBU, maupun APMS yang beroperasi di Bengkalis, Rabu (14/4).

Rapat dipimpin Wakil Bupati Bengkalis ini mempertanyakan persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) premium.

"Bahwasanya adanya kelangkaan BBM  dan antrean cukup panjang di SPBU di Pulau Bengkalis, dengan rapat ini kita akan menguraikan permasalahan. Hasil koordinasi dengan pihak Pertamina tidak adanya pengurangan kuota BBM untuk SPBU di Pulau Bengkalis di sini kita akan mencari permasalahanya dimana," ungkap Indra Gunawan.

Sementara, Wakil Bupati Bengkalis H Bagus Santoso menyampaikan akan langsung mengambil reaksi cepat dengan banyaknya keluhan masyarakat terkait kelangkaan BBM di Pulau Bengkalis ini. "Pemda Bengkalis akan menindak tegas jika ada pihak yang mengambil keuntungan di situasi saat ini. Mudah-mudahan kelangkaan ini bukan disebabkan dari pihak yang melakukan permainan," ungkap Bagus Santoso.

Menurut Bagus Santoso, di Bengkalis daratan maupun di Pulau Rupat tidak ada permasalahan terkait BBM ini. Mengapa di Pulau Bengkalis bisa terjadi kelangkaan, ini yang akan dipecahkan.

"Pihak pertamina akan mengganti premium dengan pertalite, namun belum sekarang, dengan ini jangan sampai ada yang bermain di masa transisi. Kami akan berkerja sama dengan Satgas dan akan menindak tegas jika ada yang berani bermain-main masalah BBM ini," tegas Wabup lagi.

Sementara, penyampaian perwakilan pihak SPBU Kompak PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ) Karyoto menyampaikan permasalahan di SPBU kompak PT BLJ masalah angkutan armada yang ada cuma 3 unit mobil.  "Ada pompa yang rusak kemaren dan alhamdulillah semalam sudah diperbaiki dan tadi malam kita sudah buka. Kita sudah menambah 1 unit mobil dan sudah berjalan hari ini," ujarnya.(ade)

Perwakilan SPBU kompak PT  Nurwati Maju Bersama mengatakan, permasalahan di SPBU kompak PT Nurwati Maju Bersama yaitu mobil hanya ada 3 unit dari 5 unit, 2 unit masih di Polda Riau karena masih ditahan. "Dua unit mobil itu karena ada persoalan hukum, selain itu kami melayani kapal Roro," ungkapnya.(ade)

Laporan erwan sani, Bengkalis

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Ketua DPRD Kuansing Diperiksa KPK Selama 12 Jam, Kuasa Hukum Beberkan Materi Pemeriksaan

Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…

59 menit ago

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Uraikan Dugaan Aliran Uang Rp2,4 Miliar

Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…

1 jam ago

Bupati Meranti Ingatkan Pilkades 2026 Jangan Sampai Picu Perpecahan

Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…

1 jam ago

Nelayan Korban Serangan Buaya di Rokan Hilir Meninggal Setelah Dirawat Intensif

Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…

1 jam ago

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

1 hari ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

1 hari ago