Categories: Bengkalis

Pelaksanaan Tes SKD Terapkan Prokes Ketat

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Pelaksanaan seleksi kompetisi dasar (SKD) calon Aparatur Sipil Negera (ASN) di Bengkalis menjalankan protokol kesehatan ketat. Setiap peserta yang mengikuti seleksi harus melalui cek suhu badan.

Meskipun penerapan prokes ketat, di hari kedua pelaksanaan ujian akhir pekan kemarin masih disambut antusias peserta seleksi. Bahkan peserta rela datang lebih awal untuk mempersiapkan diri dalam pelaksanaan ujian. 

Sesi pertama dilaksanakan mulai sekitar pukul delapan pagi dan berlangsung hingga pukul sepuluh. Kemudian untuk sesi kedua dilaksanakan sore sekitar pukul 15.00 WIB dan berlangsung sekitar dua jam.

Hal ini diungkap Djamaluddin Kepala BKPP Bengkalis kepada  Jumat (8/10) akhir pekan kemarin.  Menurut dia, pelaksanaan ujian hanya dua sesi dilakukan hanya di hari Jumat saja, sementara hari berikutnya pelaksanaan ujian tetap empat sesi.  Sejauh ini sudah dua hari pelaksanaan ujian SKD CPNS Bengkalis belum ada kendala berarti. Pelaksanaan tes juga berlangsung lancar sesuai jadwal.  

Sejumlah peserta ujian dari data BKPP Bengkalis sebagian besar datang untuk ikut tes. Hanya sebagian saja yang tidak hadir, namun pihaknya memastikan mereka yang tidak hadir tersebut tidak ada yang positif Covid-19. 

Untuk pelaksanaan ujian di hari pertama kemarin dari empat sesi yang dilaksanakan jumlah peserta yang tidak hadir sebanyak 40 peserta. "Hari pertama ada empat sesi, satu sesi jumlah peserta seratus orang, sesi pertama ada 11 orang yang tidak hadir, sesi kedua 9 orang yang tidak hadir,  sesi ketiga 11 sesi keempat 9 orang," terang Djamaluddin. 

Djamaluddin mengatakan, untuk pelaksanaan hari ini selama dua sesi jumlah peserta yang seharusnya ikut ujian SKD seharusnya sebanyak 200 orang. Dari jumlah ini yang tidak hadir sebanyak 24 orang. "Sesi pertama hari kedua yang tidak hadir sebanyak 11 orang, sedangkan sesi kedua sebanyak 13 orang," tambahnya.  

Pelaksanaan ujian SKD tahun ini pengawasan cukup ketat dari seleksi CPNS  tahun sebelumnya. Bahkan panitia menyediakan alat untuk memindai wajah peserta saat pelaksanaan registrasi ujian. "Tapi tidak semua peserta yang diperiksa kesesuaian wajahnya. Hanya kalau ada yang ditemukan kartu identitas foto sudah kabur, untuk memastikan kemiripan wajah, ini dilakukan untuk memastikan peserta yang ikut sesuai identitas diri" tegasnya.(esi)

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

18 jam ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

18 jam ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

19 jam ago

Diserahkan Menteri PPPA, Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho Sabet Penghargaan Nasional

Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho meraih penghargaan Apresiasi Swara Cantika…

19 jam ago

BMKG Deteksi 71 Titik Panas di Riau, 10 Daerah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG mencatat 3.227 titik panas di Sumatera dengan 71 titik berada di Riau. Peringatan dini…

20 jam ago

Dampak Asap Karhutla Makin Pekat, Pemkab Kuansing Liburkan Sekolah Dua Hari

Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…

1 hari ago